Banner iklan disini Banner iklan disini

Sadis, Dua Genk Pelajar SMA Saling Bacok, Begini Motivnya



Bima, PorosNTB.com-Kasus antar pelajar seakan tak pernah putus. Belum selesai kasus perkelahian antar genk di SMAN terkemuka di Kecamatan Woha, kini hal serupa terulang. Kali ini melibatkan dua genk pelajar di SMAN 2 Sape Kabupaten Bima.

Kedua kubu genk yang dipimpin AM alias Ade dan MF tersebut merupakan siswa kelas 3 di sekolah setempat. Kedua pimpinan genk tersebut Sabtu (10/3/18) pagi tadi terlibat aksi saling bacok.   

Kronologis kejadiannya, AM alias Ade awalnya sedang nongkrong di depan sekolah usai mengikuti ulangan semester. Saat bersamaan, kubu MF juga sedang berkumpul di lokasi yang tidak jauh dari lokasi tongkrongan Ade CS.

Tiba-tiba, MF mendatangi AM alias Ade dan langsung mengeluarkan parangnya. Melihat hal tersebut Ade kabur dan mengambil tombak ke rumah temannya. Setelah mendapatkan tombak, Ade bersama teman-temannya kembali menyerang MF dan kawan-kawan.

Tanpa basa-basi, Ade yang merupakan warga Rai Oi tersebut langsung menghujam tombak ke dada sebelah kanan MF. Sehingga mengalami luka tusuk pada dada bagian kanan. Namun, MF yang merupakan warga Parangina tersebut berbalik membalas dengan mengayunkan parang ke arah AM alias Ade dan mengenai pinggang sebelah kiri belakang dan ibu jari kaki bagian kiri. Akibatnya, Ade mengalami luka robek pada pinggang bagian kiri belakang dan luka robek pada ibu jari kaki sebelah kiri.

Diduga, motiv kasus pembacokan dan penikaman itu karena dendam lama.


Kapolsek Sape AKP Syarifuddin Jamal mengatakan, kasus tersebut sudah langsung diatensi. Dengan mengecek kondisi MF yang mengalami luka tusuk dan mengamankan AM alias Ade ke Polres Bima Kota.

"Kita sudah turun di dua desa para siswa dan kondisinya sudah aman. Soal korban MF sudah membaik dan masih dirawat di RSUD Bima. Sedangkan Ade, sudah kita amankan dan tetap kita beri perawatan atas lukanya," tegas Kapolsek.

Sementara Kepala SMAN 2 Sape Nurjanah mengaku sudah memfasilitasi pengobatan siswanya. Meski demikian, dia mengaku jika perkelahian siswa di luar jam belajar.

"Mereka itu kelas 3, sehingga pulang lebih awal karena sedang ulangan semester. Kejadiannya pun di luar lingkungan sekolah," akunya. (Poros-07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.