Menguak Tingginya Persentase Suara Batal di Pilkades Serentak Kabupaten Bima

Hasil Perhitungan suara Pilkades di Desa Parangina
Bima, Poros NTB.- Akhirnya Pilkades serentak di Kabupaten Bima Gelombang Pertama Tahun 2018 yang diikuti 53 desa, sukses digelar, Kamis (20/12/18) kemarin. Berdasarkan pantauan langsung dan informasi yang diendus Poros NTB sementara ini, Gempita demokrasi di Tingkat Desa tersebut secara keseluruhan berjalan aman dan lancar.

Hanya saja yang patut disayangkan, adalah banyaknya suara batal saat penghitungan suara di 53 desa yang mengikuti kontestasi tersebut,

Nggak tanggung-tanggung! Di Desa Parangina Kecamatan Sape, contohnya, kontestasi yang diikuti oleh 5 calon ini, menghasilkan 789 suara batal termasuk yang abstain, 20 suara. Sedangkan, total suara masuk sah yang diterima 5 Cakades sebesar 946 suara dari 3 dusun.

Masing-masing dari peraih suara tertinggi hingga terendah, yakni, Ashar meraup 405 suara, Muhammad Yani 328, Muhammad Amin 92, Syamsuddin 63, dan Imran 38.  

Maka jika ditotal suara sah yang diterima Cakades dan suara batal termasuk abstain, berarti total suara masuk sebesar 1.735 suara. Kalau dikalkulasi lebih lanjut, suara batal termasuk abstain mencapai 45,47 porsen. Untuk suara batal tersendiri tak termasuk suara abstain, persentasenya mencapai 44,32 persen.

Bayangkan betapa tingginya persentase suara batal tersebut.

Sementara di Desa Cenggu Kecamatan Belo, yang juga diikuti 5 calon, suara sah yang diterima calon sebesar 1.552. Masing-masing calon, peserta no 1 meraup 509 suara, peserta no 2 meraup 50, peserta no 3 meraup 242, peserta no 4 meraup 358, serta peserta no 5 meraup 393 suara.  

Adapun suara batal mencapai 435. Jika ditotal dengan suara sah 1.552, maka suara masuk sebesar 1.987 suara. Dari suara masuk ini, terbilang suara batal di Pilkades Cenggu mencapai 21.89 persen

Tingginya persentase suara batal di dua desa ini tentunya membuat mata kita terbelalak, dan memunculkan banyak Tanya serta spekulasi. Apakah pemilih memang sengaja melakukannya karena alasan tertentu, ataukah murni kesalahan pemilih akibat ketidak tahuannya tentang tata cara pencoblosan?

Fokus untuk Desa Cenggu, Menurut salah satu tokoh pemuda desa setempat, M. salahuddin, SE, yang juga calon legislative Dapil V no urut 7 dari Partai Berkarya, menyatakan, banyaknya suara batal tersebut lebih disebabkan karena kinerja Panitia Pelaksana Pilkades Desa Cenggu yang tidak maksimal dalam melakukan sosialisasi terkait tata cara pencoblosan.

Karena kata dia, tidak mungkin pemilih bisa sedemikian “massif” melakukan kesalahan yang sama jika pantianya secara intensif melakukan sosialisasi.

Sumber kesalahannya, karena pemilih tidak membuka lipatan surat suara. Jadi saat pemilih mencoblos pilihannya, lipatan baah yang tidak terbuka ikut kena coblos,” tukas Salahuddin, yang akrab disapa Andre tersebut.

Dengan tegas ia menyatakan, ini murni kelalaian panitia dalam melakukan sosialisasi. Tambahnya, panitia tidak memikirkan kemungkinan pemilih tidak membuka penuh lipatan.

“Seandainya panitia cerdas, mereka bisa saja membuka terlebih dahulu surat suara tersebut untuk diserahkan kepada pemilih.” Sesalnya.

“Dan sebenarnya, kesalahan yang diakibatkan tidak masuk kategori memilih ganda, karena yang ikut tercoblos berada di luar kotak gambar dan no urut calon. Hanya tercoblos di area kop surat suara,” imbuh Andre.

Sekedar membandingkan, tutur Ande, aturan KPU mensahkan surat suara yang tidak disahkan oleh panitia tersebut.

Namun apa mau dikata, Panitia Pilkades memang memiliki otoritas penuh dalam membuat aturan sesuai dengan kesepakatan bersama Calon, yang hanya mensahkan surat suara yang dicoblos satu kali pada kotak gambar calon dan atau nomor urut.

“Panitia sendiri bisa digugat karena kelalaiannya itu,” pungkas Andre.

Untuk diketahui perhitungan persentase tersebut di atas, berdasarkan data yang dilaporkan pewarta media ini.

Kasus tingginya persentase suara batal yang terjadi saat Pilkades di Desa Parangina dan Desa Cenggu ini, diharapkannya bisa menjadi pembelajaran bagi panitia pilkades untuk Pilkades serentak Gelombang kedua  yang akan digelar tahun 2019 mendatang. (Aden)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.