Januari 2019





Bima, porosntb.com-Lantaran tidak dapat jatah makan siang, guru asal SMPN 6 Soromandi, Ridwan SPd mengamuk. Dia berorasi melampiaskan kekecewaannya terhadap panitia rapat kerja (Raker) yang digelar Dikbudpora Kabupaten Bima yang berlangsung di Gedung Kurnia Bolo. 

Aksi guru pada rapat yang dinahkodai Plt Dikbudpora sekaligus Sekda Kabupaten Bima itu tentu menampar keras wajah Dikbudpora. Terlebih, reaksi guru tersebut mencerminkan jika dunia pendidikan di Bima sudah tak memiliki marwah lantaran lama diisi pejabat pelaksana tugas. 

Tidak saja mencaci maki, guru yang begitu emosi itu juga sempat mengecam ulah panitia yang dinilai tak becus dalam menyelenggarakan kegiatan. 

"Masa rapat kerja pendidikan level Kabupaten Bima seperti ini tak mampu menyediakan konsumsi sesuai jumlah peserta. Masa kami harus berebutan kayak anak TK baru bisa dapatkan nasi," teriak Ridwan saat menyampaikan keluh kesahnya di saat acara sedang istirahat tersebut. 

Kata dia, tradisi seperti ini jangan dipelihara. Apalagi ini menyangkut dunia pendidikan yang mestinya harus dihilangkan. 

"Saya tujuh tahun merantau di timur tak pernah menjumpai hal seperti ini (Rebutan nasi bungkus). Dan ini sangat memalukan. Masa kita guru dan kepala sekolah harus berebutan untuk bisa mendapatkan nasi," tandasnya.

Mestinya kata dia, mengingat semua unsur pimpinan Dinas Dikbudpora ikut dalam rapat, pihak panitia harus hitung matang-matang segala sesuatunya.  

"Bukan saja saya. Masih banyak Kasek lain yang tidak kebagian nasi kotak. Hanya saja mereka nggak berani ngomong," tutur dia.

Selaku dewan pendidikan asal Soromandi, dia siap mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan. Karena tradisi seperti ini harus hilang dari permukaan.
"Kalau ada yang keberatan atas pernyataan saya, silakan ketemu dengan saya," tantang dia.

Ketua Panitia Rapat Pendidikan Daerah Kabupaten Bima, Ico Rahmawati, SPd MPd yang dikonfirmasi saat itu juga mengatakan, jumlah peserta rapat sesuai undangan yakni sebanyak 600 orang. Yakni khusus seluruh kepala sekolah mulai jenjang SD dan SMP. Namun realita yang hadir saat itu melebihi jumlah undangan.

"Peserta yang hadir sangat banyak. Sehingga persedian konsumsi tidak memenuhi," ujarnya.
Lanjut dia, terkait anggaran konsumsi sumbernya dari patungan semua Kasi yang ada di Dinas Dikbudpora, bukan dikumpul melalui Kasek dan lainnya. Bahkan dari banyaknya peserta yang hadir. 

"Kita upayakan semua tercukupi dan  dapat bagian. Hanya saja oknum guru tersebut tak sabaran," tuturnya.

Terkait ada oknum guru yang ngamuk karena tidak kebagian makan, dia tidak membantah kejadian itu. 

"Ya memang ada orang yang ngamuk gara -gara tidak dapat nasi kotak. Tapi kita tidak mengenalnya, apakah dia dewan guru, kasek atau siapa. Bahkan kita menduga orang itu sengaja membuat gaduh saja," ungkap dia.

Sementara Plt Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs H Taufik HAK MSi mengaku kesal dengan ulah oknum tersebut. Pasca kejadian tersebut pihaknya langsung memanggil dan memberi teguran keras pada oknum yang bersangkutan.
"Saya langsung panggil oknum tersebut. Sekaligus membina di hadapan umum," tegasnya.

"Saya tidak mengenal oknum guru tersebut. Apalagi harus menunjukkan sikap seperti itu," pungkasnya. (Poros-07)


Bima, Poros NTB.- Menyusul Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit anjing gila (rabies)  yang terjadi di Kabupaten Dompu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Bima Ir. Abdollah mengatakan bahwa Kabupaten Bima berstatus waspada rabies.

"Meskipun saat ini Kabupaten Dompu telah dinyatakan berstatus KLB Rabies, namun untuk  Kabupaten Bima belum ada laporan masyarakat terkait adanya warga yang terpapar penyakit ini".

Dikatakan Abdullah korban yang terpapar rabies di Kabupaten Dompu sajak bulan November 2018 mencapai angka 275 orang yang terkena gigitan dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia.  Namun demikian katanya,Kabupaten Bima memberlakukan status waspada penyebaran rabies.

Secara historis Pulau Sumbawa bukan merupakan daerah penyebaran penyakit rabies seperti Sulawesi Bali dan Flores, namun untuk mengantisipasi meluasnya wabah rabies di Kabupaten Bima, Abdollah telah mengambil langkah yang diperlukan dalam mengantisipasi wabah rabies.          

"Setelah mengikuti Rapat koordinasi di tingkat provinsi, kami  telah mengambil langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi wabah ini". 

Unit pelaksana teknis (UPTD) Poskeswan khususnya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Dompu seperti Kecamatan Madapangga, Sanggar dan Donggo  bagian barat telah diinstruksikan untuk terus memberikan penyuluhan dan meningkatkan kewaspadaan  masyarakat setempat". Ungkapnya. 

Disamping itu,  "Disnak Keswan juga akan melakukan eliminasi rabies ini dalam waktu dekat di kecamatan Madapangga  dan Bolo untuk mencegah meluasnya penyakit anjing gila ini". Jelas pria yang akrab disapa Aba Ola ini.

Dirinya juga akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Pos Karantina Hewan, Dinas Kesehatan,  Dinas kominfostik dan Bagian Administrasi Kesra berkaitan dengan penanganan upaya pencegahan dan antisipasi penyakit ini. 

Bila ada laporan kejadian, "penanganan korban dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan penanganan hewan oleh Dinas Peternakan dan Keswan". Tandasnya. (PR)


Bima, Poros NTB.- Kinerja pelayanan administrasi kependudukan jajaran dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bima patut mendapat acungan jempol.

Kepala Dinas kependidikan kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Bima Zunaidin S.Sos M.M Kamis (24/1) menjelaskan jumlah penduduk Kabupaten Bima berdasarkan data kabupaten mencapai 527.824 jiwa dan wajib KTP berjumlah 385. 337 jiwa. 

Berkaitan dengan penyelenggaraan administrasi kependudukan di Kabupaten Bima mencakup perekaman, pencetakan dan mutasi. 

Dijelaskan Zunaidin, sampai dengan bulan Desember 2018 sudah dilakukan perekaman 373.088 Wajib KTP, atau mencapai 96,8% pada wajib KTP yang tersebar di 18 kecamatan. 

"Sedangkan pencetakan KTP Electronik per Desember 2018 sudah mencapai 364. 164 atau 94,51% dan rekaman data yang sudah siap cetak mencapai 5.411 KTP" Jelasnya. 

Zunaidin memaparkan, capaian tersebut dapat diraih karena kerja keras jajaran instansi yang dipimpinnya tanpa kenal lelah dengan menerapkan pola melakukan perekaman data penduduk secara langsung di kecamatan dan desa  melalui program Melayani Sampai Serambi Rakyat (MESSRA) dan pelayanan mobile di tingkat desa. Disamping, adanya dukungan penuh dari para camat yang ada di masing-masing wilayah. 

Dirinya berharap, sisa 12.249 wajib KTP atau 3,18 persen tersebut dapat dituntaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama. (PR)

Festival Sangiang Api, salah satu event yang akan digelar Mei 2019 mendatang


Bima, Poros NTB.- Tahun ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bima menggelar sejumlah event pariwisata, seni dan budaya yang menyebar pada sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Abdul Haris, S.Sos usai Rapat koordinasi Persiapan Event Pariwisata Senin (21/1) mengatakan bahwa akan diselenggarakan pada rentang waktu mulai bulan Maret sampai bulan Oktober 2019.

Pada bulan Maret mendatang akan diselenggarakan Bima Bike Tour yang dilanjutkan dengan event Teka Tambora Pada bulan April 2019.

Dikatakan Haris, pada bulan Mei mendatang akan dilaksanakan Festival Bombo Ncera yang selanjutnya diikuti 2 event pada bulan Juli yaitu Sail Teluk Bima dalam rangka Hari Jadi Ke-379 Bima dan Festival Sangiang di kecamatan Wera.

Demikian halnya pada bulan Agustus, juga akan digelar 2 event yaitu Festival Langgudu dan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS). 

Sedangkan pada bulan selanjutnya kata Haris, "bulan September akan digelar Festival Uma Lengge di desa Maria Kecamatan Wawo yang merupakan kerjasama dengan karang taruna Desa Maria dan komunitas Panggita.

Selain event pada bulan September, terdapat dua event yang dilaksanakan pada bulan Oktober yaitu Pesta Rakyat Teluk Sape bekerja sama dengan Kades Bugis, Kades Soro dan Komunitas Lariti, serta event Jelajah Alam Tambora Trail Adventure bekerjasama dengan Komunitas Pesona Bima".  Ungkap Haris. (PR)


Bima, Poros NTB.- Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan HM. Noer, menghukum sejumlah pejabat yang terlambat hadir saat senam pagi di depan lapangan upacara Kantor Bupati. Mereka dihukum dengan 10 kali Push Up.

“Saya pagi-pagi sudah hadir untuk acara senam pagi ini. Jam 7, tapi sepi pejabat, banyak pejabat yang terlambat.” Ujar Dahlan saat memberi arahan tentang oentingnya kegiatan tersebut.

“Mana para pejabat yang terlambat hadir itu? Sini Pushup dulu 10 kali,” sergahnya.

Sejumlah pejabat teras lingkup Pemkab Bima yang sedang duduk di tangga lobi utama kantor Bupati pun tak berkutik, dan langsung mandah berjejer untuk  menerima hukuman sang Wabup, dan langsung melakukan pushup ditonton oleh ratusan peserta senam lainnya.

“Nah (pushup) itu bagian dari senam juga, biar pejabat-pejabat sehat. Lain kali jangan terlambat lagi,” kata Wabup dengan mimik dihiasi senyum.

Acara senam pagi yang digelar Jum’at (25/1) kemarin merupakan rangkaian dari kegiatan memeriahkan HUT Gizi Nasional Tingkat Kabupaten Bima Ke–59, Persatuan Ahli Gizi Nasional Tingkat Kabupaten Bima mengadakan kegiatan Senam bersama dan Pemeriksaan Gratis.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima, Para Assisten, Staf Ahli, Kabag, Kepala OPD dan staf lingkup pemerintah Kabupaten Bima.
Ketua Persagi Kabupaten Bima Titha Masithah, M.Si menyampaikan bahwa dengan dilaksanakanya kegiatan seperti ini dalam rangka meningkatkan derajat hidup kita terutama di bidang kesehatan. Kegiatan senam bersama ini kedepannya tubuh kita akan merasakan kekebalan terhadap penyakit.
Senam bersama, pemeriksan gratis dan makanan buah yang segar diharapkan bagi para pegawai, untuk menjaga kebugaran badan setelah menjalankan aktivitas dikantor.
Wakil Bupati Bima  Dahlan M.Noer, bahwasanya kegiatan senam bersama yang dilaksanakan seperti ini merupakan salah satu penerapan gaya hidup kita sekaligus untuk menerapkan hidup sehat melalui olahraga sehingga diharapkan, dengan tubuh yang sehat, masyarakat akan semakin produktif dalam menjalankan aktifitas sehari-harinya.
Oleh karena itu melalui senam bersama ini, jadikan olahraga sebagai gaya hidup dan kebutuhan kita. Bukan hanya sekedar dilakukan saat ada acara saja.Tentunya dengan harapan tercapai kesehatan tubuh.
Begitu pula terkait dengan keberadan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dimana, Bupati Bima telah mengeluarkan Perbup nomor 15 tahun 2018 tentang KTR ini, sehingga dengan adanya KTR diharapakan ASN baik itu yang mengabdi di lingkungan OPD, Sekolah, maupun di tempat umum agar tidak merokok disembarang tempat, karena dengan adanya himbauan ini kedepanya para ASN dilarang merokok di ruang kerja maupun di tempat umum.
Adapun Kawasan Tanpa Rokok ini meliputi, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.
Apabila ASN ingin merokok, maka pemerintah telah menyediakan area tempat merokok, sehingga dengan adanya area smoking maka ASN yang ingin merokok di tempat yang disediakan.
Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama terkendalinya faktor risiko penyakit dan kematian yang disebabkan oleh rokok, dan meningkatnya budaya msyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, akan meningkatkan citra (pandangan) yang baik dari masyarakat umum terhadap daerah dan pemerintahnya dengan meningkatnya kedisiplinan, ketertiban dan kepatuhan pada peraturan.
Dari aspek lingkungan, penerapan KTR akan berdampak pada meningkatnya kualitas udara, terutama kualitas udara dalam ruang.
Dalam bidang ekonomi, akan mampu meningkatkan tingkat ekonomi keluarga karena berkurangnya belanja rokok, terutama pada keluarga miskin.
Demikian juga bagi pemerintah setempat akan mengurangi pengeluaran belanja pemerintah daerah untuk pembiayaan kesehatan dalam penanggulangan penyakit akibat rokok. (Aden)



Bima, Poros NTB.- Sebanyak 12 pejabat struktural eselon IV lingkup pemerintah Kabupaten Bima, Rabu (23/01) diambil sumpah jabatan oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. Pelantikan pejabat tersebut berdasarkan lampiran SK. Bupati Bima Nomor: 821.2 / 20 / 07.2 / 2019 tanggal 23 Januari 2019 tentang pelantikan jabatan struktural lingkup pemerintah Kabupaten Bima.

Usai dilantik dan disumpah, para pejabat tersebut melakukan penandatanganan berita sumpah jabatan atau pelantikan yang secara simbolis dilakukan oleh Samsuddin, S.Sos jabatan Lama kasi Jasa dan Pelabuhan pada Dishub Kabupaten Bima, Jabatan Baru Kasi trantib Kecamatan Belo, Adnan, S.Sos Jabatan lama Pelaksana Pada Kantor Camat Bolo jabatan baru Kasi Perekonomian pada kantor Camat Bolo, Agus Hermawan, SE jabatan lama Pelaksana pada Kantor Camat Sape jabatan baru Kasi Pemerintahan Pada Kantor Camat Sape.

Bupati Bima berharap kepada pejabat yang diambil sumpah jabatan nya, agar segera mungkin membiasakan diri dilingkup yang baru dan sesegera mungkin untuk melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan kinerja.

Sementara itu Wakil Bupati Bima Drs H. Dahlan M.Noer, selaku kepala daerah ada beberapa hal yang disampaikan kepada pejabat yang dilantik, dimana setelah dilakukan dilantik senantiasa dapat menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab yang  Bersifat sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi pemeritah, mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi dan serta mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal. (Teddy)


Bima, Poros NTB.- Sebanyak 9 rumah warga Kecamatan Donggo Rabu (23/1) mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.
Camat Donggo Abubakar, SE melaporkan bahwa akibat di terjangan angin puting beliung banyak rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.
Dari kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiel ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Lebih lanjut Camat Donggo menyampaikan, angin kencang datang sangat cepat hingga membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. “Angin puting menghantam sangat cepat saat kejadian tersebut, sehingga  Warga yang panik berlarian keluar rumah karena takut.
Bahkan rumah warga mengalami rusak parah terutama di bagian atap yang tampak terbongkar akibat diterjang angin. Selain atap berterbangan, dinding rumah warga juga ikut rusak.
Sementara itu, aliran listrik yang sempat padam saat angin puting beliung menerjang rumah warga kini sudah kembali normal.
Usai kejadian warga langsung melakukan pembersihan dan perbaikan rumah mereka. Warga mengaku buru-buru membenahi rumah mereka yang rusak karena tak ingin rumahnya kehujanan dan perabotannya rusak terkena air.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Kamis (24/01), langsung menuju kelokasi dan menyerahkan sejumlah bantuan pada pemilik rumah yang terdampak angin puting beliung.
Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan bahwa, kepada seluruh warga yang mengalami musibah terjangan angin puting beliung agar bersabar dan semoga selalu diberikan ketabahan. Jadikanlah ini suatu pelajaran untuk kita semua.
Bupati juga menghimbau kepada dinas terkait agar dapat mendata kerugian yang dialami warga akibat  angin puting beliung, sehingga dari data tersebut pemerintah akan memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah yang rusak. (PR)

Sejumlah Anggota yang berhasil ungkap kasus perburuan liar di Pulau Komoddo saat menerima penghargaan dari Kapolda NTB
Mataram, Poros NTB.- Ada 14 personil Polri dan 3 personil TNI berhasil ungkap kasus tindak pidana perburuan hewan/satwa yang dilindungi di Pulau Komodo NTT tanggal 16 Januari 2019 kemarin. Dalam pengungkapan itu, tim gabungan yang diketahui dari Polda NTB, Polres Bima, Kodim 1608 Bima dan 1 personil Brimob Polda Papua yang kebetulan sedang cuti, berhasil mengamankan terduga pelaku dan barang buktinya ketika hendak diselundupkan melalui pelabuhan Sape, Bima.
“Yang ditangkap seorang pemburu rusa berinisial N (49) dan 4 ekor kerbau serta 100 ekor rusa di pinggir pantai So Toro Wamba, Desa Poja, Sape, Bima, Nusa Tengara Barat,” ungkap Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Achmat Juri, M.Hum.
Ditulis dalam press release, Senin (21/1) Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Komang Suartana, SH, SIK menjelaskan, karena keberhasilan tim gabungan tersebut Kapolda NTB, memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan saat apel pagi di lapangan Gajahmada Polda NTB.
“Pada sambutannya Kapolda NTB menekankan agar soliditas dan sinergitas TNI-Polri, harus dijaga terus dan tetap di implementasikan dalam setiap penanggulangan kamtibmas khususnya terhadap kasus penegakan hukum satwa yang dilindungi,” tulis Kabid Humas Polda NTB.
Lanjut keterangan Kabid Humas menjelaskan, ada beberapa upaya tindakan preventif dan proaktif akan dilakukan pihaknya agar memperoleh hasil yang maksimal dari segi pemeliharaan kamtibmas, tentu itu merupakan harapan setiap masyarakat agar kedepan kondisi kamtibmas akan lebih baik.
“Upayakan penegakan hukum dan ungkap kasus-kasus menonjol lainnya agar ditingkatkan,” imbuhnya. (Trib)


Mataram, Poros NTB.- Prediksi kerawanan ujaran kebencian di media sosial di tahun politik ini terbukti dengan tertangkapnya satu orang pelaku. Tersangka IS alias IM (20) ditangkap atas dugaan menyebarkan kebencian yakni mendiskreditkan pasangan Capres 2019 dikaitkan dengan isu agama.
Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H, menjelaskan tersangka menulis unggahan di dinding jejaring sosial Facebook berisi muatan kebencian.
“Pelaku dengan sengaja menerbitkan tulisan yang menimbulkan rasa benci, permusuhan, dan ketersinggungan,” ucapnya Saat dikonfirmasi Senin (21/1).
Tulisan yang dimaksud diunggah tersangka di dinding laman Facebook-nya dengan akun Imran Kumis pada Jumat (18/1) siang. Sehari setelah debat perdana pasangan Capres/Cawapres 2019.
Tersangka, kata Kapolres, menyinggung Capres Joko Widodo dengan mengaitkannya dengan isu agama. Selain itu tersangka mengatakannya juga dengan disertai kata-kata umpatan.
Unggahan tersangka pun mendapat tanggapan di kolom komentar. Salahnya teguran dari salah satu kawannya. Tersangka menimpali lagi dengan kiriman foto dirinya sambil menghunus parang.
Mendapat laporan tersebut, Satreskrim Polres Mataram langsung menerjunkan tim dan menangkap IM pada Sabtu (19/1) di rumah tersangka di Ampenan Tengah, Ampenan, Mataram.
Barang bukti yang turut disita antara lain satu unit ponsel pintar Oppo A37F yang dipakai tersangka mengunggah status, kartu identitas, dan senjata tajam.
“Dia mengaku dengan alasan tidak terima orang dari agama tertentu dalam memilih Capres tertentu,” jelas  AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H.
Tersangka IM bakal dijerat dengan pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A UU RI No19/2016 tentang perubahan atas UU RI No11/2008 tentang ITE. Ancaman pidana paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.
“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif dengan tidak ikut menyebarkan atau menulis ujaran kebencian di media sosial,” imbau Kapolres Mataram. (Trib)


Kota Bima, Poros NTB.- Seorang Pemuda berinisial SW (23) th  yang diindikasikan sebagai pengedar uang palsu berhasil diringkus anggota Piket Regu II Polsek wawo. Bersama pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang palsu sebanyak 22 lembar pecahan Rp 100 ribu, 5 lembar pecahan Rp.50.000 di Desa Pesa Kec. Wawo Kab Bima.
Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah,S.I.K,M.H menyatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan yang disampaikan warga pemilik Kios di Desa Pesa Kec. Wawo Kab Bima.
“Pada saat itu datang seorang pemuda yang tidak dikenal dengan tujuan ingin berbelanja dengan uang pecahan Rp. 100.000,-,namun pada saat menerima uang pemuda tersebut, pemilik kios merasa curiga terhadap bentuk uang dan mencocokkannya dengan uang pecahan Rp. 100.000,- yang dia miliki dan melihat perbedaan tekstur uang maka pemilik kios meyakini bahwa uang tsb merupakan uang palsu, seketika itu pemilik kios langsung melaporkan ke Pihak Polsek Wawo menyampaikan laporan karena curiga telah menerima uang transasksi dari seseorang dengan nomor seri yang sama” jelas Kapolres.
Dari Laporan tersebut Piket Regu II Polsek wawo langsung meluncur ke TKP dan mengamankan pelaku berinisial SW (23) th,pelaku langsung digiring ke Polsek Wawo guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami mengimbau kepada untuk waspada terhadap peredaran uang palsu. Terlebih, kualitas uang palsu saat ini sudah hampir mirip dengan uang yang asli. Supaya lebih aman, sebaiknya gunakan alat pendeteksi uang,” imbuh kapolres Bima Kota. (Trib)


Kota Bima, Poros NTB.- Menyitir Kantor Berita Antara, Warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami krisis air bersih untuk keperluan sehari-hari karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemadaman listrik sepanjang hari.

"Anak-anak terpaksa mandi pakai tisu basah agar bisa sekolah. Mau ambil air sumur pakai mesin pompa tidak bisa karena listrik padam sejak pukul 03.00 Wita hingga siang hari," kata Ahmad Gafar, salah seorang warga Kelurahan Rite, Kota Bima, ketika dihubungi dari Mataram, Selasa.

Ia mengatakan pemadaman listrik di Kelurahan Rite, sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut. Kondisi tersebut sangat dikeluhkan oleh warga karena terjadi pada saat jam beribadah dan melakukan aktivitas kerja.

"Waktu pemadaman tidak menentu dan sering terjadi pada saat orang mau shalat dan jam sibuk bekerja. Hari ini, saya masuk kantor pukul 09.00 Wita karena harus menunggu listrik menyala baru bisa mandi," kata Gafar yang juga menjabat Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima.

Menurut dia, PLN memang sudah memberikan jadwal pemadaman bergilir. Namun pada kenyataannya daerah yang tidak masuk dalam jadwal juga terkena pemadaman. Hal itu membuat bingung warga.

Gafar merasa khawatir dengan kondisi kelistrikan di daerahnya yang sudah berlangsung cukup lama tersebut akan membuat warga emosi dan habis kesabaran.

"Beberapa waktu lalu ada petugas PLN yang ditebas oleh warga karena kesal dengan seringnya pemadaman listrik dalam jangka waktu yang relatif lama," katanya.

Keluhan juga disampaikan Bambang melalui pesan singkat telepon seluler. Warga Kota Bima tersebut merasa kesal dengan cara-cara PLN melakukan pemadaman listrik dalam jangka waktu lama dan tanpa alasan yang jelas.

"Hari ini tiga kali pemadaman. Sangat mengganggu aktivitas religius masyarakat. Pas subuh terjadi pemadaman, kondisi gelap, pompa air mati. Malam juga padam, anak-anak terganggu belajarnya," ucap Bambang.

Ia juga mengaku rugi akibat pemadaman listrik dengan waktu yang relatif lama. Pasalnya, usaha kecil-kecilan yang dilakoni menjadi terhenti ketika listrik padam. Peralatan elektronik juga bisa rusak karena pemadaman secara tiba-tiba dan berkali-kali dalam sehari.

"Saya sebagai warga tidak tahu apa masalah PLN. Tapi kalau dilihat pemasangan listrik untuk pelanggan baru terus jalan meskipun kondisinya seperti sekarang," ujarnya.

Iman juga mengeluhkan kondisi pemadaman listrik yang tidak jelas kapan berakhir. Warga Rabangodu tersebut menyebarluaskan pemadaman listrik oleh PLN selama tiga hari berturut-turut melalui group WhatsApp Bima Siaga Bencana.

Menanggapi hal itu, Humas PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rofia Fitri, menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman yang harus dialami, khususnya untuk daerah Bima dan sekitarnya.

Pemadaman terjadi disebabkan beberapa mesin mengalami gangguan sehingga harus keluar dari sistem.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah selesai membangun PLTMG berkapasitas 3x17 megawatt di Bonto, Bima. Proses pembangunan infrastruktur, baik di sisi jaringan maupun pembangkit telah selesai dikerjakan.

"Saat ini, kami sedang melakukan proses `commissioning` PLTMG tersebut. Rencana awal pembangkit beroperasi pada Desember 2018. Namun karena adanya beberapa sebab teknis pada saat proses uji coba, proses menjadi mundur dari jadwal," katanya.

Ia juga memastikan bahwa tim sudah berada di Bonto, untuk melakukan evaluasi dan analisa terhadap kendala tersebut.? ?

PLN, kata Rofia, mengharapkan dukungan agar semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan sistem kelistrikan Bima bisa kembali normal.

"Kami selalu berkomitmen dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan kami," ujarnya. (red/Ant)

Lima orang anggota KPU Provinsi NTB periode 2019-2024 di antaranya Suhardi Soud, Agus Hilman, Yan Marli, Zuriati dan H Syamsudin.
Lombok, Poros NTB.- Lima orang anggota KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2019-2024 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua KPU RI Arif Budiman di Jakarta, Selasa.

Kelima anggota KPU NTB yang dilantik itu yakni Suhardi Soud, Agus Hilman, Yan Marli, Zuriati dan H Syamsudin.

Dari lima orang anggota KPU NTB yang dilantik itu terdapat dua orang anggota KPU NTB periode 2014-2019, yakni Suhardi Soud dan Yan Marli. Sementara, tiga orang lainnya yakni Agus Hilman sebelumnya adalah Tim Ahli Komisi II DPR RI, Zuriati adalah anggota KPU Kabupaten Bima periode 2014-2019, dan H Syamsudin mantan anggota Bawaslu Provinsi NTB tahun 2014.

Ketua KPU RI Arif Budiman seusai pelantikan meminta anggota KPU Provinsi NTB untuk menjaga NTB dan Indonesia.

"Jaga NTB jaga Indonesia untuk memilih pemimpin yg terbaik dalam Pemilu 2019," ujarnya.

Menurut Arif Budiman menjaga NTB dan Indonesia itu dilaksanakan dengan melayani pemilih dengan baik, bekerja dengan profesional, memiliki integritas tinggi, serta jangan pernah memiliki kecenderungan terhadap salah satu peserta pemilu.

"Saya berharap perhatikan betul integritas, karena itu sangat penting dalam penyelenggaraan pemilu. Selanjutnya, harus bekerja secara transparan profesional dan mampu bekerja dengan soliditas tinggi karena KPU bukan milik orang per orang. KPU tidak bisa ambil keputusan sendirian, KPU itu melaksanakan tugas secara kolektif kolegial," tegas Arif Budiman.

Lebih jauh Arif Budiman mengingatkan pengalaman selama ini KPU NTB adalah salah satu KPU provinsi yang bekerja sangat baik. Tidak ada catatan konflik yang luar biasa dalam tahapan pemilu selama ini.

"Karenanya anda harus mampu menjaga situasi ini. Jangan sampai di bawah kepemimpinan saudara-saudara justru banyak terjadi konflik. Tahun 2019 ini tahun menentukan harapan bangsa, karenanya agenda pemilu harus mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Sementara itu, dihubungi terpisah melalui telepon Sekretaris KPU NTB Mars Ansori Wijaya mengatakan setelah pelantikan dilaksanakan rapat pleno pertama KPU Provinsi NTB dengan agenda pemilihan Ketua KPU NTB. Dalam rapat pleno akhirnya memutuskan menetapkan Suhardi Soud sebagai ketua terpilih.

"Hasil rapat pleno ini ditetapkan dengan berita acara dan telah disampaikan kepada KPU untuk ditetapkan dengan Keputusan Ketua KPU RI. Malam ini juga akan dilaksanakan pleno lanjutan untuk membahas agenda pembagian divisi dan agenda kerja seminggu ke depan, terutama akan berakhirnya masa jabatan KPU Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah pada 30 Januari 2019, sehingga perlu segera dilakukan "fit and proper test" oleh KPU provinsi yang baru," katanya. (Red/Ant)

Pengunjung menyaksikan sejumlah komodo di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. (Photo credit ANTARA
Mataram Poros NTB.- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman segera membahas rencana penutupan Pulau Komodo yang menjadi bagian Taman Nasional Komodo selama satu tahun dari kunjungan wisatawan.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan rakor tersebut akan digelar pekan depan setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan pembahasan internal mengenai masalah itu.

"Kami akan segera menggelar rakor dengan mengundang semua pihak terkait termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga Kementeian Pariwisata. Karena, begitu dikatakan menutup, kan dampaknya luar biasa bagi (wisatawan) yang berencana ke Labuan Bajo," katanya.

Menurut Safri, penutupan Pulau Komodo yang menjadi salah satu atraksi utama destinasi wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, perlu dipikirkan matang-matang.

Pasalnya, meski bertujuan untuk menjaga kelestarian satwa endemik komodo, kawasan tersebut juga menjadi salah satu titik destinasi wisata unggulan Tanah Air.

"Taman Nasional Komodo kan kawasan yang dikelola Kementerian LHK, tentu mereka tahu urgensinya. Pemerintah NTT juga yang punya wilayahnya, sedangkan Kementerian Pariwisata kan tentu ada target tertentu untuk menjaring wisatawan. Maka, perlu ada keputusan komprehensif terkait masalah ini," ujarnya.

Safri menyebut salah satu cara yang bisa ditempuh agar kawasan taman nasional tetap terjaga sekaligus tetap menjadi atraksi wisata adalah dengan mengatur jumlah pengunjung sesuai dengan daya dukungnya.

"Dulu Pak Menko (Luhut Pandjaitan) mengusulkan agar Pulau Komodo dan Rinca itu pengnjungnya dibatasi. Jadi, idenya bukan ditutup, tapi dibatasi, dilihat dari daya dukung pulau tersebut karena utamanya adalah bagaiman komodo bisa bertahan," jelasnya. (Red/Ant)


Wakil Bupati Bima, Dahlan M.Noer pada saat pimpin apel pagi, Selasa (22/01) menyampaikan kepada seluruh ASN agar pada saat melaksanakan tugas untuk tidak merokok di tempat kerja karena dapat menganggu orang– orang di sekitar yang sedang menjalankan tugas.   
Bila dilihat dari Aspek kesehatan, merokok mengandung 4000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan seperti nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik. Selain itu ada 25 jenis penyakit yang ditimbulkan karena kebiasaan merokok seperti enfisema, kanker paru, bronchitis dan sebagainya. Dampak lainnya adalah terjadinya penyakit jantung koroner serta peningkatan kolesterol darah.
Dari Aspek Sosial, merokok mempengaruhi lingkungan sekitar atau orang lain dan keluarga dekat. Seorang yang bukan perokok bila terus menerus terkena asap rokok dapat menderita resiko kesehatan yang sama dengan perokok.
Oleh karna itu, dengan bahayanya yang ditimbulkan akibat kita merokok ini, saya selaku kepala daerah berharap kepada seluruh ASN agar dapat membiasakan diri untuk tidak merokok diruangan maupun tempat kerja sehingga kita dapat hidup sehat dan orang–orang disekitar kita tidak akan mengalami dampak dari kebiasaan kita merokok.
“Kalaupun ASN yang ingin merokok pemerintah daerah sudah menyediakan tempat untuk merokok, seperti di halaman terbuka maupun tempat – tempat yang telah disediakan’. Ujarnya. (PR)


Bima, Poros NTB.- Untuk menjawab banyaknya keluhan masyarakat berkaitan dengan pemadaman bergilir listrik PLN Bima,  Kepala Dinas Komunikasi,  Informatika dan Statistik Kabupaten Bima H. Abdul Wahab Usman SH. M.Si didampingi Kepala  Bidang Komunikasi Publik dan Diseminasi Informasi Suryadim, S.S, M.Si menyambangi manajemen PLN UP3 Bima Senin (21/1). 

Selain jajaran Diskominfostik Kabupaten Bima,  hadir pula Komunitas Babuju dan Karang Taruna Kelurahan Dara Kota Bima. Rombongan kemudian menuju Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)  Bonto yang berkapasitas 17 X 3 atau 50  (MW)  ini memiliki 3 unit  mesin. 

Tiba di fasilitas vital nasional ini, rombongan diterima oleh Manager Proyek PLTMG Bonto Agus,  yang memaparkan dan memberikan penjelasan teknis berkaitan dengan pemadaman. 

"Kebutuhan daya PLN UP3 Bima mencapai 35-37 MW pada siang hari dan 45 hingga 47 MW pada malam hari dan terjadi defisit daya 15 MW. Hal inilah yang menyebabkan PLN melakukan pemadaman bergilir".  

"Diharapkan pada awal bulan Februari 2019, seluruh jaringan listrik Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima yang mencakup Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu berfungsi optimal".  Ungkap Agus.

Menjawab  pertanyaan Kadis Kominfostik tentang pemadaman bergilir yang menyebabkan terganggunya kegiatan ekonomi dan usaha, Agus menjelaskan, "saat ini PLTMG Bonto yang mesinnya didatangkan dari Jerman ini sudah terkoneksi dengan sistem kelistrikan PLN Bima.

Saat ini tengah dilakukan pengujian mesin unit I dan II  Saat ini tengah dilaksanakan pengujian mesin (reliability run test) yang berlangsung 15 hari sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat kelayakan operasi.

"Pengujian mesin (performance test engine) ini untuk melihat karakteristik mesin dalam mengantisipasi berbagai kondisi seperti adanya gangguan dan pemadaman total".

Diharapkan pada pertengahan bulan Februari ke tiga unit mesin beroperasi secara penuh untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu.


Menutup pemaparannya Agus mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Bima dan Dompu agar tidak ada hambatan dalam tahap pengujian mesin ini. (Kom)



Bima, Poros NTB.- Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Bima berkolaborasi dengan komunitas Jao,  Pemerintah  Kecamatan Lambu,  TNI-Polri  dan sejumlah elemen lainnya,  Sabtu (19/1) menuntaskan kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Lanta Barat - Lambu.

Kabid Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima Zainal Arifin ST. MT  mengatakan, Proklim merupakan kegiatan tahun anggaran 2018 yang direalisasikan pada musim penghujan 2019.    

"Meskipun dengan dana yang terbatas, DLH menerapkan pola kolaborasi dengan Komunitas JAO Bima, Pemerintah desa dan pelibatan peran aktif masyarakat".  Ungkapnya. 

Proklim yang difokuskan pada  tiga kecamatan ini kata Zainal menitik beratkan pada beberapa aspek antara lain penghijauan untuk memperbaiki iklim mikro dengan pola tematik yaitu pohon yang ditanam sesuai potensi lokasi dan iklim,  baik pohon buah, kehutanan, pohon endemik dan lainnya.

Pada aspek kebersihan dan penanganan persampahan, pihaknya memberikan bantuan tong sampah dan menggalakkan kebersihan lingkungan. 

Sementara, pada aspek penataan kampung dilakukan pengecatan,  perbaikan pagar dan pintu gerbang,  serta mitigasi bencana dan perlindungan sumber daya alam seperti mata air, pohon lokal dan lain sebagainya". Imbuh Zainal. 

Sasaran program ini mencakup tiga tiga desa dengan fokus yang berbeda.  "Desa Kuta-Parado difokuskan pada  pengembangan buah dan penataan kampung,  Desa Sambori-Lambitu, fokus pada penghijauan dan tata lingkungan sekitar Lengge". Jelasnya 

Fokus lainnya kata Zainal adalah desa Lanta Barat-Lambu pada pengembangan pohon Lontar sebagai penghasil Oi Ta'a/Oi Tua dan pelestarian mata air. 

Dirinya berharap beragam kegiatan tersebut akan dapat mewujudkan lingkungan kampung yang tanggap terhadap perubahan iklim dan potensi dampak bencana. (PR)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget