Banner iklan disini Banner iklan disini

21 April, Hari Kebangkitan Kaum Gender


Bupati Bima saat memberi sambutan di acara peringatan hari Kartini, di Halaman Kantor Bupati, Senin (22/4/19).

Bima, porosntb.com-Pemda Bima memperingati hari lahir RA Kartini ke-140 di halaman kantor bupati. Acara tersebut dirangkai dengan peringatan hari organisasi wanita GOW Kabupaten Bima. Tepat 21 April, menjadi bagian dari sejarah terpenting lahirnya peradaban lain gender. 

Sosok Kartini dipandang sebagai inspirator bagi kaum perempuan Indonesia. Bahkan Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri mengaku, sangat terinspirasi dari sikap dan ketauladanan Kartini. 
"Kita kaum perempuan harus belajar dari kisah RA Kartini," ujarnya, kemarin. 

Menurutnya, perempuan punya kemampuan berbuat lebih untuk kemajuan keluarga dan bangsa. Hal itu sudah dibuktikan dengan gagasan sosok Kartini. Perjuangannya sangat besar untuk mengangkat derajat dan marwah perempuan.

"Perjuangan beliau (RA Kartini) sudah kita rasakan sekarang ini. Sudah banyak tokoh-tokoh perempuan hebat yang memiliki kontribusi besar untuk memajukan bangsa," katanya. 

Dia meminta, peringatan hari Kartini bukan sekadar jadi acara serimonial tahunan. Sebab, kegiatan serimonial hanya dilakukan sesaat dan tidak berguna. Tapi acara Kartini ini harus dijadikan sebagai wahana instrospeksi diri. Sehingga sosok Kartini bisa ditiru oleh kaum perempuan.  

"Kita harus bisa menjadi kartini-kartini masa depan. Baik berjuang bagi keluarga sendiri, lebih-lebih untuk daerah dan bangsa," ujarnya. 

Bupati menjelaskan, fungsi perempuan tidak cukup hanya melahirkan dan mengurus rumah tangga. Tapi perempuan harus menjadi juru kunci ketahanan keluarga, dan menciptakan generasi tangguh dan handal. 

"Ibu harus menambah fungsinya sebagai tempat madrasah pertama bagi anak," terangnya.

Sementara ketua GOW Kabupaten Bima Hj. Rostina, S. Pd,  mengatakan, dengan diperingatinya hari Kartini menjadi hari kebangkitan jiwa kaum perempuan Indonesia yang dipelopori oleh RA. Kartini, karena perjuangan RA. Kartini di tengah masyarakat Indonesia patut diteladani masyarakat khususnya kaum perempuan. 

"Dimana pada zaman ini kaum perempuan telah hidup setara dan sejajar dengan kaum laki-laki. Di era globalisasi ini, tantangan yang dihadapi dalam rangka pemberdayaan perempuan dari belenggu  penindasan gender, semakin komplek. Lemahnya perlindungan terhadap perempuan menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar saat ini," tuturnya. 

Kehadiran Kartini lanjut dia, untuk memberikan inspirasi kaum perempuan bahwa meskipun dengan kondisi yang tidak menguntungkan perempuan harus mengubah diri dan berkarya melalui pokiran dan gagasan. Serta memberikan penerangan dari gelapnya kehidupan perempuan yang terkekang oleh kolotnya adat. 

"Kini perempuan harus berjuang dan bekerja sama untuk memberdayakan diri dan mandiri serta bersama kaum laki-laki mengisi pos penting sehingga tercipta suatu keadilan yang menyeluruh dalam rangka menggapai kemajuan," tutupnya. (poros-08)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.