Bukan TIU, Tes Karakteristik Pribadi Justru Menjebak Peserta CPNS

Suasana tes CAT peserta CPNS Kabupaten Bima di aula kampus Vokasi Unram.


Bima, porosntb.com-Seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Kabupaten Bima sudah berlangsung selama 11 hari. Dalam rentang waktu tersebut, sebanyak 6.765 peserta sudah merasakan panasnya kursi Computer Assisted Test (CAT).

Tidak banyak peserta yang mampu menaklukan CAT. Terbukti, hingga tadi, hanya 23 peserta yang mampu melampaui batas passing grade. Sisanya, out.

Tentu saja kondisi ini membuat peserta harus mengubur mimpi mereka menjadi seorang ASN. Karena sudah dipastikan tidak bisa melanjutkan tes selanjutnya, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Untuk melampaui passing grade, bukan sekadar memperoleh nilai tinggi saja. Tapi butuh keseimbangan antara nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Pantia sudah menetapkan ambang batas nilai TKP sebanyak 143, nilai TIU sebanyak 80 dan TWK sebanyak 75. Tercatat, dari 23 peserta yang melampaui ambang batas terdiri dari 4 peserta dari K2, 4 guru Bahasa Inggris, 4 guru IPA dan 11 guru matematika.

Kendati demikian, tidak sedikit peserta yang mencatatkan nilai tinggi namun tidak memenuhi standar penilaian tersebut. Hingga akhirnya mereka berguguran.

Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah peserta yang diwawancarai mengungkapkan sejumlah kesulitan yang dihadapi selama berada di depan komputer. Mulai dari waktu yang dirasa singkat, hingga soal yang susah-susah gampang.

Syarifudin misalnya. Peserta tes sesi pertama hari Senin (12/11) itu mengaku mendapat kesulitan menghadapi soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Meski dianggap mudah, namun ambang batas nilai untuk TKP cukup tinggi dan sangat jauh dari nilai TIU dan TWK.

"Soalnya panjang-panjang. Kalau dibaca berulang, jelas waktunya akan terkuras habis di situ saja," ujarnya.

Menurutnya, TKP merupakan soal yang mudah namun menjebak. Karena dalam pilihan jawaban semuanya benar dan memiliki nilai mulai dari 5 untuk jawaban terbaik hingga nilai 1 untuk jawaban terendah.

"Kita harus menyelesaikan minimal 30 soal yang bernilai 5 dari 35 soal yang ada. Jika tidak cermat, mati sudah," katanya.

Peserta lain, Ayu Fauwziah juga merasakan beratnya beban soal TKP. Langkah peserta yang mengikuti seleksi pada sesi ketiga hari ke 11 Selasa (13/11) kemarin ini, harus terhadang oleh TKP.

Dia kesulitan memenej waktu. Terlebih lagi, soal TKP adalah soal terakhir setelah TWK dan TIU. Tidak heran jika nilai untuk TKP merosot lantaran waktu yang dirasa sangat singkat.

"Saya kira TIU yang susah karena hitungan. Tapi justru TKP yang paling susah," ungkapnya.

Selain itu, peserta yang juga akan mengikuti seleksi sesi ke empat Kamis (15/11) besok Kurnianingsih mengaku sangat menakuti soal TKP. Kendati hanya berbicara seputar kepribadian sendiri, namun berdasarkan cerita teman-temannya yang sudah berguguran, soal tersebut menjadi momok.

"Saya tidak ingin berkomentar banyak. Karena kemungkinan lolos passing grade itu sangat tipis. TKP dan TIU yang paling saya takutkan," ujarnya.

Sementara itu, kepala BKD Kabupaten Bima Drs Syahrul mengakui sulitnya soal TKP. Dia mengungkapkan, sejumlah peserta yang tidak lolos passing grade disebabkan karena nilai TKP yang rendah.

"Sekiar 75 sampai 80 persen peserta K'O pada soal TKP," ungkapnya, saat ditemui di sela-sela kesibukannya di lokasi tes, kemarin.

"Soal TIU menjadi urutan kedua yang paling banyak mencatatkan nilai terendah," imbuhnya.

Menurut dia, para peserta kebanyakan tidak menyusun strategi dalam mengerjakan soal. Mereka terjebak dalam satu soal yang sulit hingga membuang waktu yang cukup banyak.

"Harusnya mereka melewati jika menemukan soal-soal sulit. Ini yang kebanyakan terjadi," kata kepala BKD yang baru sebulan dilantik ini.

Dengan kondisi tersebut bisa dipastikan, kuota formasi banyak yang tak terisi. Menurut dia, dari jumlah formasi, Kabupaten Bima didominasi tenaga guru dan kesehatan. Untuk tes SKD, formasi guru sudah selesai. Selanjutnya, tinggal tes SKD tenaga kesehatan.

‘’Saya berharap peserta bisa mengambil pelajaran penting dari tes ini. Supaya sebelum tes berlangsung kita telah siap dan matang," pungkasnya. (Poros-07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.