Luar Biasa, Suami Cetus Aplikasi Ojek Online, Istri Rancang Website Perpustakaan


Inilah pasangan suami istri penggagas aplikasi ojek online dan web perpustakaan.



Siapa sih yang tidak kenal dengan ojek online? Di era yang serba digital ini, ojek online menjamur dimana-mana. Bahkan hampir di setiap tempat bisa menemukan ojek online. Perannya dalam bidang transportasi berbasis aplikasi android yang mudah dijangkau, membuatnya semakin populer dari hari ke hari. Inilah yang dibaca mahasiswa penyabet cumlaude STKIP Tamsis tahun ini. Berikut ulasan lengkapnya.

--------

Kehadiran era revolusi industri 4.0 saat ini membawa dampak positif bagi kemajuan daerah. Seperti hadirnya aplikasi ojek online yang mampu mengubah paradigma dan kebiasaan lama masyarakat yang semula harus repot mencari pangkalan ojek untuk berpergian, kini menjadi mudah. Karena cukup dengan meluangkan waktu beberapa detik menekan layar touchscreen pada ponsel pintar yang dimiliki, semua kebutuhan bisa dilayani.

Hal inilah yang mendorong sejumlah mahasiswa program studi PTI di STKIP Taman Siswa Bima. Mereka mampu melahirkan gagasan-gagasan serta mencetus ide-ide kreatif untuk menjadi enterpreneur di masa depan.

Seperti pasangan suami istri bernama Tegu Aprinata Sitepu, SPd dan Hestin, SPd. Kedua sejoli ini berhasil meraih predikat cumlaude (wisudawan terbaik) di Prodi Pendidikan Tekhnologi Informatika (PTI) STKIP Taman Siswa Bima. Mereka sukses menciptakan produk IT masa kini seperti aplikasi "Go Pickme" berbasis android studio yang berorientasi pada layanan jasa angkutan transportasi online (ojek online). Serta istrinya yang mampu menghadirkan teknologi digital untuk mempermudah mengakses perpustakaan di kampus setempat dengan berbasis web.

Aplikasi yang diciptakan pria yang akrab disapa Tegu ini, bisa mempermudah masyarakat mendapatkan jasa transportasi online di Bima dan sekitarnya. Aplikasi ini mirip dengan aplikasi transportasi online yang beken saat ini seperti Gojek dan Greb. Di aplikasi yang diberi nama "Gopickme" ini tentu mendorong kemajuan suatu daerah. Kabupaten Bima khususnya, dengan hadirnya aplikasi ini bisa sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia dalam segi kemajuan transportasi dan teknologi informasi.

Wisudawan 24 tahun ini juga punya pengembangan dalam aplikasi tersebut. Seperti layanan sewa mobil, delivery makanan, sewa pick up dan lain-lain. Semuanya sudah ada dalam satu aplikasi yang dirancang pria kelahiran Medan, 1 April 1995 ini.

"Saya angkat ojek online dengan aplikasi Go Ride. Di dalam aplikasi ini banyak lagi pengembangannya. Bukan saja ojek online, untuk pengembangannya ada aplikasi resto, pick up, grosir, taxi," ujarnya.

Menurut dia, semua aplikasi yang dirancang itu merupakan buah dari kerja kerasnya dan dibanti tim dari Bali. Seperti aplikasi driver dan pengguna langsung dia konsepkan sendiri.

"Saya cari tim di Bima tapi nggak ada yang mau. Tapi Alhamdulillah saya dapat tim di Bali. Saya lalu diarahkan banyak hal seperti menggunakan empat bahasa dalam program Go Pick Me," akunya. 

Meski sudah sukses membuat aplikasi tersebut, sayangnya belum bisa diaktifkan. Hal ini terkendala oleh minimnya dana yang ia punya serta fasilitas pendukung yang memadai. Sehingga, aplikasi yang dibuat saat ini masih berstatus uji coba.

"Sekarang masih tahap uji coba karena perlu anggaran untuk bisa aktif. Kalau ada investor bisa kita kembangkan ke seluruh Indonesia. Kendalanya harus punya akun play store seharga $ 200 dan menggunakan kartu kredit," ujarnya.

Persoalan biaya dan fasilitas memang sudah dia pikirkan sebelumnya. Nmun karena tekad yang kuat, sehingga Tegu keukeh untuk menyelesaikan tugasnya sembari berharap ada dukungan dari pihak lain.

"Iya, karena aplikasi itu berat. Go Pick Me ini kita inginkan agar bisa dipakai semua orang. Resmi dan bisa aktif, tidak seperti saat ini yang masih berstatus uji coba. Selain itu juga terkendala server," keluh pria bermata sipit ini.

Sementara sang istri, Hestin juga tak mau kalah dengan suaminya. Perempuan yang tengah mengandung satu bulan ini merancang web perpustakaan. Aplikasi ini untuk mempermudah pengunjung perpustakaan mencari, meminjam dan mengembalikan buku di perpustakaan.

"User (pengunjung) tinggal registrasi saja di perpus, nanti akan langsung masuk di data bes. Nanti datanya akan tersimpan jika meminjam buku. Begitu juga daftar buku di perpus akan bisa diakses melalui aplikasi itu. Juga ada tata tertib perpus serta di dalamnya juga bisa menyampaikan kritik saran," beber Hestin.

Diakui, aplikasi tersebut sudah dia serahkan ke pihak perpustakaan untuk digunakan. Hestin berharap agar karyanya bisa dipakai untuk memudahkan pengunjung dan pengelola perpustakaan.

"Semuanya sudah selesai. Tinggal digunakan saja aplikasi itu. Semoga aplikasi itu bisa berbasis online dengan membeli domain agar semakin memudahkan mahasiswa mencari buku tanpa harus datang ke perpus," tutupnya. (*)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.