Mei 2018


Bima, Porosntb.com-  Sebanyak 50 personil anggota Brimob Subden A Pelopor 1 Bima, Nusa Tenggara Barat, turut membagikan takjil  bersama Ibu Bhayangkari di jalan lintas amahami, tepatnya di depan mesjid terapung Kota Bima, pada rabu (30/05) sore.

Seketika, dijalan lintas dua arah tersebut sangat ramai oleh pengendara yang ingin mendapatkan takjil dari tangan ibu Ibu cantik.

500 bungkus takjil yang sudah disiapkan, tidak lama habis lantaran banyaknya warga yang melintas. baik pengendara yang masuk ke wilayah kota bima maupun pengendara yang akan keluar dari kota bima. Namun, pemberian takjil oleh Ibu Bhayangkari Brimob ini lebih dikhususkan kepada para Musyafir yang menempuh perjalanan jauh.

"Dimomentum pertengahan bulan ramadhan ini, kita ingin berbagi takjil untuk para musyafir dan pengendara lainnya, sebagai bentuk kepedulian antar sesama umat muslim. Selain itu, dengan membagikan takjil ini, kami juga bisa mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar, mempererat kembali hubungan, mungkin ada tindak kekeliruan dan kesalahan kami selama bertugas" Ucap Dangki Brimob Bima, Iptu Mahrup, SH.

Sebanyak 500 bungkus takjil yang dibagikan, lanjut Mahrup, merupakan partisipasi seluruh personil Brimob Bima dan juga merupakan partisipasi warga Kelurahan Sambinae yang tinggal di sekitar Mako Brimob.

Menurutnya pula, kegiatan sosial seperti ini akan terus ditingkatkan mengingat bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah.

"Tidak menutup kemungkinan, personil Brimob Bima dan Ibu Bhayangkari Brimob, akan melakukan kegiatan kegiatan sosial serupa selama bulan ramadhan seperti di tahun tahun sebelumnya. Pasalnya, selain tujuan berbagi rezeki kepada warga pengendara yang membutuhkan, kami pula sangat mengharapkan kegiatan ini mendapat ridho dari allah swt untuk kemajuan serta keutuhan Korp Brimob khususnya di bima" Tuturnya.

Saat kegiatan berlangsung, terlihat pula Wakaden Brimob setempat, Kompol Abidin H M Saleh beserta istrinya yang turut membagikan takjil kepada pengendara dan musyafir yang melintas.

Usai membagikan 500 bungkus takjil, seluruh personil brimob dan istrinya kembali ke Mako Brimob untuk buka puasa bersama.(Poros-11)

Bima, Porosntb.com- Seperti gambar diatas Informasi dari Badan Meteorologi Gempa berkekuatan 5.6 SR  dengan kedalaman 10 KM dan berlokasi 9.29 SL 118.42 BT  Sumba Barat Daya NTT.

Bahka , gempa tersebut sempat kagetkan warga di Bima Nusa Tenggara Barat yang sedang santap makan sahur, Selasa (29/5/2018) sekitar pukul 03:28 Wib.

"Saya terbangun dan lari keluar rumah karena ada goyangan yang dahsat dan saya langsung lari keluar," aku Muspribadi warga Desa Cenggu. kepada Porosntb.com.(Poros-11)

Bima, Porosntb.com- Komisi Pemilhan Umun (KPU) Kabupaten Bima, menerima sebanyak 7 jenis Logistik Pemilihan Gubernur NTB. Logistik langsung diserahkan KPU Provinsi NTB, Sabtu 26/5/18 pagi tadi. Dan serah terima logistik itu berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Bima.

Serah terima logistik langsung disaksikan oleh Panwas Kabupaten Bima, Satuan Intrl Polda NTB.

Ketua Divisi Umum dan Logistik KPU Kabupaten Bima Drs. Muhamad Taufik mengatakan, logistik yg diterima kali ini berupa 7 jenis yakni Sampul Model C dan turunannya; Formulir Model C; Form C Plano; Tanda Pengenal KPPS (Pengenal PAM TPS & Pengenal Saksi); Daftar Pasangan Calon; Tinta Sidik Jari; dan Plastik Besar.

"Semua logistik sudah diterima dan penyerahan labgsung disakasikan Panwslu dan anggota Intel,"tuturnya.

Usai penerimaan tersebut lanjut  Taufik, sejumlah logistik yang diterima akan segera disortir.

Iya berharap, pensortiran logistik yang sudah diterima ini dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari kedepan. Dengan begitu nanti kita hanya fokus mengerjakan logistik lain yang akan segera menyusul yaitu Surat Suara. harapnya.(Poros-11)

Bima, Porosntb.com- Sat Lantas Polres Bima, selama bulan Ramadan akan melaksanakan kegiatan Sat Lantas Berbagi. Sasarannya, masyarakat wilayah hukum Polres Bima, yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dari tahun 2015 hingga 2018.

Kasat Lantas Polres Bima, IPTU Gde Putu Caka SIK menjelaskan, Sat Lantas Berbagi merupakan program Dirlantas Polda NTB. Kemudian ditindaklanjuti dengan program Trampolin Traffic Moeslim Police Indonesia.

Lanjut Caka, yang berhak menerima bantuan tersebut adalah korban kecelakaan yang mengalami cacat tetap. Bantuan yang diberikan diakui Caka beragam. Diantaranya, sarung, peci, sorban dan juga mukenah. Kemudian sembako, seperti beras, mie instan, gula, teh dan juga minyak goreng.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap korban laka lantas di bulan yang penuh berkah ini,” turunya, Rabu (23/5).

Diakui Caka, dalam sehari, ada 10 rumah korban laka lantas yang dikunjungi. Dalam kunjungan tersebut, personil Sat Lantas Polres Bima akan memberikan imbauan tentang keselamatan dalam berlalu lintas. Dan juga aturan-aturan yang harus diperhatikan dalam berkendara.

Caka berharap, kegiatan tersebut akan lebih mendekatkan polisi dengan masyarakat. “Kegiatan ini akan kami laksanakan selama satu bulan penuh di bulan puasa ini,” pungkasnya.(Poros-11)

Bima, Porosntb.com- Menjadi kontestan Pemilu Legislatif tahun Periode 2019-2024 DPD Partai Berkarya Kabupaten Bima, menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), di Rumah Makan Tepi Langit Doro Belo, Rabu 23/5/18.

Ketua Partai Berkarya Kabupaten Bima, H. Abd Rauf S.Sos mengatakan, rapimda tersebut digelar guna membangun dan menyusun strategis untuk melebarkan sayap Partai Berkarya mulai dari pendesaan.

Selain itu kata Abd Rauf, bahwa rapimda ini juga untuk menggodok strategis dalam kontestan Pileg pada April 2019 mendatang.

" Rapimda digelar untuk membentuk kekuatan sekaligus persiapan para kontestan untuk  pileg 2019 mendatang,"katanya sambil dibalas yelyelyelyel oleh peserta rapimda.

Pantauan Porosntb.com, hadir dalam Rapimda Partai Berkarya Wakil Ketua 1 DPW Partai Berkarya H. Abd Kasim SH, Sekjen Indra Jaya, dan Bendahara Lukman Manulhakim. Selain itu hadir juga seluruh Bakal Calon Legislatif mulai dari Bacaleg DPR RI, DPRD Provinsi NTB, dan Bacaleg DPRD Kabupaten Bima.

Rapimda yang digelar sekaligus buka puasa bersama tersebut dihari seluruh DPC Partai Berkarya se Kabupaten Bina.(Poros-11)

Bima, Porosntb.com- Hari ke-2 Puasa jajaran Kepolisian Polres Bima Kabupaten membagi-bagi takjil kepada pengguna jalan.  Pembagian takjil dilakukan untuk sekalgus mensosialisasikan agar pengendara taat aturan lalulintas.

Pembagian takjil juga langsung dilakukan oleh Satuan Lalulintas, Syahbara dan anggota Bahayangkara Polres Bima Kabupaten, memarin.

Kasat lantas Polres Bim, Iptu Putu Caka gede Sik, mengatakan selain sosialisasi taat lalulitas, pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam menjaga Silaturahmi dengan masyarakat terutama pengguna jalan.

Bukan hanya itu, pembagian takjil ini juga untuk mendekatkan polisi dengan mitra kerja dalam mengamankan Bima.

"Pembagian takjil kepada pengguna jalan untuk menjaga silaturahmi polisi dengan masyarakat dalam bulan ramdhan,"katanya.(Poros-11)


Kasubag TU Bandar Udara Sultan Muhamad Salahudin Bima, Sudarmono (kanan)

Bima, Porosntb.com- Bandara Muhammad Salahuddin Bima, Nusa Tenggara Barat, meningkatkan kewaspadaan dan keamanan pasca teror bom yang terjadi di Surabaya beberapa hari lalu. Bahkan, sebelum Chenk In para penumpang akan diperiksa KTP nya oleh TNI-Polri dipintu masuk.
Peningkatan kewaspadaan dan keamanan di bandara berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan RI bernomor 108/sp/kjsh/1/2018/ pasca terjadinya penyerangan bom bunuh diri di Surabaya.
Di Bandara Muhammad Salahuddin Bima sendiri, meningkatkan kewaspadaan dan keamanan terus dilakukan, bahkan penumpang diperiksa ktp nya di pintu masuk sebelum melakukan chenk in.
Selain penumpang, sejumlah pengunjung yang dicurigakan juga diperiksa dan dilarang memasuki areal chenk in dan ruang tunggu.




Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya teror bom sekaligus untuk menjaga keselamatan para penumpang,”kata Kasusbag TU Sudarmono kepada Porosntb.com pagi tadi.
Menurutnya, peningkatan kewaspadaan dan keamanan ini akan berlangsung hingga akhir tahun sesuai MOU dengan TNI-Polri, namun untuk keamanan seterunya tetap dilakukan sesuai sop bandara sendiri dengan melibatkan securty bandara.


Ditambahkanya, dilokasi bandara hingga saat ini katifitas penerbangan masih terlihat aman dan tidak ada tanda-tanda gerak gerik pengunjung yang mencurigakan. “hingga kini keamanan bandara aman, dan tidak ada yang dicurikan yang mengganggu penerbangan,”jelasnya.(Poros-03)



Demisioner Ketua Forkam
MB,Abdul Kasmin
(Photo credit : Panus)
Bima, Poros NTB.- Eksistensi Forum Komunikasi Manggarai Barat (FORKAM MB) di Daerah Bima, patut diapresiasi berbagai pihak. Forum yang merupakan wahana pemersatu mahasiswa asal Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT yang yang berkedudukan di Kabupaten dan Kota Bima ini tidak hanya berkiprah untuk kepentingan anggota semata. Namun juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat Kabupaten dan Kota Bima. Tak heran keberadaan Forkam MB ini menuai banyak pujian dari berbagai pihak

Beberapa tahun belakangan ini aktif berperan dalam menyikapi dinamika social, diantaranya, ikut meberikan bantuan kepada korban bencana banjir kota Bima tahun 2016 lalu dan mendesak Pemda Manggarai Barat untuk turut aktif dan memberikan bantuan secara material terhadap korban bencana banjir kota Bima.

“Alhamdulilah, terjawab dengan baik oleh Pemda Manggarai Barat saat itu,” tutur Abdul Kasmin, Demisioner Ketua Forkam MB, kepada Wartawan Poros NTB, Rabu (16/5/18).

Disamping itu, FORKAM MB juga kerap melakukan penyuluhan pacasila, karena menurut Kasmin, saat ini Bangsa Indonesia tengah mengalami krisis berpikir yang dilandasi oleh nilai nilai pancasila sehingga harus terus melakukan penyuluhan seperti itu.

“Ini sebagai bentuk penyadaran sesama generasi, kami dan para tokoh elit politik yg menurut kami sebagai promotor utama praktek nilai nilai pancasila, dan masih banyak lagi yang dapat kami upayakan untuk menyikapi bersama hal hal yang berkaitan tanggung jawab pemuda saat ini,” papar Kasmin.

Organisasi yang dilambangkan dengan Komodo ini memang dikenal punya karakteristik yang progresif, tegas dan cerdas ketika menangani permasalahan yang menjadi tanggung jawab organisasi.

Dalam catatan hariannya, Kasmin mencontohkan terkait penyelesaian ketika terjadi perselisihan pendapat, masalah kecelakaan, kematian, dan masalah yang berhubungan dengan Keluarga Besar Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten dan Kota Bima. Baik itu masalah pribadi anggota maupun masalah antar organisasi. “Contohnya, bila ada yang sakit semuanya harus kumpul untuk membantu bagi yang sakit. Misalnya ada yang mau menikah, maka lewat forum ini lah bisa saling membantu satu dan yang lainnya,” terang Kasmin. 

Forkam MB ini sendiri sudah berdiri sejak enam tahun lalu, yang dibentuk berlandaskan tiga pokok pikiran utama, yakni : 
1. Mengubah peradaban Diskriminasi dan dinamika mahasiswa manggarai barat yang kerap melekat pada diri mahasiswa manggarai barat
2. Mempersatukan pikiran dan pendapat mahasiswa manggarai barat dalam memecahkan masalah masalah sosial
3. Mengakomodir kemampuan dan disiplin ilmu mahasiswa manggarai barat dalam rana diskusi.

Sementara keanggotaannya merupakan mahasiswa dan para civitas akademika yang tercatat resmi di berbagai kampus di Kabupaten dan Kota Bima, yang kemudian dirangkul dalam satu poros melalui suatu pengkaderan.
Eksistensinya di Kota Bima sendiri telah telah terdaftar di Pemerintah Kota Bima. pemda tingkat II kota Bima. (Poros-09)


35 Wisudawan/Wisudawati SDN Inpres Rabakodo berpose bersama
Bima, Poros NTB.-SDN Inpres Rabakodo Kecamatan Woha menggelar acara wisuda bagi 35 muridnya yang akan beranjak ke jenjang SMP. 

Acara yang digelar Senin (14/5/18) di halaman sekolah setempat ini dihadiri oleh Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatam Woha, A. Haris Nasution, S.Sos, Pengawas TK/SD, Kepala Desa Rabakodo, wali murid, serta tokoh agama.

Acara wisuda oleh SDN Inpres Rabakodo ini menjadi lebih momental dan layak memegang rekor, lantaran untuk pertama kalinya di wilayah Kecamatan Woha, ada sekolah SD yang menggelar acara wisuda bagi lulusannya.

Baru Tahun ini di wilayah Woha, ada SD yang adakan acara wisuda,” ucap Kepala UPTD, A. Haris Nasution sebagai bentuk apresiasinya.

Meski begitu, lanjut Haris, acara wisuda seperti ini bukan hanya seremonial semata, tapi merupakan representasi dari meningkatnya mutu pendidikan dari tahun ke tahun di Kabupaten Bima.

Sementara itu, Kepala SDN Inpres Rabakodo, Hasan, mengaku, ide untuk menggelar wisuda ini memang datang dari dirinya, dan ia mempersiapkannya dengan matang selama tiga hari.

“Alhamdulillah lancar, semoga ke depannya murid yang diwisuda ini dapat diterima di sekolah (SMP) terbaik. Dan bisa mengharumkan nama SDN Inp Rabakodo,” ungkap Hasan. (Poros-03)

Bima, Porosntb.com- Polres Bima mengajak seluruh masyarakat yang ada di wilayah hukum Polres Bima untuk mendukung pemberantasan aksi terorisme. Dukungan tersebut dibuktikan dengan membubuhkan tanda tangan pada baliho besar yang sudah disiapkan.

Kapolres Bima AKBP Bagus Satriyo Wibowo SIK menjelaskan, aksi membubuhkan tanda tangan tersebut tidak hanya untuk mendukung berantas terorisme. Tapi juga untuk mendoakan enam anggota Polri yang gugur beberapa hari lalu.

Lanjut Bagus, kegiatan membubuhkan tanda tangan tersebut tidak hanya di Mapolres Bima. Namun dilaksanakan juga di semua Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Bima.

“Sat Lantas melaksanakan kegiatan di terminal Tente. Alhamdulillah dukungan dari masyarakat begitu banyak, mulai dari pengguna sepeda motor dan mobil, supir angkutan dan juga ojek,” jelasnya, kemarin.

Sementara Sat Reskrim melaksanakn kegiatan di  Cabang Panda, sasarannya masyarakat Desa Panda, Kecamatan Palibelo. Sat Binmas melaksanakan kegiatan tersebut di Pantai Kalaki dan Bagian Ops melaksanakan kegiatannya di terminal Sila.

“Polsek KP3 Bandara melaksanakan kegiatan itu di Bandara Sultan Muhamad Salahudin Bima,” ujarnya.

Diakui Bagus, beberapa Polsek juga melaksanakan kegiatan tersebut. Seperti Polsek Monta, langsung di depan Mapolsek Monta. Polsek Bolo di depan kantor Bank BNI Desa Rato, Polsek Palibelo di depan Uma Me'e. Kemudian Polsek Bolo Timur melaksanakan kegiatan penandatanganan itu langsung di rumah warga yang ada di Desa Sanolo.

“Polsek Parado ikut ambil bagian dengan melaksanakan kegiatan itu di depan Mapolsek Parado,” pungkasnya.(Poros-11)

Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan bersama Dede Ratnasari saat memotong pita peresmian Kave Tepi Langit
 Bima, Poros NTB.- Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M.Nor meresmikan dibukanya Kafe dan Resto “Tepi Langit” yang terletak di Doro Belo Desa Panda Kecamatan Palibelo, berhadapan dengan Rumah Makan BBA, Minggu (13/5/18).

Kehadiran Kafe dan Resto ini diharapkan dapat menambah pilihan bagi masyarakat Daerah Bima khususnya yang ingin melepaskan penat atau sekedar menikmati waktu santainya bersama orang-orang terdekatnya.

Bangunan Kafe Tepi Langit

Nama Tepi Langit sendiri, nampaknya bukan sekedar nama. Namun, jika menilik lokasinya yang terletak di perbukitan Doro Belo, para pengunjung akan merasa seolah berada di tepi langit. Pemandangan tempatnya memukau mata pengunjung, udara sekitarnya juga sangat menyegarkan, sehingga dapat menggugah selera pengunjung dalam menyantap hidangan.

Bisa dibilang, Kafe Tepi Langit tidak hanya menjual aneka jenis makanan dan minuman lezat yang memanjakan lidah, namun juga “menjual” keindahan lokasinya yang juga sangat strategis karena letaknya berada di tengah-tengah antara Kabupaten dan Kota Bima.

Dengan dibukanya Kafe Tepi Langit yang memiliki konsep Out Door ini, Wakil Bupati Bima berharap rumah makan di Bima menjadi lebih variatif. Baik dalam hal lokasi, kualitas menu yang ditawarkan, harga maupun dari sisi pelayanan. “Ini.. buka rumah makan baru. Karena rumah makan di daerah kita ini, pilihan orang akan rumah makan sedikit,” ujar H. Dahlan atau yang akrab disapa dae Leo ini.

Sebenarnya, lanjut Dae Leo, di lokasi yang sama dulunya pernah dibangun Kafe yang bernama Kafe Sakinah. Namun setelah lama tidak beroperasi Kafe Sakinah menjadi terbengkalai, dan kini dijelmakan dengan bangunan baru menjadi Kafe Tepi Langit.
Sementara itu, pemilik Kafe yang juga merupakan adik ipar Wakil Bupati, Nurhaidah, menyatakan bersyukur telah dibukanya kafe tersebut. Nurhaidah yang kini masih mengenyam pendidikan di bidang perhotelan ini akan menyerahkan kuasa manajemen Kafe kepada anaknya, Dede Ratnasari.

Hj. Rostiati Dahlan, Isteri Wakil Bupati Bima (Tengah) bersama adiknya, Nurhaidah (paling kanan), dan keluarga

Bisa jadi dengan diserahkannya pengelolaan manajemen Kafe dan Resto ini kepada anaknya, konsep manajemennya akan lebih memiliki cita yang kekinian.

Dede mengatakan, kehadiran Kafe dan Resto Tepi Langit ini bisa menjadi alternative bagi masyarakat pecinta Kafe. Karena konsep, lokasi, dan hidangan yang ditawarkan berbeda dengan kafe-kafe lainnya di Bima. (Poros-03)

Bima, Porosntb.com–Kementerian Riset dan Tekhnologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) mengimbau perguruan tinggi swasta (PTS) untuk dapat melengkapi sarana dan prasarana bagi mahasiswa penyandang kebutuhan khusus atau disabilitas. Hal ini disampaikan langsung Plt Kasubdit Pemberdayaan Khusus DPDB Kemenristek-Dikti, Drh Sirin Wahyu Nugroho pada acara sosialisasi program pendidikan khusus dan hibah inovasi layanan khusus di STKIP Taman Siswa Bima, Selasa (8/5) kemarin.

Menurutnya, hal itu menyikapi edaran Kemristek-Dikti mengenai pengimplementasian Undang-Undang No 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas. Sirin meminta setiap perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Kopertis VIII (Bali, NTB dan NTT) agar dapat menyediakan fasilitas bagi mahasiswa difabel.

"Setiap kampus harus mempunyai sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung untuk  mahasiswa disabilitas. Karena pada dasarnya setiap orang berhak untuk mendapat pelayanan dan pendidikan yang sama tanpa memandang status maupun keadaan fisik," ungkapnya.

Dikatakan, ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mencerdaskan anak bangsa. Mengingat apapun kekurangan mereka pasti juga ada kelebihannya. Maka dari itu, pihaknya mengimbau agar kampus mampu menyediakan sarana untuk disabilitas.

"Kami berharap dengan keterbatas mereka, tidak menghambat pendidikannya. Kita juga sudah menyiapkan hibah agar merangsang PTS menjemput hal ini guna menyediakan layanan disabilitas," tegasnya.

Sementara tuan rumah pertemuan sejumlah ketua perguruan tinggi dan dosen di Bali, NTB dan NTT itu, STKIP Taman Siswa sukses melaksanakan sosialisasi tersebut.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi mengaku siap melaksanakan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Pihaknya akan berupaya menjemput hibah kementerian agar fasilitas pembelajaran bagi disabilitas bisa segera dilaksanakan.

Selain itu, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kali ketiga dalam satu bulan ini kampus setempat diberi kesempatan menjadi host (panitia lokal) untuk memandu kegiatan Kemenristekdikti.

"Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan karena dipercaya membantu terlaksananya program Kemenristekdikti," ujarnya.

Pada kegiatan itu, pihaknya kedatangan 150 dosen dari 20 PTS yang ada di Kepertis VIII. Dalam acara itu, kordinator kopertis yang diwakili oleh kabag akademik, kemahasiswaan dan kelembagaan, Agung ikut mendorong agar PTS memberikan empati dengan memberikan layanan khusus pendidikan bagi penyandang disabilitas

"Peserta yang hadir sangat antusias mendengarkan penjelasan pakar disabilitas doktor Budi dari universitas negeri Surabaya dan doktor Asep dari universitas negeri Jakarta. Para peserta siap mengikuti kompetisi dana hibah di tahun 2018 ini dan semoga dapat memenangkannya," tutup doktor lulusan UI ini. (poros-07)

Bima, Porosntb.com-Olahan ubi kayu (Singkong) kini mulai populer di Bima. Beraneka macam rasa yang unik, tentu mengikuti selera pasar kekinian. Salah satunya kripik rasa balado. Inilah yang didorong para dosen kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Teke Kecamatan Palibelo.

Desa Teke merupakan salah satu desa penghasil ubi kayu yang cukup banyak. Sehingga tidak heran banyak dari warga setempat membangun usaha kecil dan menengah (UKM) dan produksi rumahan pembuatan ubi kayu menjadi tape.

Olahan ubi kayu menjadi tape ini merupakan satu-satunya inovasi yang bisa dilakukan warga setempat. Lantaran keterbatasan skil dan pengetahuan. Serta tidak didukung oleh pemasaran yang kekinian serta kemasan yang menarik. Kondisi tersebut jelas membuat usaha tape jalan di tempat.

Hal inilah yang langsung dibaca para dosen STKIP Taman Siswa Bima. Melalui program pengabdian terhadap masyarakat dari Kemenristekdikti bidang kemitraan, para dosen setempat benar-benar memaksimalkan potensi pertanian di desa tersebut.

Tim yang terbentuk sebanyak tiga orang dosen ini melakukan pelatihan pengolahan ubi kayu menjadi kripik balado.

Program pelatihan ini diikuti ibu-ibu pengangguran di Desa Teke sebagai bentuk pengembangan hasil pertanian ubi kayu agar bernilai ekonomi. Tiga dosen yang ikut mendampingi proses pelatihan tersebut yakni Ratna MPd, Maryamah MPd dan Suratman MPd BI.

Program kemitraan tersebut sebagai bentuk pelaksnaan hibah dari Kemenristekdikti. Dengan menggandeng ibu-ibu rumah tangga untuk berinovasi menciptakan sesuatu yang berbeda terhadap hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.

"Sudah tiga bulan kita sosialisasi, 5 dan 6 Mei kemarin, baru kita laksanakan pelatihannya," ungkap Ketua tim Ratna MPd.

Kenapa pilih ibu-ibu? Menurut dia, ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga diharapkan, ibu-ibu ini punya skil dalam mengolah singkong menjadi kripik yang memiliki varian rasa yang unik.

"Nanti akan terus kita dampingi. Karena di Teke itu pusatnya ubi kayu," katanya.

Dengan pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan wirausaha baru. Pihaknya juga akan terus mendampingi mulai dari pemasaran dan pendirian produksi. 

Menurut dia, peluang pasar untuk kripik balado ini sangat terbuka. Namun, warga setempat menghadapi permasalahan keterbatasan skil untuk mempercantik kemasan serta memperpadukan rasa. Terlebih lagi, warga belum paham dalam melakukan pemasaran produksi. Inilah yang membuat tiga dosen ini terpanggil untuk melakukan pelatihan terhadap warga setempat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata STKIP Taman Siswa Bima melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com- Melayani Masyarakat terus dilakukan Aparat Kepolisian. Mulai dari pengamanan, kenyamanan bahkan hingga permudah pelayanan juga menjadi bagian pengabdian Polri terhadap masyarakat. Buktinya,  Satuan Lalulintas Polres Bima Kabupaten telah mempermudah pelayanan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

"Cukup mendaftar secara Online, anda bisa mendapatkan SIM."kata Kapolres Bima Kabupaten AKBP Bagus Satryo Wibowo saat meramaikan Pameran Display Inovasi Pelayanan Publik di Malolda NTB (11/5)

Pantauan Porosntb.com, terlihat Sat Lantas Polres Bima meramaikan Pameran Display Inovasi Pelayanan Publik yang betempat di Mapolda NTB. Bahkan, Polres Bima menampilkan inovasi layanan pendaftaran SIM secara on line melalui aplikasi WhatsApp.

Hadir dalam kegiatan itu Menpan RB, Dr Asman Abnur  SE Msi dan DPR RI H. Syafruddin, dilokasi para pejabat tersebut langsung mengunjungi semua stand yang ada, tidak terkecuali stand Polres Bima pun menjadi sasarannya.

Kapolres Bima, AKBP Bagus Satriyo Wibowo SIK dalam kesempatan itu terlihat menjelaskan tentang aplikasi tersebut. Menurutnya, keberadaan aplikasi tersebut untuk memudahkan pemberian pelayanan kepada masyarakat. Dijelaskannya, nomor handphone admin  sudah disebar melalui Facebook maupun Instagram.
"Cara daftarnya sangat mudah. Pemohon cukup mengisi identitas pribadi sesuai kolom pertanyaan yang petugas kirimkan. Setelah diisi, pemohon bisa mendatangi Satpas untuk melakukan indentifikasi sidik jari, tanda tangan dan pengambilan foto," jelasnya di hadapan Mepan RB.

Lanjutnya, untuk pemohon SIM baru, akan meliwati beberapa tahapan. Mulai dari uji teori, hingga uji praktik.

"Jika lulus, pemohon akan kami arahkan ke loket cetak SIM," ujarnya.

Sementara untuk SIM yang diperpanjang, tidak akan melalui mekanisme uji. Pemohon cukup diidentivikasi sidik jari, tandatangan kemudian pengambilan foto.

"Pelayanan SIM delivery akan kami tawarkan juga. Apabila pemohon SIM setuju, petugas kami akan mengantar langsung ke alamat pemohon SIM yang dimaksud," tuturnya.

Diakui Bagus, hal itu dilakukan untuk memberikan kemudahan. Khususnya bagi masyarakat yang ada di wilayah kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bisa.

"Kehadiran layanan ini dapat mempercepat proses. Karena pemohon sudah mengetahui mekanisme dan persyaratan pembuatan SIM lebih awal.  Jadi tidak ada lagi masyarakat yang bolak balik karena tidak tahu persyaratannya," pungkasnya.

Selain itu, stand Polres Bima juga menawarkan aplikasi sidik jari online. Hal itu mendapat apresiasi dari Menpan RB dan diimbau untuk terus ditingkatkan.(Poros-11)

Kasi Bidang PTK Kependidikan Dikbudpora
Kabupaten Bima, H. Ahmad, M.Pd
Bima, Poros NTB.- Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima menggelar acara Sosialisasi dan Seleksi Calon Kepala Sekolah jenjang TK, SD, SMP se-Kabupaten Bima.
Acara sosialisasi ini rencananya akan dilangsungkan selama empat hari, dimulai Sabtu Tanggal 12 hingga Rabu Tanggal 16 Mei.

Sementara jumlah peserta sosialisasi sebanyak 151 orang. Para peserta ini merupakan mereka yang telah memasukkan bahan sebagai Calon Kepala Sekolah. Setelah diadakan verifikasi bahan, maka peserta yang akan diloloskan sejumlah 137 orang.
Acara sosialisasi tersebut dihadiri Sekretaris Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. H. Lukman, M.Si, Kabid PTK, H. Dafid, SH, beserta Kasi Dinas Dikbudpora.

Kasi Bidang PTK Kependidikan, H. Ahmad, M.Pd, memaparkan, persyaratan Calon Kepala Sekolah sebagaimana tertuang dalam Permen Dinas Dikbudpora No. 28 Tahun 2010 terkait dengan Tugas Tambahan Guru, harus Strata 1 atau D4 dan memiliki golongan IIIc, dan umurnya maksimal  56 tahun, serta dilengkapi SKCK dan Keterangan Sehat dari PKM terdekat.

“Saya harap kegiatan berjalan aman, lancer, dan bisa menghasilkan (Kepala Sekolah) yang terbaik. Semoga Calon Kepala Sekolah dapat memajukan dan membuat sekolah yang dipimpinnya berprestasi,” harap H. Ahmad. (Poros-03)

Bima, porosntb.com-KPU Kabupaten Bima menggelar bimbingan teknis (Bintek) kode etik penyelenggara pemilu dan penanganan pelanggaran. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah penyelenggara pemilu di 18 kecamatan di Kabupaten Bima.

Bintek secara resmi dibuka oleh ketua KPU Yuddin Chandra Nan Arif SH MH. Kegiatan yang diikuti 90 orang anggota PPK tersebut berlangsung di hotel Kalaki Beach, Jumat (11/5) kemarin.

Yuddin menyampaikan, kegiatan tersebut dalam rangka penguatan internal kelembagaan penyelenggara Pemilu. Khususnya yang berkaitan dengan persoalan pelanggaran kode etik. Pasalnya, persoalan yang ada pada penyelenggara pemilu saat ini sangat komplit terutama pelanggaran terhadap asas-asas Pemilu.

"Ini yang kita jaga, agar penyelenggara pemilu benar-benar memiliki integritas menuju Pimilu bermartabat," tandasnya.

Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah SH menambahkan, dalam melaksanakan kegiatan penyelenggara pemilu, harus mengedepankan prinsip dasar beretika. Lebih khusus dalam melaksanakan tahapan pemilu.

"Persoalan melanggar kode etik pasti akan ada sanksi hukum terkait pelanggaran yang dilakukan. Bagi penyelenggara pemilu, wajib untuk mentaati asas pemilu yang berlandaskan etika dan perilaku berdasarkan Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017," beber pria yang akrab disapa Ebit ini.

Bagi penyelenggara pemilu lanjutnya, tidak boleh memberikan pandangan di luar ketentuan peraturan yang berlaku. "Karena penyelenggara pemilu harus berpedoman pada aturan yabh sudah ada," tutupnya. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com-Jumat (11/5/18) malam sejumlah warga terlibat aksi saling serang di jalan protokol Desa Tente Kecamatan Woha. Kedua kubu warga yang bertikai diketahui merupakan warga satu desa yakni warga Desa Tente Kampo Toko dan Tente Rasabou.

Situasi Desa Tente tiba-tiba memanas setelah beberapa warga Tente Kampo Toko berontak di jalan raya sekitar cabang Tente. Sementara beberapa warga Tente Rasabou tampak memenuhi ruas jalan di depan Bolly.

Aksi kejar-kejaran dua kelompok warga ini pecah di tengah komandan adzan isya di depan puskesmas Woha.

Aparat kepolisian yang turun ke lokasi tampak kesulitan melakukan negosiasi terhadap kedua kubu warga. Diketahui, ketegangan warga satu desa itu dipicu karena kasus penganiayaan terhadap beberapa warga Tente Kampo Toko yakni Prem dan Noris.

Belum diketahui pelaku penganiayaan tersebut. Namun, Prem dan Noris mengaku jika mereka dianiaya sekelompok warga Rasabou saat dirinya sedang menarik uang di ATM BNI.

Akibat penganiayaan itu, Prem mengalami luka lebam di wajah. Karena tidak terima dengan kasus pemukulan itu, membuat warga Kampo Toko berontak dan berupaya melakukan serangan.

Namun beruntung, upaya kepolisian dan Camat Woha Irfan DJ SH menenangkan situasi berbuah hasil. Para korban disarankan untuk melaporkan ke Polsek Woha dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Sudah kita arahkan ke Polsek,” kata Camat Woha Irfan, saat berada di tengah-tengah kerumunan warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi yang jelas terkait insiden saling serang tersebut. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com-Komunitas Pemuda Madani (KOMANDAN) mempersoalkan Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri yang telah didaulat secara aklamasi menjadi ketua Kesatuan Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bima.

Menurut salah satu Wakil Ketua Komunitas Pemuda Madani, Nurdin, dalam pernyataan persnya di Jakarta, menilai bahwa sikap Bupati Bima yang mengambil jabatan di KONI bertentangan dengan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Keolahragaan Nasional.

Dalam Pasal 40 UU tersebut dikatakan, "Pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik".

Pasal ini pernah diuji di Mahkamah Konstitusi, karena dianggap sangat diskriminatif. Namun MK berpendapat bahwa untuk efektivitas penyelenggaran olahraga Nasional dan Pembinaan Olahraga secara maksimal oleh Pemerintah maupun pemerintah Daerah.

"Maka KONI tidak boleh dijabat oleh pejabat Publik Maupun Pejabat Struktural," jelas Nurdin

Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, Pengaturan itu lebih spesifik lagi diatur dalam pasal 56 Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 yang dalam ayat 4 ditegaskan "Pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang memegang suatu jabatan publik yang diperoleh melalui suatu proses pemilihan langsung oleh rakyat atau melalui pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, antara lain Presiden/Wakil Presiden dan harus anggota kabinet, gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota, anggota DPR-RI, anggota DPRD, hakim agung, anggota Komisi Yudisial, Kapolri, dan Panglima TNI".

"Jadi apa yang dilakukan oleh Bupati Bima itu jelas bertentang dengan UU dan itu bentuk pembangkangan terhadap UU," tegasnya.

"Maka dari itu Kami meminta Bupati Bima untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya, supaya persoalan ini sampai kepada persoalan yang rumit, yang bisa membuat bupati melawan UU," turup Nurdin. (Poros-09)

Bima, Porosntb.com- Satuan Lalu Lintas Polres Bima Kabupaten, menggelar lomba Dakwah antar santri pondok pesantren se Kabupaten Bima, di aula Polres Bima, senen kemarin.

Kegiatan tersebut digelar atas intruksi Direktorat Lalu Lintas Polda NTB, guna menciptkaan para Da'i santri yang berkarakter KAMSELTIBCAR dan para peserta santri akan membawakan  tema Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Berlalulintas.

"Tema tersebut sebagai upaya menekan angka kecelakaan dan taat berlalu lintas di jalan,"kata Kasat Lantas AKP Putu Gde Caka Pratyaksa R, S.I.K.

Dikatakanya, lomba tersebu juga bagian dari  program Trafic Muslim Police Indonesia (Trampolin). Tentu dengan program itu bisa menjadi contoh bagi pangguna jalan yang masih ugal-ugalan dalam mengendara.

Kasat Lantas berharap, Kepada anak-anak Santri dan Santriwati dalam dakwahnya tidak hanya menyampaikan pada saat kegiatan lomba saja, tetapi penyampaian Kamseltibcar Lantas juga dilakukan kepada masyarakat lingkungan sekitarnya, agar pengguna jalan terutama kaum pemuda.

Lanjut Kasat, peserta yang mengikuti perlombaan adalah santri dan santriwati pilihan dari berbagai pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Bima, dan mereka diseleksi untuk mencari yang terbaik dan berbakat dalam penyampaian dakwah untuk mengikuti perlombaan dakwah di tingkat provinsi di Dirlantas Polda NTB untuk mewakili polresbima.

Ditempat yang sama Waka Polres Bima Kompol Abdi Mauluddin S.sos” juga menyampaikan hal yang sama,  bahkan program Trampolin Sangat mendukung dalam tugas kepolisian khususnya satuan lantas dalam menyadarkan masyarakat untuk taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas, dengan pendekatan dakwah yang diinisiasi oleh Derektur Lalu Lintas  Polda NTB Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSI. Diharapkannga, Program  ini mampu menyentuh hati masyarakat untuk taat dan patuh aturan berlalu lintas karna agama juga mengajarkan bagaimana seorang umat manusia taat beribadah kepada sang pencipta dalam menjalankan kewajiban dan larangannya dalam beribadah.

"Jika pengguna jalan taat dan patuh aturan berlalulintas maka angka kecelakaan lalu lintas dijalan raya dapat di tekan semaksimal mungkin,"tutupnya.(Poros-11)



Bima, Porosntb.com- Lagi-lagi kuli tinta diperlakukan tidak adil oleh aparat kepolisin saat melakukan peliputan. Kali ini terjadi di Bima Nusa Tenggara Barat, Oknum Aparat Kepolisian Polres Bima kota, melakukan intimidasi terhadap wartawan MNC Media.

Wartawan yang juga Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bima, itu diintimdai saat meliput aksi Unjuk Rasa (Unras) Hardiknas, yang digelar oleh Front Mahasiswa dan Rakyat di depan halaman DPRD kabupaten bima, Rabu (2/5/2018) siang.

Korban Edy Irawan, mengaku dibentak dan diperlakan dengan kasar oleh beberapa oknum anggota Polisi saat sedang berusaha mengambil gambar penangkapan mahasiswa yang disertai pemukulan oleh beberapa angota polisi di halaman kantor Baznas yang tak jauh dari lokasi aksi.

Satu perstu sejumlah mahsiswa di amankan petugas bahkan dihakimi berkali-kali oleh oknum polisi. Saat itupun Wartawan MNC Media dengan tugas mulia meliput. Namun tak disangka intimidasi terhadapnya pun berlangsung.

"Saat itu sejumlah polisi langsung  mendatangi saya (Edy Irawan, red) dan membentak agar tidak meliput, bahkan camera saya di matikan,"ungkapnya.

Lanjut Bob sapaan akrab lapangannya, oknum polisi mengintimidasinya agar video yang diambilnya, saat sejumlah oknum polisi yang menghajar mahasiswa  agar dihapus. Selain itu bahasa kasar dengan nada keraspun didapatnya saat iya mengaku sebagai wartawan. Dan meskipun sudah diberitahu wartawan tambah Bob, beberapa oknum polisi tetap membentaknya agar video segera dihapus.

"Polisi meminta video penganiayaan terhadap mahasiswa itu di hapus,"terangnya.


Karena dianggap diintimidasi oleh polisi, Edy Irawan melaporkan kejadian itu ke Proopam Polres Bima Kota. Dan semumlah awak mediapun mendukung dan mendampingi saat laporan pengaduan tersebut.

“Kejadian ini sudah saya laporkan ke Propam Polres Bima Kota, dengan delik aduan Intimidasi dan menghalang halangi tugas jurnalis,"tuturnya.

Sementara Kasi Propam Polres bima kota, Aiptu Saidin SH, saat dimintai tanggalan terkait kasus tersebut dengan singkat tunggu aja prosesnya,"katanya.(Poros-11)

Bima, Porosntb.com-Momentum hari pendidikan nasional (Hardiknas) di Kabupaten Bima tahun ini menuai sorotan dari kalangan akademisi pendidikan. Khususnya terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) pungli di kantor UPT Dikbudpora Bolo yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi menilai jika kasus tersebut telah mencoreng pendidikan di Kabupaten Bima.

"Kasus OTT itu sudah sampai mana penanganannya, ini yang belum jelas. Bupati harus bisa menentukan sikap soal ini," tandasnya.

Kata dia, kasus tersebut akan terus menuai pertanyaan masyarakat. Bahkan dia menduga, ada pembiaran yang dilakukan bupati terkait kasus OTT yang melibatkan nama-nama pejabat Dikbudopra tersebut.

"Kalau tegas, mana mungkin oknum-oknum pejabat itu bermain (Pungli, red). Bupati harus beri target di Dikbudopra," tegasnya.

Menurut dia anggran 20 persen untuk pendidikan memang menggiurkan. Tentu berpotensi menimbulkan penyimpangan yang dilakukan pejabat nakal. Untuk itu, Ibnu mendorong adanya pakta integritas soal penggunaan anggaran pendidikan seperti penggunaan BOS dan sebagainya.

Disamping itu, sejauh ini doktor jebolan UI ini menilai jika Bupati Bima belum serius membangun dan mengelola pendidikan di Bima. Karena masih banyak sekolah yang diisi Plt dan parahnya lagi kadisnya juga diisi Plt yang rangkap hingga tiga jabatan.

"Sejauh ini apa saja target yang sudah diberikan ke Plt. Kami belum lihat hasilnya," tanya Ibnu.

Menurut dia, momentum Hardiknas tahun ini belum bisa diukur dan mau dibawa kemana pendidikan saat ini. Katanya, pendidikan merupakan pilar utama dalam meningkatkan SDM. Apalagi, dalam visi Bima Ramah tertuang kata Handal.

"Handal yang seperti apa maksud dari visi ini. Apakah ada Perda atau Perbub yang ikut menyokongnya? Ini untuk mengukur indikator kesungguhan dari visi itu," sorot direktur CEPP ini.

Harusnya sambung dia, pemerintah daerah melibatkan stake holder pendidikan dalam rangka penguatan visi Handal tersebut. Khususnya dalam hal tata kelola pendidikan.

"Sebagai stake holder pendidikan, kami tidak pernah diajak dalam membahas soal handal ini. Dewan juga harus sudah membuat Perda Ramah ini," pungkasnya. (Poros-07)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget