Gertasi NTB, Desak Tipikor Tuntaskan Kasus K2 Kota Bima

Ilustrasi demo menggugat data bodong lulusan K2
Kota Bima, Poros NTB.- Lembaga  Gerakan  Transparansi (Gertasi) NTB mendesak penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima Kota untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat yang  terlibat kasus dugaan korupsi K2 Kota bima, yang mereka laporkan 2 tahun yang lalu.

“Permintaan  untuk segera melakukan pemeriksaan pejabat yang terlibat dalam kasus K2 itu, karena telah merugikan pegawai Honorer Daerah yang telah mengabdi per 1 Januari 2005. Bahkan ada yang puluhan tahun mengabdi,” kata Ketua Gertasi NTB, 
Suriyansah, saat dikonfirmasi via HP terkait pernyataan sikap lembaganya.

Sementara, hemat dia, yang diusulkan untuk diangkat menjadi PNS di Kota Bima rata-rata yang baru mengabdi beberapa tahun, bahkan beberapa bulan saja .
Berdasarkan hasil verifikasinya dengan Inpektorat, tanpa menyebutkan Inspektorat Kota Bima atau Provinsi NTB, dalam penjaringan K2 Kota Bima ada yang tidak memenuhi syarat  atau kriteria untuk diusulkan menjadi PNS.

“Ini bukan hanya melibatkan oknum pejabat Pemkot  tapi oknum  di bawah seperti oknum di BKD, UPTD, Camat, yang memberikan keterangan palsu terhadap para pegawai Honda pada lingkungannya masing-masing.” Tuding Suriyansah dengan nada pasti.

Padahal, lanjutnya, PP 56 sudah jelas-jelas mengatur tentang rekrument K2 yang telah mengabdi per 1 Januari 2005, usia 19 tahun dan maksimal 46 tahun tapi oleh oknum melakukan pemalsuan (dokumen).

“Yang  seolah-olah telah mengabdi di tanggal dan tahun tersebut, padahal mereka tidak mengabdi sama sekali, dan semua alat bukti sudah saya  sampaikan ke penyidik Tipikor Polres Bima Kota  sebagai dasar penyelidikan,” akunya.

Kepada pihak yang dirugikan oleh oknum  pejabat Kota Bima dalam penjaringan K2, dimintanya  untuk menunggu hasil proses hukum yang dilakukan Tipikor Polres Bima kota  yang sedang berjalan.

“Kasus ini juga telah dilaporkan kepada Polda NTB dan Mabes Polri untuk ditindak lanjuti sampai tuntas agar tidak terjadi  gejolak dari masyarakat,” pungkasnya. 

Kasat Reksrim Polres Bima Kota, Iptu Akmal Novian Reza, IP, seperti dimuat Bimeks, pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah pejabat  akan dilakukan  dalam waktu dekat.
Penyidik akan menuntaskan dulu telaah dan penelitian terhadap dokumen K2 yang diserahkan BKPSDM Kota Bima.

Jika proses telaah dan penelitian dokumen K2 tuntas, pihaknya  akan langsung layangkan surat panggilan untuk pejabat-pejabat terkait dugaan kasus K2 guna dimintai keterangan.

Diakuinya, saat ini penyidik Tipikor masih fokus menelaah dan meneliti dokumen persyaratan peserta K2 yang lulus.

Sementara pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainya juga masih terus dilakukan. Baik peserta K2 yang lulus maupun tidak lulus. (Jedo)


Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.