Petugas Opgab Lebih “Killer”, Bikin Pelanggar Maju Kena Mundur Kena, Diam Apalagi

Para petugas saat beraksi di lokasi Opgab di Perbatasan Kota, Selasa (23/10/18)
Bima, Poros NTB.- Dinas Perhubungan Kabupaten Bima akhirnya memperlihatkan “taji” mereka yang sesungguhnya, saat bersinergi dengan UPT Bappenda Panda menggelar Operasi Gabungan (Opgab) di Perbatasan Kota, Selasa (23/10/18) kemarin.

Tak hanya menggandeng Satlantas Polres Bima Kabupaten dan personil Polisi Militer (PM). Namun juga ikut mendudukkan unsur kejaksaaan dan pengadilan.
Kabag Ops Dishub Kabupaten Bima, Drs. Azhari (paling kanan) bersama unsur kejaksaan dan pengadilan
Efisien! Setiap kendaraan roda dua maupun roda empat yang melakukan pelanggaran langsung dikenai sanksi dan sidang di tempat, plus opsi bayar di tempat.

Semua bekerja sesuai tupoksinya masing-masing.

Paling beda, anggota Satlantas dan Dishub yang turun Opgab kemarin itu, penampilan dan aksinya terlihat lebih “Killer” dari sebelumnya dalam menindak.

Jika kemarin-kemarin, pengendara masih bisa duduk santai di atas jok kendaraannya yang berhenti meruah dekat lokasi Opgab. Kali ini jangan harap. Mereka hanya dihadapkan pada tiga pilihan.

Pertama, tetap berhenti akan dihampiri petugas untuk dikenai sanksi Pasal 118 Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), karena mengganggu arus lalu lintas.

Dilaporkan pewarta Poros, Satlantas Polres Bima Kabupaten sendiri, Iptu Putu Gde Caka PR, SIK, bahkan harus menendang samping mobil yang berhenti tak jauh dari lokasi untuk maju agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Kedua, berbalik arah akan dikenai sanksi Pasal 287 UU yang sama, karena melawan arus.

Satu dua pengendara yang keder melihat aksi “Killer” para petugas, terpaksa mengangkat motor roda duanya melewati pembatas jalan, beralih ke jalurnya, lantas kabur menjauh.

“Petugas-petugasnya Killer kali ini, bang!” seru salah satunya.

Pilihan ketiga sepertinya lebih bijak, karena tidak akan mengganggu dan mengancam keselamatan orang lain. Yakni terus maju untuk diproses dengan pelayanan nan ramah di kursi empuk yang disediakan petugas, jika ada pelanggaran.


Kursi empuk disediakan petugas untuk melayani para pelanggar
Efektif! Terbukti dengan banyaknya kendaraan yang terjaring dalam Opgab kali ini.

Namun menurut Kepala Bidang (Kabid) OPS Dishub Kabupaten Bima, Drs Azhari Rahman, keberhasilan dari sebuah Opgab tidak terletak pada banyaknya kendaraan yang terjaring, dan besarnya perolehan dari sanksi denda.

Tapi terletak pada meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tertib dan taat pada UU berlalu-lintas.

“Sesuai instruksi Kepala Dinas kami. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang berhenti agar dihampiri juga untuk ditertibkan dengan tegas,” tutur Azhari di lokasi, Selasa (23/10/18) kemarin.

Sebelumnya, Kadishub Kabupaten Bima, Drs. Syafruddin, memang menilai Opgab terbilang “buang-buang biaya”, jika tidak ikut menetibkan kendaraan yang berhenti.


"Masa berjam-jam nunggu, nongkrong di situ," tunjuk Azhari ke arah mobil mewah yang berhenti, dan menurutnya bisa jadi hanya karena belum dikir.

"Padahal urus KIR itu hanya 5 ribu per 6 bulan. Urusan sepele bikin perjalanan tertunda berjam-jam. Pajak juga sekali setahun" sebutnya.

Azhari menekankan, meski para petugas dinilai “Killer” karena ketegasannya, namun semua sudah sesuai dengan prosedur dan Undang-Undang yang berlaku.


“Semua (petugas) bertindak sesuai tupoksinya masing-masing berdasarkan prosedur yang ada,” pungkas Azhari. (Aden/Teddy)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.