Waduuuhhh, Siswi Anggota Drumband Dijambak Ramai-ramai di Kantor Bupati Bima


foto screen shoot video aksi pengeroyokan anggota drumband

Bima, porosntb.com-Lagi-lagi kasus kekerasan pelajar bikin heboh di Kabupaten Bima. Kali ini melibatkan siswi antar genk di salah satu SMAN dan SMPN terkemuka di Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Ironisnya, peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan itu terjadi di tempat umum tepatnya di jalan raya depan Kantor Bupati Bima, Godo Kecamatan Woha, Rabu (24/10/18) siang. 

Perkelahian para siswi yang masih belia alias masih “Dori” ini juga terekam video amatir dari seorang siswi lainnya. Dalam video berdurasi 1.24 menit itu, tampak seorang siswi yang mengenakan seragam drumband SMAN 1 Woha tiba-tiba dikeroyok sekelompok siswi lain. Sekitar belasan siswi yang diduga adalah genk BFF itu menjambak rambut siswi yang belakangan diketahui berinisial J asal Desa Naru Kecamatan Woha. 

Tidak ada perlawanan yang dilakukan J. Dia hanya pasrah dijambak teman seusianya yang menggunakan pakaian bebas, tepat di pintu dua kantor Bupati Bima itu. Seusai dijambak, para siswi yang diduga pelajar SMAN dan SMPN di Woha itu ikut membuli siswi J. Dengan memperagakan gerak tubuh yang tak senonoh dan tidak pantas dilakukan oleh anak seusia mereka. 

Siswi J yang menjadi korban pengeroyokan itu tidak membalas dan hanya merapikan rambutnya yang amburadul setelah dijambak. Sementara teman J, yang masih satu genk dengannya tidak bisa berbuat banyak karena kalah jumlah. 

Informasi yang dihimpun, kejadian itu berlangsung setelah para siswi mengikuti gerak jalan memperingati hari sumpah pemuda yang digelar Dikbudpora Kabupaten Bima. Diduga, siswi J langsung dihadang setelah selesai melaksanakan tugasnya. Siswi J kemudian digelandang ke tepi jalan, lalu dijambak ramai-ramai.



Belum diketahui pasti motif dari aksi jambak-jambakan ini, namun berdasarkan informasi yang diendus, masih berkaitan dengan asmara.

Atas kasus tersebut, keluarga siswi J sudah melaporkannya ke Polsek Woha atas kasus penganiayaan. Keluarga siswi J yang enggan menyebutkan namanya mengaku sudah mendapat kepastian atas kasus tersebut. Yakni sejumlah siswi yang terlibat Sabtu (27/10/18) besok akan dipanggil pihak kepolisian. (Poros-07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.