Banner iklan disini Banner iklan disini

Dr Karyadin : Soal PAS SMP 2018/2019 Akan Diseragamkan

Rapat Koordinasi Persiapan Penialaian Akhir Semester Ujian Nasional 2018/2019, Rabu (21/11/18) di Gedung SMAN 1 Woha Bima.
Bima, Poros NTB.- Kepala Seksi Kurikulum SD SMP Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Dr Karyadin, menyatakan, Tahun 2019 ini, pihaknya akan menyeragamkan pembuatan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) atau yang dulunya disebut Ujian Akhir Semester (UAS).

“Jika sebelumnya soal PAS dibuat oleh sekolah masing-masing, sekarang akan kita seragamkan,” ujar Doktor Manajemen Pendidikan ini, usai menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Penialaian Akhir Semester Ujian Nasional 2018/2019, Rabu (21/11/18) di Gedung SMAN 1 Woha Bima.

Kegiatan bertema “Wujudkan Ujian Berintegritas, Menyongsong Era Revolusi Pendidikan Kabupaten Bima 2019” ini dihadiri oleh Komponen Ketua MKKS, Kepala UPT, Pengawas, dan Kepala SMP se-Kabupaten Bima.

Dr. Karyadin
Kegiatan rutin tiap semester ini, lanjut Dr. Karyadin, diadakan untuk memastikan Penilaian Akhir Semester dan Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala. Terutama untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Misalnya, Penilaian Akhir Semester harus sesuai kalender pendidikan. Yakni dilakukan mulai Tanggal 3 sampai 8 Desember nanti,” terang sang Doktor.

Lebih jauh mengenai penyeragaman soal PAS, Dr. Karyadin, mengungkapkan, pihak Dikbdupora Kabupaten Bima akan membentuk Tim untuk menyusun soal PAS yang akan diseragamkan ini.

Ia memastikan, tim yang terbentuk nantinya akan diisi oleh orang-orang yang berkompeten dan tentunya netral, sehingga dapat menjaga aspek obyektivitas dari ujian itu sendiri.

“Karena nanti orang-orang yang akan direkrut sebagai Tim Penyusun soal PAS akan melewati tahapan Fit and Proper Test terlebih dahulu. Jadi dijamin kompeten dan netral,” cetusnya.

Sementara para peserta yang hadir dalam Rapat Koordinasi sudah menyepakati penyeragaman soal PAS ini. Lalu apa kelebihan dari penyeragaman soal PAS itu sendiri?

“Penyeragaman soal ini akan memudahkan pemetaan bagi dinas terhadap kemampuan akademis peserta didik. Jadi kalau ada kelemahan, nanti dapat dilakukan remedial dan sejenisnya,” tutur Dr. Karyadin.

Tak hanya itu, siswa yang berada dalam perangkingan 1 sampai 3, akan diberikan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik sebagai insentif.

Untuk besarnya insentif, tak disebutkan pasti. “Nanti akan disesuaikan dengan anggaran Dikbudpora,” imbuhnya.

Dengan adanya insentif ini, diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa dalam nuansa persaingan yang sehat.

Selain membahas penyeragaman Soal, untuk Ujian Nasional 20118/2019 ini, pihak sekolah dapat memilih melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Dengan begitu, sekolah yang tidak mampu secara sarana dan prasaran, tidak harus memaksa diri menerapkan UNBK tapi dapat memilih UNKP.

“Yang pasti ujian itu harus berintegritas tinggi tanpa rekayasa. Makanya harus riil sesuai keadaan (kemampuan) sekolah,” pungkas Dr. Karyadin. (Aden)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.