Banner iklan disini Banner iklan disini

Wisuda ke Tujuh, STIKES Yahya Buktikan Kampus Sehat dan Berdaya Saing

WISUDA: Ketua STIKes Yahya Wahidah SKep MKes saat mengukuhkan wisudawati, Sabtu (8/12). 

Bima, porosntb.com-STIKes Yahya Bima kembali mewisuda mahasiswa jurusan kebidanan dan keperawatan, Sabtu (8/12). Dalam wisuda angkatan ke tujuh ini, perguruan tinggi yang beralamat di Desa Talabiu Kecamatan Woha itu mewisuda 65 mahasiswa. Terdiri dari 11 orang jurusan D-3 Kebidanan dan 54 orang jurusan S-1 Keperawatan.

Wisuda yang dihadiri langsung Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris LLDikti Wilayah VIII Bali Nusra, ketua IBI dan ketua PPNI itu berlangsung di halaman kampus setempat.

Dewan pembina Yayasan STIKes Yahya Bima Yahya SKM MKes mengucapkan terimakasih kepada keluarga mahasiswa karena sudah percaya kepada kampus setempat. Sekaligus mengapresiasi para wisudawan dan wisudawati yang sudah melaksanakan studi tepat waktu.

Menurutnya, ini menjadi tolak ukur untuk menggapai akreditasi yang lebih baik. Karena selama proses perkuliahan, tidak ada mahasiswa yang di Drop Out (DO, red) serta konsisten meningkatkan mutu kampus.

"Kebanggaannya adalah semua mahasiswa kita bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Sembilan tahun kampus berdiri, tiga tahun pertama begitu fenomenal. Tiga tahun kedua STIKes Yahya menuai dinamika. Namun pada periode tahun ketiga, semuanya tuntas. Kita mulai dari titik nol, kita terus keluar untuk mengembangkan potensi kampus untuk terus bersaing," tutur Yahya saat memberikan sambutan.

Pihaknya berupaya untuk tetap berdiri di kaki sendiri. Itu dibuktikan dengan menggelar wisuda di halaman kampus sendiri. Dan bertekad untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada di kampus untuk pelayanan perkuliahan.

Disamping itu, dirinya juga mengungkapkan, tahun 2018 ini ada empat orang dosen yang kembali ke kampus setelah menempuh studi dari delapan orang dosen yang diutus.

"Dengan kualifikasi dosen yang baik, tentu akan membawa kampus ini lebih baik. Terlebih dalam menjemput akreditasi tahun depan. Para dosen yang telah disekolahkan itu akan diberi kompetensi dan menjadi fasilitator untuk pengembangan SDM di Bima. Ini yang menjadi sumbangsih kami untuk daerah dalam semangat pengembangan pendidikan," tegas bapak satu anak ini.

Untuk itu, STIKes Yahya berharap bisa diberi ruang untuk beraktifitas. Karena para dosen yang kembali setelah menempuh studi nanti akan menjadi peneliti. Sehingga menjadi acuan dan instrumen dalam pelayanan kesehatan ke depan.

Pada 2019 mendatang, STIKes Yahya kembali akan melakukan pengembangan dengan membuka jurusan profesi Ners. Karena syarat untuk memperoleh jurusan tersebut sudah terpenuhi semua. Mulai dari akreditasi, hingga pemenuhan tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi khusus.

"Reakreditasi sudah kita lakukan, tinggal menunggu hasil satu atau dua bulan lagi. Lima dosen kami semoga segera dapat sertifikasi, karena empat orang sudah mendapatkan nomor induk," ujar pria kelahiran Desa Kalampa Kecamatan Woha ini.

Yahya juga sudah siap mengeluarkan izin profesi Ners karena enam orrang dosennya sudah memenuhi syarat. Bahkan satu orang lagi akan kembali dari studi luar negeri.

"Sengaja kami sekolahkan khusus. Ini berkat dukungan wali mahasiswa sehingga kami bisa menciptkan tenaga pendidikan yang handal," terangnya.

Sekretaris LLDIKTI VIII Bali-Nusra, Ana Agung Ngurahrai menyampaikan, saat ini persaingan PT sangat ketat sehingga wajib meningkatkan mutu. Pihaknya juga sudah menerbitkan standar berupa akreditasi. Seperti bagaimana membuat kampus sehat dan berdaya saing. Dengan berorientasi mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Sehat secara organisasi tentu tidak ada konflik yayasan, senat dan alumni. Saya yakin STIKes Yahya sudah berhasil melakukannya. Kampus ini juga sudah sehat secara akademik dengan memiliki dosen yang sudah S-2," ujarnya.

Dia juga menegaskan, kampus "Ungu" itu sudah mampu memberikan pelaporan yang baik. Serta telah terlibat langsung dalam mencerdaskan bangsa.

"Jangan ragu untuk menyekolahkan anak ke sini (STIKes Yahya, red), saya jaminannya. Karena kampus ini mendapat program pembinaan dari Dikti. Kalau kampus tidak baik, tentu bantuan ini tidak bisa kita berikan. Ini artinya kampus STIKes Yahya sudah sehat dan mampu berdaya saing," tuturnya.

Sebagai satu-satunya kampus kesehatan yang ada di Kabupaten Bima, Agung yakin kampus tersebut akan maju dan terus bersaing. Karena saat ini kampus tersebut perlahan sudah menunjukkan prestasinya. Bahkan kata dia, saat ini STIKes Yahya sudah menjadi salah satu kampus terbaik.

"STIKes Yahya akreditasinya sudah baik dan semoga lebih baik lagi. Kami akan suport program Ners yang direncanakan. Laporannya juga sudah sangat bagus, ijazahnya legal dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga berterimakasih karena PT ini telah maksimal memperbaiki tata kelola kampus. Sarpras juga sudah memenuhi dan akreditasinya juga sudah oke," tandasnya. 

Sementara itu, Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri SE menilai, wisuda tersebut membuktikan keuletan dosen daalam membimbing mahasiswa. Sebagai pemerintah daerah, Bupati Bima mengapresiasi STIKes Yahya, karena berdiri di Bima.

"Ini sangat menguntungkan bagi masyarakat Bima dan sekitarnya. Ini indikator untuk memajukan IPM di Bima. Walaupun pemerintah belum maksimal menyentuh dan suport, tapi kami bangga karena orang tua tidak lagi mengeluarkan biaya banyak untuk kuliah di luar daerah. Karena di daeah sendiri kita sudah punya," ujarnya.

Dinda berharap wisudawan dan wisudawati mampu memberikan kontribusi postif bagi pembangunan daerah. Dia juga berpesan kepada wisudawan untuk tidak sombong lamaran sudah berubah status menjadi sarjana.

"Jangan lupakan rido orang tua. Ingatlah keuletan orang tua untuk memenuhi kebutuhan kalian dalam menempuh studi," pesannya.

Di hadapan undangan, Dinda mengaku bangga sebagai masyarakat Bima. Meski Bima adalah daerah tertinggal, miskin dan tak terpelajar, tapi masyarakatnya punya semangat menyekolahkan anak mereka agar pintar dan sukses.

Selain itu, ibu dua anak ini juga menyadari betul penyebaran tenaga kesehatan di Kabupaten Bima masih kekurangan.

"Untuk itu kami butuh masukan dari birokrasi juga akademisi demi Bima yang lebih baik," pungkasnya. (Poros-07)






















Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.