Begini Tanggapan Pihak SMAN 2 Monta Terkait dana PIP

Wakasek SMAN 2 Monta

Bima, Poros NTB.- SMAN 2 Monta saat ini disorot oleh beberapa orang tua murid terkait dana PIP. Salah seorang orang tua murid tersebut adalah Abdullah.

Ia mempertanyakan tentang anaknya yang tahun lalu mendapatkan bantuan dari dana PIP. Namun tahun berikutnya, tanpa alasan yang jelas anaknya tidak lagi mendapat dana yang bersumber dari APBN tersebut.

Padahal logikanya, kata dia, jika tahun sebelumnya si anak mendapatkan dana PIP, mestinya tahun berikutnya ia akan kembali dapatkan. Mirisnya kata dia, pihak sekolah tidak memberikan alasan yang jelas terkait hal itu.

Menanggapi hal itu, Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Monta memberikan klarifikasinya kepada Pewarta Poros, baru-baru ini di ruang kerjanya.

Kata dia, bahwa dana PIP ini tidak serta merta didapatkan oleh semua siswa, namun berdasarkan kriteria yang ada. Pun, untuk siswa yang sebelumnya sempat menikmati dana PIP tersebut, tidak serta merta pula akan mendapatkannya pada tahun berikutnya.

“Tentang prosedur pengajuan dana PIP, kita dari pihak sekolah mengentri seluruh jumlah siswa dan siswi langsung ke pusat, untuk penentuan berapa jumlah siswa yang akan mendapatkan dana PIP tersebut,” tuturnya.

Kemudian, imbuhnya, pihak sekolah hanya menunggu hasil penyaringan pusat yang akan menerbitkan daftar siswa penerima manfaat PIP.

Ia juga menegaskan, bahwa jika ada rumor yang beredar tentang adanya pemotongan dana PIP oleh pihak SMAN 2 Monta, maka ia memastikan rumor tersebut tidak benar.

“Jadi tidak ada potongan dalam bentuk apapun. Bahkan ketika siswa dan siswi yang mendapatkan dana PIP ini masih ada yang menunggak. Pihak sekolah tidak memaksa untuk membayar dengan cara memotong dana tersebut.” Tegasnya.

“Tergantung dari orang tua murid, tetapi pihak sekolah pun akan memberitahukan kepada orang tua murid soal tunggakan yang belum dibayarkan.” Urainya lebih lanjut.

Sementara menanggapi anggapan SMAN 2 Monta yang menerapkan “pilih kasih” dalam mengajukan dana PIP, dia membantahnya mentah-mentah.

Karena kata dia pihak sekolah sudah semaksimal mungkin bekerja sesuai procedural dan tanpa pandang bulu, apalagi pilih kasih.

“Tidak benar ada anggapan bahwa pihak sekolah pilih kasih, atau memotong dana PIP. Yang benar, dana ini seluruh anak didik akan mendapatkan tanpa terkecuali asal memenuhi kriteria khusus, meskipun realsisasinya secara bertahap,” bebernya.

Ia mencontohkan, siswa yang mendapatkan dana ini di kelas 7, belum tentu di kelas 8 akan dapat kembali. Karena semuanya yang menentukan adalah pusat, bukan provinsi, apalagi sekolah.

“Pihak sekolah hanya menunggu bola saja. Tidak bisa menentukan siapapun yang akan dapat bantuan dana PIP, dan beberapa hari sebelum dana ini akan dibagikan, pihak sekolah mengundang para orang tua murid untuk diberikan sosialisasi bahwa anak mereka dapat dana bantuan PIP dengan jumlahnya sekian-sekian,” ungkap sang Wakasek.

Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Seperti miss persepsi yang menyudutkan sekolah. Juga agar (dana PIPI) tidak disalah gunakan oleh siswa dan siswi yang bisa mencemari nama baik sekolah,” ujarnya menyudahi. (Teddy)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.