Mantan Kades Kananga Buka Mulut Soal Jual Aset Desa




Bima, porosntb.com- Mantan Kades Kananga, M Nur SH angkat bicara soal tudahan telah menjual aset desa. Dia tidak berkilah dengan berita miring yang dialamatkan kepadanya. Dia mengakui telah menjual aset desa yang berlokasi di watasan Desa Rato seluas 7 are tersebut dengan harga sebesar Rp 30 juta. Sang mantan juga mengakui telah menggadaikan tanah seluas 24 are di watasan Desa Sondosia sebesar Rp 20 juta.

"Saya akui kedua lokasi tanah yang merupakan aset desa tersebut sudah saya jual dan gadai. Tanah itu merupakan hibah dari H Marhaban untuk pemerintah desa," aku M Nur saat ditemui di kediamannya, Kamis (2/5/19).

Kata dia, dijualnya aset tersebut bukan tanpa alasan. Dia merasa telah berkorban banyak untuk mendapatkan kembali tanah itu lantaran sempat diambil alih oleh pemerintah daerah. Dia mengaku, penjualan itu sebagai ganti rugi biaya dan capek untuk memperjuangkan tanah tersebut dari Pemda saat terjadi tarik ukur aset beberapa tahun lalu.

"Karena perjuangan panjang saya akhirnya aset itu bisa kembali menjadi aset desa. Dan dalam perjuangan itu saya banyak menghabiskan tenaga dan materi," ungkapnya.

Selain itu katanya, semua yang dia lakukan sudah berkoordinasi dan meminta petunjuk para tokoh masyarakat setempat.

Setelah berhasil menarik kembali aset itu, dia meminta Kades Kananga saat itu, H Anwar dan para tokoh di desa agar tanah itu dijual sebanyak 10 are sebagai pengganti  biaya yang dia keluarkan. 

"Setelah ada petunjuk tersebut saya menjual aset itu sebagai kompensasi atas biaya saya yang habis," ungkapnya.

Kemudian terkait aset yang digadaikan itu, pihaknya akan menebus kembali sekitar September mendatang. 
"Saya gadaikan aset itu karena terdesak untuk biaya pengobatan istri saya di Mataram. Dan insya Allah September mendatang akan saya keluarkan tanah yang digadaikan tersebut," tuturnya.

Dia berharap pada pemerintah desa setempat untuk benar-benar menertibkan seluruh aset yang ada di desa setempat. Bukan saja masalah tanah. Tapi juga fasilitas lainnya seperti motor dinas Sekrtaris, TV, Kamera, Saund Sistem, Komputer, Telaris, Kaos BPD dan Bibit ternak.
"Semua aset ini harus ditertibkan. Bukan saja masalah tanah. Tapi semua aset yang menjadi milik desa," tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPD Kananga, Haerul Rahman SPd menyampaikan terkait penjualan aset yang berlokasi di watasan Desa Rato tersebut pihaknya tak mengetahuinya. Akan tetapi menyangkut aset yang berlokasi di watasan Desa Sondosia pihaknya mengetahui bahwa tanah itu kembali atas perjuangan mantan Kades M Nur SH.
"Saya pernah diajak sama mantan kades terkait aset yang ingin diambil alih oleh Pemda tersebut. Tapi kalau menyangkut aset yang dijual di watasan Desa Rato saya tidak tahu," ujarnya.
Terkait dengan persoalan tersebut selaku BPD akan memfasilitasi pertemuan dengan menghadirkan beberapa orang yang terlibat di dalamnya. Untuk mendengar keterangan atas persoalan tersebut.
"Insya Allah semua tokoh akan kita undang juga dalam pertemuan itu, yang Insya Allah berlangsung di Aula BPD, Sabtu (4/5) mendatang," pungkasnya. (Poros08)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.