Masjid Go Internasional, STKIP Tamsis Datangkan Ulama Besar Gaza Palestina




Ketua STKIP Tamsis (baju merah) saat berdialog dengan ulama besar Gaza, Palestina 




Bima, porosntb.com-STKIP Taman Siswa Bima kembali membuat kejutan. Kali ini, masjid Sudirman di kampus setempat dikunjungi oleh ulama besar dari Gaza, Palestina. Ini bukan kali pertama masjid tersebut dikunjungi ulama besar luar negeri, tahun lalu pun demikian. Ini menunjukkan program "Dzikir" yang didengungkan kampus setempat selama lima tahun ini mampu menarik perhatian dunia dan sudah go internasional.

Yang lebih spesial lagi, kedatangan syekh Ahmed Said Ibrahim Al Masamha ini langsung memberikan tausiyah sekaligus memimpin jalannya salat Jumat di masjid setempat. Selian itu, syekh yang juga sebagai khatib Masjid Wakaf, Gaza, Palestina ini mengabarkan kondisi terkini di negaranya yang masih dijajah zionis Israel.

Diskusi sebelum sholat jumat


Hal tersebut untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari masyarakat Bima khususnya kaum akademisi terkait kemalangan yang sedang dihadapi warga Palestina. Di mana saat ini dukungan dari Indonesia tampak meredup karena tertutupi euforia Pemilu 2019.

Oleh karena itu, kampus Merah tersebut bertekad terus menyebarluaskan semangat kepedulian terhadap warga Palestina, khususnya di lingkungan kampus.

Dalam tausiyahnya, syekh yang juga master bidang fiqih perbandingan ini menceritakan bagaimana semakin terdesak warga Palestina beberapa hari terakhir ini pasca pendudukan ilegal zionis Israel di sekitar Masjid Al Aqsha. Bahkan kondisi masyarakatnya diperkirakan bakal lebih parah di masa mendatang.

Perkiraan ini diperkuat oleh pernyataan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyatakan bahwa wilayah Palestina, khususnya Kota Gaza, tidak layak huni pada 2020.

Syekh Ahmed Said Ibrahim saat tausyiah di masjid Sudirman STKIP Tamsis


Atas kondisi ini, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia diharapkan dapat melakukan langkah konkret membantu warga Palestina.


Sementara itu, Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi menyampaikan, kedatangan syekh Palestina di masjid kampus menjadi berkah tersendiri. Karena dua tahun berturut-turut masjid tersebut mendapat anugerah besar dari Allah.

"Dua Syekh yang mengisi ceramah merupakan hafiz Quran dan doktor ilmu fiqih lulusan Turki," ujarnya. 

Terpilihnya masjid kampus Berkah Sudirman sebagai lokasi tausyiah sekaligus jumatan khusuk di luar dugaan tanpa direncanakan.

"Ini artinya bahwa Masjid Berkah Sudirman  sudah go internasional. Sudah dikenal dan menjadi referensi di negara Islam," kata doktor muda ini, bangga.  

Diyakini, iklim dzikir yang sudah jadi program unggulan lima tahun terakhir menjadi salah satu kekuatan mendatangkan anugrah para syekh tersebut.

"Berbagai kegiatan iklim dzikir seperti kultum, rutin baca Qur'an selepas sholat fardhu berjamaah, kuliah dhuha, setor hafalan bagi pegawai, dosen, dan mahasiswa bahkan untuk menerima pegawai/dosen serta kenaikan pangkat harus setor hafalan. Ini yang terus kita lakukan untuk menjadikan kampus berkarakter Islam," pungkasnya.(poros07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.