Pemungutan Biaya Perekrutan Ketua RT Desa Nggembe Menuai Protes

Pendamping Teknis Pemerintah Desa Nggembe, R. Ramadan
Bima,Poros NTB.- Adanya pungutan biaya dalam perekrutan 19 orang Calon Ketua RT di Desa Nggembe Kecamatan Bolo menuai protes dari warga yang juga Pendamping Teknis Pemerintah Desa (PTPD) setempat, S.Ramadan.

“Saya menyesalkan adanya biaya yang harus disetor oleh para calon ketua RT,” cetusnya pada awak media ini, Selasa (2/7/19) kemarin.

Ia mempertanyakan dana setoran sebesar Rp 150.000,- dari setiap calon ketua RT yang jika ditotalkan, sebesar Rp. 2.850.000 tersebut, akan digunakan untuk apa.

Sementara, hematnya, merujuk aturan yang ada, tidak ada biaya yang harus dipungut pada perekrutan ketua RT seperti yang terjadi di Desa Nggembe saat ini. "Jangankan Ketua (RT). Pemilihan Kepala Desa saja tidak memakai anggaran. Masa pemilihan ketua RT yang ngga ada gajinya harus dipungut juga biaya," herannya.

Informasi pemungutan biaya ini, diketahuinya, lewat sosialisasi oleh Kepala Dusun dalam setiap hajatan keluarga yang digelar oleh warga.

Sementara itu, PJ Kades Nggembe, Adnan S.Sos, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengatakan, pemilihan ketua dari 19 RT yang ada di 7 dusun di Desa Nggembe yang berakhir masa tugasnya Mei lima lalu itu, memang tidak dianggarkan oleh Pemdes.

Namun Adnan sendiri, mengaku, awalnya ia hanya menginstruksikan kepada Sekdes agar mensosialisasikan adanya perekrutan Ketua RT.

Dirinya tidak menyangka, akan adanya biaya yang akan dipungut seperti yang disosialisasikan para kadus dalam setiap hajatan.


"Selaku pejabat desa, (saya) akan memanggil dulu para kadus atas hal itu," pungkasnya. (Poros08)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.