Bupati Bima Diserang Hoax "Diperiksa KPK", Berikut Penjelasan Bagian Humas

Kasubag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Bima, Zainuddin, SS
Bima, Poros NTB.- Rumor tak sedap menyerang Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, melalui postingan warga net di jejaring social Facebook.

Sepanjang hari ini, saya sebagai Kasubag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Bima menerima banyak pertanyaan dari elemen masyarakat yang menanyakan kepastian kebenaran dari beberapa postingan warga net melalui Facebook,” ujar Kasubag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Bima, Zainuddin, SS, Rabu (14/8/19) kemarin, dalam press releasenya.

Menurut Zainuddin, rumor tersebut, menyebut, Bupati Bima diperiksa oleh KPK pada Rabu kemarin.

Demi kepastian dan kebenaran informasi public, perlu saya jelaskan beberapa hal,” ujarnya.

Beberapa hal yang dimaksudnya, yakni, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri pada Rabu itu sedang berada di Bima, melayani semua elemen. Terkait berbagai hal, baik yang berhubungan dengan hajat social maupun urusan pemerintahan.

Sementara pada siang menjelang sore hari, imbuhnya, bupati beserta pihak terkait melaksanakan perjalanan dinas menuju Kecamatan Sanggar.

Hingga pernyataan persnya ini dilansir, bupati beserta rombongan masih berada di lokasi guna melakukan pemantauan secara langsung dampak Kebakaran Kawasan Usaha Tani Lestari Doro Tabe (Kawasan Taman Nasional Piong) seluas lebih kurang 400 Hektar.

Dengan demikian, kata Zainuddin, bahwa postingan yang menyebut Bupati Bima diperiksa KPK tersebut merupakan fitnah dan Hoax. “Sehubungan dengan postingan fitnah HOAX tersebut, dihimbau kepada semua pihak untuk secara bijak dan objektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga tidak melahirkan persepsi atau prasangka yang kurang edukatif,” himbaunya.

Ia juga mengajak masyarakat, agar memanfaatkan Media Sosial sebagai wasilah untuk membangun komitmen kolektif, guna menciptakan iklim kondusif yang dibarengi dengan produktivitas karya, sehingga para pihak memiliki dorongan dan keyakinan untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam setiap ikhtiar membangun.

“Bukan sebaliknya,  mengikuti arus menggunakan media sosial sebagai alat menyebar  berita-berita hoax bernuansa fitnah, adu domba dan memecah belah serta muatan muatan lain yang dapat mereduksi nilai nilai moral dan etika,” pungkas Zainuddin. (Poros06)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.