Pernah Karang Buku Pidana, Juga Berkontribusi Melalui Saber Pungli

Ady Irawan, SH. MH


Bima, Porosntb.com-Lelaki yang akrab disapa Ady ini menambah deretan dosen STKIP Tamsis yang diakui dunia luar. Ady ikut berkontribusi dalam memberikan buah pikiran dalam pemberantasan praktek pungutan liar dengan menjadi Tim Ahli Saber Pungli Kabupaten Bima. Dia adalah satu dari dua dosen di Bima yang dipakai tenaganya oleh pemerintah daerah di bidang tersebut. Berikut ceritanya.

_________________



Namanya Ady Irawan SH MH. Lulusan Universitas Islam Indonesia ini seakan tak pernah habis mengharumkan nama almamater STKIP Tamsis. Dosen pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan ini menambah deretan nama dosen terbaik milik "kampus merah" yang diakui kompetensinya oleh dunia luar.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu bukan saja berprestasi di internal kampus dengan meraih beberapa hibah Dikti, pada 2018 lalu. Tapi kemampuan di bidang keilmuan juga membawanya meraih hibah di eksternal. Kompetensinya yang memukau, memantik perhatian pemerintah daerah untuk merangkulnya. Iya, lelaki enerjik ini menjadi satu dari anggota Tim Ahli Saber Pungli Kabupaten Bima.

Kepiawaian dalam menyusun regulasi membuat lelaki yang kerap menulis di kolom opini media massa ini memang patut diakui. Ini terbukti dengan beberapa konsep yang disuguhkan dalam implementasi penanganan pungli di Kabupaten Bima.

"Kita yang konsepkan bagaimana kinerja Pokja di Saber Pungli," ujarnya.

Nama dosen yang mengajar di Prodi PGSD, Bahasa Inggris dan PTI ini semakin melejit setelah berhasil meluncurkan buku hukum pidana. Buku yang ditulis sendiri dengan judul kejahatan terhadap ideologi negara itu semakin mengokohkan namanya di deretan dosen terbaik.

Jebolan magister ilmu hukum UII Yogyakarta tahun 2012 ini juga punya treck record bagus di masyarakat. Ady kerap dilibatkan dalam penyusunan panitia seleksi RPJMD. Di tingkat provinsi, pria kelahiran Desa Rato Sila, 1 Oktober 1986 ini juga menjadi Tim DPW Tipikor NTB.

"Banyaknya kasus pungutan liar saat ini menjadi atensi kami. Rencananya, saya juga akan laksanakan workshop tentang itu di Kecamatan Bolo," katanya.

Sementara di internal kampus, sudah banyak yang ia berikan. Tidak saja iklim pikir berupa keilmuan yang dimiliki, tapi juga di bidang iklim zikir. Diakui, untuk menjadi dosen terbaik di STKIP Tamsis tidak mudah. Selain ilmu pengetahuan, juga harus didorong dengan ilmu keagamaan.

"Di Tamsis ini memang ada indikator perenkingan untuk menjadi dosen terbaik. Dari segi penelitian, pengajaran dan pengbdian. Serta tidak ketinggalan iklim zikirnya," ungkap Ady.

Menurutnya, untuk menjadi dosen terbaik tentu harus dibekali dengan kerja keras, integritas dan punya karakter. Bahkan, dosen yang kerap menjadi ketua panitia wisuda ini harus mengikuti seminar dosen dan menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan.

"Jadi narasumber kirab remaja empat pilar kebangsaan MPR RI sudah beberapa kali diundang. Ini juga bagian dari indikator penilaian itu," katanya.

Bahkan, tidak jarang dia harus menyusun karya ilmiah dan melakukan penelitian demi meningkatkan kompetensinya.

"Baru saja saya ajukan lagi untuk hibah penelitian dan pengabdian," beber pria bertubuh ideal ini.

Diakui, ia besar dari keluarga yang berpendidikan. Orang tuanya adalah guru SD, kakak pertamanya merupakan guru SMK dan kakak keduanya juga dosen. Meski disiplin ilmu yang digeluti tidak condong pada pendidikan, namun karena darah pendidikan yang mengalir membuatnya tidak bisa jauh dari pendidikan. Hal ini juga tidak terlepas dari kemauannya untuk terus belajar dan menggali kompetensi yang dimiliki.

Hal ini yang coba dia salurkan dalam teknik pengajaran di kampus. Sebagai sekretaris tim penjamin mutu, dia mencoba mengembangkan dan evaluasi pengajaran dosen.

"Sebagai pemangku mata kuliah umum, saya terus update info terkini. Isu-isu itu saya kemas dan membawanya ke metode pembelajaran berupa debat dan diskusi," terangnya.

Ady mengaku bersyukur bisa bergabung dengan STKIP Tamsis sejak 2012 lalu. Satu hal yang dia tanamkan pada dirinya untuk tetap menjaga kepercayaan kampus, yakni integritas dan penanaman karakter.

Menurutnya, STKIP Tamsis di bawah komando Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi telah berlari kencang. Dengan Motto "Tamsis Beradab go Internasional", Ady yakin upaya kampus untuk melenggang ke kancah dunia akan terbuka. Selain karena telah menjalin kerjasama dengan kampus mancanegara, STKIP Tamsis juga terus berbenah dengan berupaya mengubah status menjadi universitas.

"Kita terus mengembangkan sayap. Prospek ke depan, Tamsis ini sangat cerah. Dan akan menjadi salah satu kampus terkemuka di NTB," tutupnya. (*)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.