Desember 2019


Kepala Bandara Bima, I Kadek Yuli Sastrawan, S.IKom

Bandar udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima kini bisa disejajarkan dengan bandara di kota-kota besar. Meski belum berstatus internasional, bandara kebanggaan masyarakat Bima, Kota Bima dan Dompu tersebut terus mengalami pembenahan total. Baik dari pelayanan keamanan hingga infrastruktur pendukung. Dibalik perubahan yang mencolok tersebut, ada sosok I Kadek Yuli Sastrawan yang memiliki peran penting di belakangnya. Berikut catatannya. 


Bima, porosntb.com-Pengerjaan Bandara Bima terus digenjot. Mulai pembangunan tempat ibadah, pagar keliling hingga perpanjangan runway. Pengerjaan sejumlah item tersebut ditargetkan rampung tahun ini. 

Selain pengerjaan fisik, bandara juga sudah siap memberikan pelayanan keamanan prima terhadap pengguna jasa angkutan udara. Dengan menjalin kemitraan dengan pihak imigrasi dan memperketat pengamanan di dalam lingkungan bandara. Hal ini sudah tampak sejak bandara Bima dinahkodai I Kadek Yuli Sastrawan, S.IKom.

Dalam rentang waktu setahun ini, kepala Bandara yang akrab disapa Kadek tersebut mampu menyulap wajah bandara Bima. Selain banyaknya progres positif di bidang infrastruktur, bukan menjadikan Kadek puas untuk terus membangun. Bahkan, plan besar ke depan adalah pembenahan total di sisi terminal. 

Rencananya, terminal mewah bandara Bima akan dibangun berlantai dua di sisi utara. Dari master plan, desain terminal akan dibangun sesuai ciri khas Bima. Sementara terminal saat ini akan diratakan untuk kargo dan perluasan parkir.

Hanya saja kendala saat ini menurut Kadek, ada pada penggunaan VIP yang tidak teratur dan petani tambak yang masih keluar masuk lintasan runway. Menurutnya, saat ini penggunaan VIP belum diatur oleh Pemda. Seperti pejabat setingkat mana yang boleh menggunakan VIP. Karena selama ini, hampir sejumlah pejabat eselon satu hingga pejabat teras di daerah masih sering menggunakan VIP. Padahal kata Kadek, hal ini sangat riskan soal keamanan, sehingga perlu dibuatkan aturan khusus bagi penumpang yang bisa menggunakan VIP.

"Ini menjadi tantangan kita di Bandara dalam menciptakan keamanan. Pemerintah daerah yang memiliki VIP, mestinya mengatur pejabat setingkat mana yang boleh melalui VIP. Biar lebih tertib lagi," ujar Kadek saat ditemui di ruang kerjanya. 

"Begitu juga soal petani tambak. Idealnya, aktivitas ini tidak boleh ada di areal bandara. Tapi karena memang belum ada jalan tani di luar areal bandara, sehingga terpaksa para petani kami izinkan keluar masuk lintasan bandara. Bahkan, kami antar jemput agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur pria yang punya visi konstruktif ini. 

Kadek berharap persoalan tersebut segera ada solusi. Pihaknya siap mendukung, jika Pemda bersedia. Demi pembangunan Bima yang berkemajuan. 

Terkait soal terminal baru berlantai dua yang akan dibangun, kepala bandara Low Profile ini menargetkan pengerjaannya pada tahun 2020. Meski demikian, pria asal Pulau Dewata tersebut berharap dukungan dan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menyukseskan apapun pembangunan di bandara. 

"Semuanya tergantung masyarakat. Jika ingin maju, ayok kita sama-sama mendukung kegiatan di bandara. Kami pastikan bandara ini akan jauh lebih baik, lebih tertib, lebih aman, selama kita mau berubah sedikit-sedikit," harapnya. 

Sementara untuk menyambut pesawat berbadan lebar, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima sudah memperpanjang runway. Tahun 2020 ini diproyeksikan untuk diaspal. 

Saat ini, bandara yang digunakan oleh tiga daerah administrasi tersebut baru memiliki landasan sepanjang 1600 meter. Meski begitu, bandara ini mampu menghadirkan pesawat Boeing 737 seri 500. Dan saat ini, landasan bandara setempat sedang dikerjakan perpanjangan menjadi 2200x30 meter. 

Perpanjangan Runway ini merupakan impian masyarakat Bima, Kota Bima dan Dompu. Dalam waktu tidak lama lagi, landasan yang akan didarati pesawat Boeing 737 seri 800 ini akan segera terwujud. Pihak bandara sendiri sudah siap menyambut perubahan besar tersebut.(*)

Penulis : Edo

Sukses Tanamkan Karakter Islami pada Mahasiswa

Beginilah suasana iklim dzikir di STKIP Tamsis Bima


Tiga tahun sudah program iklim dzikir mewarnai dunia perkuliahan di STKIP Taman Siswa Bima. Program yang digagas oleh sang ketua Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi ini sukses membawa dampak positif bagi kampus. Khususnya para mahasiswa dalam mengenal Alquran untuk mendekatkan diri pada Allah. Sudah banyak mahasiswa bahkan dosen yang pandai membaca dan bahkan menghafal Alquran melalui program ini. Di balik suksesnya program tersebut, ada sosok penting di belakangnya. Dia adalah Muhammad MPd.I. berikut ulasannya. 

Bima, porosntb.com- Muhammad, M.Pd.I., sudah mendampingi program Iklim Dzikir Mahasiswa di STKIP Tamsis Bima selama tiga tahun terakhir. Program Islami yang mengedepankan belajar membaca dan menghafal Alquran tersebut dalam rangka pengamalan nilai alquran dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Berkat kegiatan yang dibangun itu, banyak mahasiswa yang lancar membaca dan berhasil menghafal pegangan umat islam itu.

"Saya sudah menjalankan program iklim dzikir untuk mahasiswa, hampir 3 tahun. Metode  yang digunakan dengan meminta mahasiswa menyetor hafalan alquran. Biasanya, surah arrahman, Juz 30, Yasinn dan ayat-ayat lainnya," papar dosen di Prodi PGSD itu saat ditemui media ini di Masjid Sudirman, Jumat (28/12/2019).

Menurut Muhammad, via program tersebut yang dibina adalah terbentuknya karakter Dinul Islam pada mahasiswa. Atau, nilai-nilai Qurani tertanam. "Mahasiswa yang mampu menyelesaikan hafalan, hampir 90 persen dari semua mahasiswa yang mengikuti program ini (Iklim Dzikir, red). Kami ada dalam program ini sejak akhir 2017 sampai sekarang," ungkapnya.

Disinggung terkait ketertarikan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahannya itu, Muhammad mengaku mendapat banyak tanggapan yang positif. Nuansa baca alquran mahasiawa menurut pandangannya, sangat besar. Karena ada mahasiswa yang mengaku, di STKIP Tamsis Bima baru mendapatkan bimbingan Alquran.

 "Menurut mereka (mahasiswa, red) di SMA malah merasa kurang. Bahkan, ada mahasiswa yang belum pernah memegang Alquran, setelah masuk STKIP Tamsis Bima baru dilatih memegang, membaca, menghafal dan memgamalkan nilai Quran," terangnya seraya mengaku pernah juga memegang mahasiswa bidik misi pada tahun 2018 lalu.

Apa tujuan dari dilaksanakan program ini? Jelas dia adalah bagaimana karakter mahasiawa yang awalnya acuh dengan Alquran, dengan cara ini diajarkan mahasiswa untuk mengerti landasan dasar dalam beragama dan sosial. Makanya, tujuannya adalah untuk membangun karakter mahasiswa yang beradab demi peradaban yang baik," jawab Muhammad.

Masalah arah riset, Muhammad mengaku pernah meneliti tentang kemauan membaca alquran. Dirinya juga pernah terlihat dalam PKM. "Iklim Dzikir adalah luaran dari penelitian yang pernah kami lakukan. Harapannya, dosen yang lain membantu berjalannya Iklim Dzikir yang ada di Masjid Sudirman," tekannya seraya menyebutkan matakuliah yang diampunya.
"Saya mengampu matakuliah Pendidikam Karakter, Pendidikan Ketamansiswaan, Pendidikan Agama dan Pendidikan Anti Korupsi," pungkasnya.

Berikut riwayat organisasi dari Muhammad, M.Pd.I.
pernah ketua BEM fakultas Tarbiayah di UIN Alauddin Makassar, 2007-2008; pernah menjabat ketua DPK BKPRMI Kecematan Makassar, 2012-2013; pernah Kabid P3A di HMI komisariat Tarbiyah; pernah pengurus LAPMI Lembaga Pers Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiayah; anggota lembaga dakwah Kota Makassar; pengurus harian KNPI Kota Makassar; sekaran menjadi Majelis Pertimbangan Organisasi BKPRMI Kecematan Madapangga. (*)

Penulis : Humas STKIP Tamsis Bima
Editor : Edo

Ketua Dewan Pembina Yayasan SMAS KAE Woha, Drs. H. Muhaimmin HAK (kiri) dan Kepala SMAS KAE Woha,
Drs. H. Syamsuddin,
Bima, Poros NTB.- Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) KAE Woha, merupakan salah satu sekolah swasta yang tak pernah mau “diam” di tempat.

Pasalnya per semester, sekolah swasta yang kian menjadi favorit ini terus memperlihatkan konsistensinya untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik melalui peningkatan mutu, khususnya bagi guru.

Untuk mewujudkannya, kembali melakukan kegiatan Workshop bagi guru dengan topic “Pembelajaran Berorientasi Pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi” yang dalam bahasa umum dikenal sebagai Higher Order Thingking Skill (HOTS), Kamis (26/12/19) kemarin.

Dalam arahannya, Ketua Dewan Pembina Yayasan SMAS KAE Woha, Drs. H. Muhaimin HAK, memaparkan, bahwa perubahan harus terus dilakukan untuk menyelaraskannya dengan tantangan-tantangan terbaru dalam dunia pendidikan.


Para peserta workshop saat mengikuti kegiatan
Sementara workshop tersebut sengaja mengambil topic tentang HOTS, karena kata dia, dipicu oleh empat hal.

Pertama, sebuah situasi belajar tertentu yang memerlukan strategi pembelajaran yang spesifik dan tidak dapat digunakan di situasi belajar lainnya.

Kedua, kecerdasan yang tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang tidak dapat diubah, melainkan kesatuan pengetahuan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terdiri dari lingkungan belajar, strategi dan kesadaran dalam belajar.

Ketiga, pemahaman pandangan yang telah bergeser dari unidimensi, linier, hirarki atau spiral menuju pemahaman pandangan ke multidimensi dan interaktif.
Keempat, keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih spesifik seperti penalaran, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

“Intinya, lewat workshop ini, kita akan meningkatkan keterampilan guru dari yang biasanya menitikberatkan pada masalah mengingat, memahami dan menerapkan. Nah, sekarang kita ubah perilaku itu menjadi keterampilan menganalisa, mengevaluasi dan mencipta,” papar H. Muhaimin yang dikenal dengan pola pikirnya yang visioner ini.

Dalam hal ini, lanjutnya, ia menginginkan guru SMA KAE Woha Bima memiliki proses berpikir yang kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar.

Ia menekankan bahwa workshop yang dihadiri oleh sekitar 50 orang guru tersebut, adalah merupakan inisiatif dari pihak SMAS KAE sendiri, bukan merupakan kelanjutan dari workshop yang diadakan di Tingkat Provinsi kemarin.

“Kalau workshop di Provinsi kemarin, itu kan program pusat. Tapi workshop kita ini atas inisiatif kita sendiri, dengan biaya sendiri,” pungkasnya.

Dalam workshop tersebut, ada tiga materi inti yang dipaparkan. Yakni pertama, tentang materi kegiatan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang difasilitatori oleh Wakasek Kurikulumnya, Furqan, S.Pd.

Kedua, tentang analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi, yang disertai contoh oleh fasilitator yang sama, Furqan, S.Pd.

Ketiga, tentang model-model pembelajaran yang disertai contoh oleh Muntashir, S.Pd.

Keempat, tentang contoh RPP K-13 yang terbaru masih oleh Muntashir, S.Pd.

Diakhiri dengan sesi diskusi yang dinahkodai oleh Kepala SMAS KAE Woha, Drs. H. Syamsuddin. (ADV)


Net

Bima, porosntb.com-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima telah mengumumkan hasil seleksi administrasi rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Dalam pengumuman nomor 871/265/07.2/2019 tentang hasil seleksi administrasi (CPNS) di Lingkungan pemerintah Kabupaten Bima tersebut, sebanyak 535 pelamar dinyatakan gugur.

Pengumuman ini berdasarkan hasil verifikasi secara online melalui laman http://sscn.bkn.go.id terhadap kelengkapan berkas lamaran yang wajib diunggah oleh pelamar dalam pelaksanaan CPNS. Dan dalam daftar pelamar CPNS lingkungan pemerintah Kabupaten Bima tahun 2019 yang diumumkan melalui akun resmi melalui website http//www.bkd.bimakab.go.id, tersebut membeberkan jumlah pendaftar dan yang tidak lolos.

Dalam situs tersebut untuk jumlah keseluruhan pelamar sebanyak 10.225 orang, jumlah yang lulus seleksi administrasi sebanyak 9.690 pelamar dan jumlah yang tidak lulus sebanyak 535 pelamar.

Pengumuman CPNS 2019 di lingkungan pemerintah Kabupaten Bima ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Drs.H.M. Taufik HAK, M.S.i selaku ketua panitia seleksi CPNS formasi tahun 2019, pada tanggal 18 Desember 2019.

Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)

Bagi persta yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi dapat dilakukan sanggahan terhadap panitia pengumuman hasil seleksi administrasi selama 3 hari setelah pengumuman (3 x 24 jam) yaitu mulai tanggal 22 Desember 2019 jam 01.00 wita sampai dengan tanggal 24 Desember 2019 jam 23.59 wita.

Untuk pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi agar mencetak sendiri kartu perserta ujian secara online melalui laman http://sscn.bkn.go.id, dan tanda tangan panitia pada kartu ujian akan ditandatangani pada saat ujian.

Adapun cara mencetak kartu ujian masuk melalui laman http://sscn.bkn.go.id, login menggunakan NIK/user dan password pelamar pada saat membuat akun SSCAN.2019.

Dan untuk pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) akan diumumkan kemudian melalui website http//www.bkd.bimakab.go.id maka untuk peserta yang lulus diharapkan terus menerus mengecek pengumuman jadwal terkait.

Adapun lokasi pelaksanaan ujian bertempat di Kampus Vokasi  universitas Mataram (politeknik negeri Bima) di jalan lintas Bima-Sumbawa Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima (di sebelah Utara rumah sakit umum daerah sondosia Bima).

Penulis : Nurdin Ar SH
Editor : Edo

Endang dan Agustinasari (duduk) saat foto bersama ketua STKIP Tamsis Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi beserta civitas akaddmika


Bima, porosntb.com - Mengajar, meneliti dan mengabdi, adalah tiga "kamar" yang tidak hanya harus ditempati, tapi juga ditata oleh komunitas akademisi. Beragam cara pandang, teknik mengatasi masalah, hingga pemberi rambu arah untuk peradaban juga menjadi tugas dari dosen. Seperti yang dilakukan oleh pasangan peneliti dari STKIP Tamsis Bima, Endang Susilawati, M.Pd., dan Agustinasari, M.Pd.Si. 

Duet keduanya sejak 2016 lebih fokus pada meningkatkan keterampilan berpikir kritis yang termasuk dalam HOTS. Dan, mengembangkan penyelidikan berbasis potensi lokal. Potensi lokal dikaji dari aspek fisika lalu dikembangkan dalam kegiatan penyelidikan.

Keduanya memulai kemitraan kerja saat kontestasi Hibah Internal STKIP Tamsis Bima pada 2016. Kenyamanan kerjasama mengantarkan keduanya juga lolos hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) di 2017 dan 2018. Mengulang prestasi, 2019 sampai 2020 keduanya lolos dalam hibah Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PKPT) bermitra dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

"Dari hasil riset yang kami lakukan, sejauh ini dapat diseimpulkan, keterampilan berpikir kritis siswa masih belum optimal, ada beberapa indikator yang masih rendah," terang Endang Susilawati pada media ini di ruang dosen STKIP Tamsis Bima, Senin (23/12/2019).

Kedepannya, sambung sosok yang akrab disapa Endang itu, dirinya dan tim akan coba mengembangkan media dan bahan ajar yang berbasis potensi lokal. Potensi tersebut akan dikaji dari aspek fisika sehingga keterampilan berpikir kritis siswa meningkat. 

"Rencana kami kedepannya akan lebih mengkaji potensi lokasi pada aspek fisika. Pendekatan itu yang kami lalukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa sekolah menengah atas," urainya.

Sementara rekan Endang, Agustinasari, yang ditemui terpisah memberikan keterangan tambahan. Ditekankannya, gambaran keterampilan berpikir kritis calon guru maupun siswa berada pada kategori kurang. Untuk itu, pihaknya mengembangkan perangkat pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

"Sekarang sedang coba mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat mendukung peningkatan keterampilan berpikir kritis. Yang kami kembangkan berupa RPP,  soal, LKPD, modul, dan lembar observasi. Untuk Perangkat pembelajaran sendiri, sudah melewati tahap uji coba skala kecil di SMA N 1 Woha," urai Agustinasari.

Disinggung untuk penelitian tahun berikutnya, Dosen Pendidikan Fisika itu berencana mengembangkan perangkat pembelajaran pada skala yang lebih besar. "Perangkat pembelajaran dikembangkan rencananya akan diujicobakan pada skala besar di beberapa sekolah dengan memilih sekolah yang memiliki karakteristik berbeda. Baik dari segi wilayah,  kemampuan siswa, maupun fasilitas. Tujuannya, untuk memperoleh gambaran yang lebih tentang keterampilan berpikir kritis siswa di Kabupaten Bima," tutupnya.

Apa saja riwayat penelitian keduanya?
Analisis Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Pendidikan Fisika Tahun Ajaran 2015/2016, hibah internal kampus di 2016; Implementasi Model Project Based Learning Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Disposisi Mahasiswa Pendidikan Fisika, Hibah PDP 2017; Pemanfaatan Potensi Lokal dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA, hibah PDP 2018; dan, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa, hibah PKPT 2019-2020. (*)

Penulis : Humas STKIP Tamsis Bima
Editor : Edo

Fitri Marwahdiyanti


Bima, porosntb.com-Fitri Marwahdiyanti, mahasiswi STKIP Taman Siswa Bima kembali menjadi harapan NTB pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Karate kategori Hoshinsul dan Hyung. Pada even tahun ini, mahasiswi kelahiran 23 Juni 1998 ini harus puas dengan menyabet perak untuk kategori devisi Hoshinsul (Tekhnik Bantingan dan Kuncian) Kategori Senior-Berpasangan. Raihan ini sekaligus mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu.

Perempuan yang akrab disapa Fitri ini menceritakan, tahun ini untuk pertama kalinya dia turun di Kelas yang berbeda dari Kejuaran-kejuaraan yang pernah  diikuti sebelumnya di Kelas Begginer (Pemula). Pada kejuaraan yang berlangsung di Semarang itu, mahasiswi jurusan Pendidikan Teknologi Informasi Semester V Kelas A tersebut juga tetap turun pada Kategori dan Devisi yang sama saat tahun lalu dia meraih emas, yakni Devisi Hyung (Jurus) Kategori Senior - Individu.

"Devisi Hoshinsul Kategori Senior-Berpasangan, bedanya hanya karena saya baru saja mendapatkan/menyandang sabuk Hitam DAN 1 WHMAF sehingga tahun ini saya turun di kelas yang berbeda yaitu, Kelas Advanced (Lanjutan/Tinggi)," ujarnya. 

Jelas saja kata perempuan kelahiran Sukoharjo 21 tahun lalu ini, persaingan semakin ketat dan peluangnya juga semakin kecil di kelas tersebut. Namun itu semua tidak mengubah tekadnya untuk mendapatkan medali pada Kejuaraan tahun ini.

"Rasanya saya benar-benar kembali gugup seperti pertama kali turun Kejuaraan, karena saya merasakan suasana yang berbeda pada kelas kali ini. Saya mendapat giliran main di Lapangan C untuk Devisi Hoshinsul berpasangan dengan Partner saya. Kami main dengan nomor urut ke 3, setelah Lampung dan DIY. Alhamdulillah kami masih dapat mempertahankan juara yang kami dapat pada Kejuaraan tahun lalu yaitu Juara 2 (Medali Perak), karena lagi-lagi kami dikalahkan oleh pasangan dari DIY," ceritanya.

Pada sore harinya, Putri kembali bertanding untuk devisi yang terakhir yaitu Hyung Individual. Dirinya main dengan nomor urut ke 2 dengan jumlah atlet 8 orang. Namun sayang, dia harus menerima kekalahan pada devisi kali ini dan merelakan tekadnya untuk mempertahankan emas seperti yang diraih tahun lalu.

"Tahun ini saya harus berbesar hati dengan perolehan nilai dan mendapatkan Ranking ke 5 setelah dikalahkan oleh DIY, Lampung, DKI Jakarta dan Banten. Dengan begitu tahun ini dan pada Kejuaraan Nasioan ke IV saya hanya mendapatkan 1 Medali Perak pada devisi Hoshinsul saja," ujarnya. 

Dia berencana jika tahun ini adalah tahun terakhir untuk menjadi Atlet di Kejurnas. Disamping factor usia dan re-generasi kepada junior-junior, Putri ingin fokus melanjutkan karier sebagai wasit berprestasi kedepannya. 

"Namun tahun depan kami akan dihadapkan pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Mungkin jika saya berhasil lolos dan diberangkakakn PON, itu akan menjadi Kejuaraan terakhir bagi saya," tutupnya. 

Penulis : Edo


Suasana pertemuan pihak STKIP Tamsis dengan PPPSPGSDI di hotel Sentral Pramuka Jakarta


Bima, porosntb.com - Untuk melengkapi "sarana juang", STKIP Tamsis Bima terus mencari mitra membangun. Kini, giliran Perkumpulan Pengelola Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (PPPSPGSDI) yang menjalin kerjasama dengan STKIP Tamsis Bima. Hal tersebut disampaikan perwakilan Kampus Merah, Nanang Diana, M.Pd., pada media ini via aplikasi Whatsappnya, Sabtu (21/12/2019).

Kegiatan digelar pada 19-21 Desember di Hotel Sentral Jakarta itu berusaha untuk meniadakan perbedaan kurikulum PGSD di Indonesia.  "Kegiatan itu adalah kegiatan asosiasi dari perkumpulan pengelola PGSD. Yang dimana kegiatannya dilakukan dalam rangka menyelaraskan kurikulum PGSD se-Indonesia," jelasnya.

Pasca mengikuti kegiatan, STKIP Tamsis terhitung masuk menjadi anggota. Dan, telah mendapatkan sertifikat serta MoU dengan PPPSPGSDI. "Pendaftaran anggotanya sudah empat bulan lalu. Sedangkan MoU semua kampus baru kemarin ditandatangani (20/12/2019, red). Kemarin dapat sertifikat keanggotaannya juga," urai sosok yang tengah menempuh program S3 di UPI itu.
Materi lainnya, adalah membahas tentang persiapan penyusunan borang yang sembilan standar. Selain itu juga membahas tentang matakuliah yang hendak diselaraskan.
"Matakuliah yang diselaraskan, khusus lima matakuliah. Yaitu, IPS, IPA, PKN, Bahasa Indonesia dan Matematika," imbuhnya.

Dia juga menambahkan, perkumpulan itu merupakan perkumpulan assosiasi pengelola kampus, "Yang ketuanya adalah pak Dr. Fahrurozi, M.Pd.," tegas perempuan yang akrab disapa Nanang itu.
Via kegiatan tersebut, pihaknya berharap agar mahasiswa yang ingin melakukan pindah kampus agar tidak ada tumpang tindih perbedaan matakuliah. Karena kurikulumnya sudah selaras. (*)

Penulis : Humas STKIP Tamsis Bima
Editor : Edo

Penulis : Edo




Alat berat saat memusnahkan Prohibited Items di Bandara Bima



Bima, porosntb.com-Unit Penerbangan Bandar Udara (UPBU) Sultan Muhammad Salahuddin Bima memusnahkan sedikitnya 1.406 barang-barang yang dilarang atau prohibited items hasil sitaan.

Sejumlah barang sitaan milik penumpang yang dilarang dibawa ke pesawat itu terdiri dari korek gas sebanyak 1214 unit, pisau cutter 21 batang, korek kayu 48 kotak, gunting 23 buah, silet 50 buah, paku besi 34 biji, garpu 16 bauh dan pinset 1 buah. Barang-barang tersebut disita dari penumpang dalam periode Maret-Desember 2019.

Pihak bandara saat memadamkan percikan api dari korek gas


"Pemusnahan barang dilarang ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga standar keamanan dan keselamatan penerbangan," ungkap Kepala Bandara Bima, I Kadek Yuli Sastrawan S.IKom melalui Kepala TU, Sudarmana, Jumat, (20/12/19).

Dikatakan, pemusnahan itu sesuai peraturan yang berlaku untuk memastikan bahwa kegiatan penerbangan selalu dalam keadaan aman dan selamat.

Menurut dia, keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dalam pengoperasian bandar udara.

Jajaran Polres Bima saat menaburi Prohibited Items untuk dimusnahkan


Ia menjelaskan, prosedur penyitaan barang dilarang didasarkan pada aturan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 80 Tahun 2017 dalam poin 6.2.8 a, yaitu jika dalam pemeriksaan keamanan ditemukan barang dilarang yang dibawa oleh penumpang atau di dalam bagasi kabin, harus dilakukan penyitaan oleh personel keamanan bandar udara.

"Jadi penyitaan ini telah sesuai dengan ketentuan dan sah secara hukum,” jelasnya.

Kegiatan pemusnahan barang-barang dilarang itu merupakan yang kedua kalinya dilakukan sepanjang tahun 2019.

Foto bersama sesaat sebelum pemusnahan 


Dia menambahkan, pihaknya terus akan memberikan penyuluhan dan memberikan informasi kepada para penumpang terkait ketentuan dalam membawa serta barang-barang ke dalam pesawat udara.

Pengetahuan penumpang terkait prohibited items juga turut menjadi faktor kunci dalam rangka mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan.

"Mudah-mudahan dengan keterbukaan informasi, para pengguna jasa dapat semakin memahami aturan dalam membawa barang ke dalam pesawat udara sehingga standar keamanan dan keselamatan penerbangan dapat terjamin," ujarnya.

Jajaran Bandara Bima saat memaparkan ancaman keamanan dalam rapat komite


Sebelumnya, pihak bandara bersama BMKG, Polri/TNI, Basarnas, BNNK, PMI, Maskapai, AirNav, Pertamina dan sejumlah mitra menggelar rapat komite keamanan. Dalam pertemuan itu, agenda strategis yang dibahas antara lain soal lalulintas petani tambak yang masih keluar masuk areal bandara. Hal ini cukup memprihatinkan karena selama ini para petani tambak harus diantar jemput pihak bandara agar tidak mengganggu lalulintas udara.

Persoalan ini sudah cukup lama disuarakan bandara agar pemerintah daerah menyediakan lahan untuk jalan tani khusus bagi petani tambak di luar areal bandara. Sehingga keamanan dan kenyamanan penerbangan di Bandara Bima bisa tetap terjaga dan tidak terganggu oleh aktifitas petani.

Foto bersama usai rapat komite


Hal ini disampaikan Kasi teknik Operasi Pelayanan Darurat KKP Bandara Bima Punto ST saat memaparkan potensi pengancaman keamanan dalam areal bandara di hadapan komite. Untuk itu dia berharap peran serta seluruh mitra agar sama-sama meningkatkan keamanan dan pelayanan di bandara. 

"Potensi kerawanan seperti petani tambak yang keluar masuk lintasan bandara. Apalagi sekarang sedang dilaksanakan perpanjangan runway, dari 1600 sampai 2200. Terlebih lagi pembagunan terminal bandara dan ini akan kita lakukan pengamanan," paparnya. 

Punto juga menyampaikan terimakasih atas dukungannya terhadap keamanan dan pelayanan di bandara. 

"Pemusnahan ini dilakukan 2 kali setahun," tutupnya. 

Setelah pertemuan itu, komite langsung melakukan pemusnahan barang-barang yang dilarang di halaman kantor UPBU Bandara Bima dengan menggunakan alat berat.(kerjasama*)

Penulis : Nurdin Ar SH
Editor : Edo

Ketua BPD Simpasai Kader Jailani


Bima, porosntb.com-Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Simpasai Kecamatan Monta melayangkan surat teguran kepada pejabat (Pj) Kepala Desa Simpasai Arifin H.M Taher.  Teguran tersebut disampaikan lantaran Pj Kades ogah memenuhi rapat koordinasi antara BPD dan Penyelenggaran pemerintah desa yang diajukan BPD. Bahkan BPD setempat sudah mengundang secara resmi agar Pj Kades melakukan rapat koordinasi bersama tentang penyelenggaraan pemerintah desa. Namun selama dua kali diundang, Pj Kades nggak pernah ikut.

Ketua BPD Simpasai Kader Jailani mengatakan, sudah dua kali pihaknya melayangkan surat undangan rapat koordinasi dengan Pemdes tersebut. Namun tidak diindahkan oleh PJ kades. Pihaknya juga berencana mengeluarkan surat teguran ketiga setelah dua kali suratnya tidak direspon.

"Pertama tanggal 18 November adalah surat undangan rapat koordinasi tapi tidak ada tanggapan. Lalu menyusul surat yang kedua tanggal 6 Desember, masih juga tidak ditanggapi. Makanya surat ketiga perihal teguran dikeluarkan pada 19 Desember hari ini," ungkapnya.

Kader menjelaskan, Rapat Koordinasi tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sudah diatur dalam UU nomor 6 tentang Desa Pasal 61. Badan Permusyawaratan Desa berhak:
a. mengawasi dan meminta keterangan tentang penyelenggaraan Pemerintahan Desa kepada Pemerintah
Desa; b. menyatakan pendapat atas penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa,
pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa; dan
c. mendapatkan biaya operasional pelaksanaan tugas dan fungsinya dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa.

Sementara Pj Kades Simpasai dikonfirmasi media ini lewat handphone menyatakan jika surat teguran terhadapnya tidak menjadi masalah. Tapi yang jelas tidak ada unsur kesengajaan dari dirinya. 

"Soal surat itukan haknya mereka," katanya. 

Lanjut Arifin, jika surat sebelumnya tidak dihadiri karena sibuk menghadapi kontestasi pemilihan kepala desa. Saat ini kata dia, sudah tidak ada lagi kesibukan.

"Saya tunggu sekretaris dan bendahara untuk menanyakan hal itu, agar tidak ada yang tidak hadir lagi," ujarnya. 

"Mungkin hari Senin depan baru melakukan rapat koordinasi. Itu sih saya lebih senang kalau ada pembahasan tentang desa. Saya dan BPD juga sama-sama baru, jadi yang tahu persis sekretaris dan bendahara," tutupnya.(*)

penulis : Edo
Editor : Edo

Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima saat memberikan sambutan didampingi Dr Karyadin



Bima, porosntb.com-Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima mengirim seluruh Fasilitator Daerah (Fasda) Inovasinya ke Kecamatan Tambora selama 3 hari sejak 17 hingga 19 Desember 2019. Fasda ditugaskan untuk melakukan klinik pengajaran (teaching clinic/TC) kepada seluruh guru pada jenjang sekolah dasar di Tambora. TC tersebut berisi materi literasi dan metode guru Baik. 
Hal tersebut dikemukakan Manajer Inovasi Dikbudpora Kabupaten Bima yang juga Kepala Seksi Kurikulum SD dan SMP, Dr Karyadin di Tambora, Rabu (17/12/19).

Menurut doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta ini, kegiatan yang bertajuk Fasda Menyapa Tambora "Menguatkan Gerakan Literasi Sekolah, Mewujudkankan Merdeka Belajar" ini merupakan realisasi komitmen dinas untuk memberikan perhatian khusus kepada kecamatan terluar seperti Tambora melalui program peningkatan kompetensi SDM Pendidikannya. Selain itu, kata Ketua Forum Doktor Bima ini, kegiatan yang dipusatkan di SDN Soo Nae tersebut juga adalah tindaklanjut kedatangan dan pertemuan kepala dinas Dikbudpora, Zunaidin, S.Sos, MM dengan masyarakat pendidikan Tambora dua bulan yang lalu di Tambora untuk secara berkala melakukan visitasi akademik dan nonakademik di Tambora.
"Kegiatan teaching clinic ini sesungguhnya tindak lanjut visitasi kepala dinas sekitar dua bulan yang lalu di Tambora.  Bahwa Tambora sebagai bagian integral Kabupaten Bima dengan posisi kecamatan terluar perlu mendapat perhatian khusus. Terutama perlunya intervensi dinas dalam upaya peningkatan SDM pendidikannya seperti tenaga pendidik, kepala sekolah dan pengawas. Outputnya adalah guru-guru kita meningkat kemampuannya tentang strategi pengeloaan kelas literasi, metode pengajaran yang muara akhirnya tercipta dan terpenuhinya standar kompetensi peserta didik. Karena itulah kita hadirkan Fasda kita ini untuk Tambora", tegas Dr Karyadin.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, A Salam Gani, M.Pd dalam arahannya mengatakan kegiatan Fasda Menyapa Tambora merupakan bukti komitmen besar dinas untuk terus meningkatkan kompetensi SDM pendidikan di Kabupaten Bima, terutama kecamatan terluar. Kebijakan tersebut lanjut mantan Kabid Kebudayaan ini, sejalan dengan kebijakan Nawacita pendidikan, membangun Indonesia dari pinggiran. Begitu juga Kabupaten Bima, harus juga dimulai dengan membangun pendidikan dari pinggiran, kecamatan terluar.
"Kita memang telah mendesain program ini sebagai bentuk komitmen kita dinas, memberikan perhatian khusus kepada kecamatan terluar seperti Tambora ini dalam bentuk kegiatan peningkatan kompetensi SDM pendidikannya. Asumsinya adalah kalau guru bagus, siswanya juga bagus. Kalau kepala sekolahnya bagus, sekolahnya juga bagus. Karena itulah kita kirimkan Fasda yang berjumlah 50-an orang ini untuk melakukan berbagi belajar, berbagi mengajar dalam bentuk teaching clinic dengan guru- guru yang ada di Tambora ini", tegasnya.
Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin S.Sos, MM, yang hadir di Tambora pagi Kamis (19/12)  dalam pembinaannya mengatakan, pihak akan terus memberikan perhatian khusus kepada SDM pendidikan di Tambora, terutama para tenaga pendidiknya. Karena itulah, dirinya terus memperjuangkan anggaran bagi guru - guru kontrak di Tambora dalam DPA dinas yang dipimpinnya. Selain itu,    tambah mantan Kadis Capil ini, kehadiran dirinya bersama Fasda Inovasi di Tambora menjadi bukti komitmen akan kepedulian peningkatan kompetensi SDM pendidikan di Tambora. 
"Hari ini saya memenuhi janji saya pada pertemuan pertama saya beberapa bulan lalu disini untuk secara berkala melakukan visitasi di Tambora ini. Saya buktikan hari ini. Karena itu, mari kita memanfaatkan momen baik ini untuk meningkatkan kompetensi diri," tegasnya.(*)

Penulis : Edo
editor : Edo

Suasana diskusi di ruang pertemuan kampus STKIP Tamsis Bima



Bima, porosntb.com-Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima tak pernah berhenti menstresing terkait masa depan pendidikan di Bima. Khususnya sekolah dasar (SD) yang menjadi lembaga pendidikan dasar dalam rangka pembentukan karakter anak bangsa.

Kampus Merah yang juga memiliki Prodi khusus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini, terus mencari formulasi terkait masalah dan tantangan bagi guru sekolah dasar. Salah satunya menggelar  Focus Group Discusion (FGD) bertajuk "Masa Depan Sekolah Dasar (Ikhtiar Percepatan Literasi)", Kamis (19/12/19).

Diskusi yang berlangsung di ruang pertemuan kampus setempat itu diikuti sejumlah aktor penting dalam bidang pendidikan di Bima. Seperti Ketua Komisi 4 Bidang Pendidikan DPRD Kabupaten Bima, Ilham Yusuf, para doktor pemerhati pendidikan, pegiat literasi hingga sejumlah kepala sekolah dan guru yang ada di Kota dan Kabupaten Bima.

Dalam pertemuan itu, sejumlah audiens masing-masing memberikan pandangannya terhadap pendidikan di Bima. Selain itu, juga tidak sedikit merespon positif terhadap Prodi PGSD di kampus STKIP Tamsis.

Salah satunya seperti yang diungkapkan kepala SDN nomor 2 Tente, Dra Syahraini. Dia mengungkapkan rasa syukur atas penugasan dosen ke sekolahnya. Sehingga membuat guru setempat, berhasil meraih prestasi.

"Program penugasan dosen di sekolah-sekolah ini sangat bagus, dan kami rasakan betul manfaatnya. Ini bagian dari upaya STKIP Tamsis mendorong pendidikan di sekolah dasar, melalui pendampingan dari dosennya agar guru lebih update dalam memberikan materi pembelajaran," ungkapnya.

Syahraini berharap agar kemitraan ini diteruskan di sekolah lain. Dia menulai jika STKIP Tamsis merupakan perguruan tinggi satu-satunya yang komit memikirkan literasi.

"Kampus ini sudah menjadi contoh di Kabupaten Bima. Karena komitmennya sangat kuat, membangun pendidikan dari dasar. Atas penugasan dosen itu, sampai hari ini siswa kami selalu kangen dengan cara pengajaran dari dosen STKIP Tamsis. Sehingga tidak heran, saya selalu memakai lulusan kampus ini. Dan hanya dua orang guru dari kampus lain, karena kualitasnya kami akui," tutur kepsek yang cukup ramah ini disambut tepuk tangan audiens.

Selain itu, pengawas pendidikan Sulistyo menyampaikan, Prodi PGSD STKIP Tamsis audah punya ekspansi dalam memajukan pendidikan sekolah dasar. Karena menurut dia, lulusan di Tamsis yang akan menentukan bagaimana pendidikan dasar ke depan. Sebab, satu-satunya Perguruan Tinggi yang memiliki prodi khusus PGSD di Bima hanya STKIP Tamsis.

"Selain peningkatan SDM guru SD, juga perlu adanya penanaman karakter anak. Karena kebanyakan guru saat ini lebih mengutamakan sains dari pada karakter," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan mutu sekolah di Bima berada di urutan ke delapan, di bawahnya tersisa Dompu dan KLU. Untuk literasi kata dia, jajaran pendidikan sekolah dasar masih banyak yang belum bisa membaca, menghitung dan menulis.

"Lalu bagaimana persiapan STKIP Tamsis?, Kampus ini punya peran strategis karena mereka satu-satunya yang memiliki Prodi PGSD. Semoga ini menjadi amanah besar dan mampu mewarnai pendidikan Bima. Kalo perlu kurikulum juga harus didesain dari perguruan tinggi agar bisa diaplikasikan. Jangan lupa STKIP Tamsis juga harus punya life school. Sehingga ilmu-ilmu bisa terus di-update biar guru tidak belajar ilmu-ilmu yang sudah usang," pesannya.

Kepal SDN 21 Kota Bima, Suhardin juga menambahkan, jika ada malpraktek di dunia pendidikan. Dia mencontohkan, dalam satu ruangan ada berbagai keilmuan yang dimiliki siswa tapi mendapatkan metode pengajaran yang sama dari guru.

"Ini harus diupgrade agar bagaimana guru terus memperbarui keilmuan seiring perkembangan jaman," katanya.

Menurut dia, literasi tidak hanya sebatas  bahasa. Guru masih menerapkan pembelajaran konvensional.

"Ini PR besar STKIP Tamsis untuk menyediakan guru yang unggul. Pemda dan DPR juga harus sering berkolaborasi dengan akademisi untuk membicarakan hal ini. Termasuk membahas mengenai politik anggaran," harapnya.

Sementara Ketua Komisi 4, Ilham Yusuf menyampaikan jika di Bima masih kekurangan guru SD dan SMP sekitar 900 orang. Tahun depan ratusan orang lagi akan pensiun. Sedangkan yang gantikan hanya belasan guru.

"Tahun 2019 ini sekitar Rp 571 Miliar anggaran untuk pendidikan. Paling banyak belanja gaji dan sertifikasi. Sekitar 100 lebih miliar saja yang digunakan untuk fisik. Ini yang kita harapkan, agar guru di Bima bisa terpenuhi dan tentunya dengan SDM yang unggul dan kekinian," terangnya.(*)

Penulis : Nurdin Ar SH
Editor : Edo

Bocah korban gigitan anjing saat berada di Puskesmas Monta


Bima, porosntb.com-Lagi-lagi kasus gigitan anjing meresahkan warga. Setelah kemarin warga Desa Simpasai Kecamatan Monta, kali ini giliran dua orang bocah asal Desa Parado Rato Kecamatan Parado yang jadi korban. 

Kedua korban yakni Nurul Latifa Ihzana, 4 tahun dan Muh Jamil, 7 tahun. Mereka diserang anjing liar pada Rabu (18/12/19) sore sekitar pukul 15.30 Wita.

Belum diketahui pasti penyebab penyerangan anjing liar tersebut. Namun atas informasi yang beredar, kedua korban digigit saat sedang bermain. Sementara anjing tersebut masih dicari warga. 

Sekitar pukul 16.30 Wita, korban dibawa ke Puskesmas Monta. Mereka hanya dirawat sebentar lalu disuruh pulang.  Akibat gigitan anjing tersebut, korban Nurul Latifa Ihzana mengalami luka di bagian kepala. Sedangkan Muh Jamil mengalami luka di bagian wajah.

Saat tiba di Puskesmas Monta, para korban langsung ditangani serius pihak medis.Pada pukul 17.50 wita, korban bisa dipulangkan ke rumahnya masing-masing.(*)

Penulis : Edo
Editor : Edo


Foto netizen, calon Kades Ngali nomor urut 2 Ihwan SPd (baju putih) saat kampanye beberapa waktu lalu



Bima, Porosntb.com-Pelaksanaan Pilkades Ngali Kecamatan Belo sudah tutas dilaksanakan. Pemilihan yang diikuti 5 calon itu, berlangsung selama tiga hari, lantaran jumlah pemilih yang tembus hingga 6000 pemilih.

Dalam pelaksanaan demokrasi tingkat desa itu, pemuda milenial yang masih berstatus bujangan bernama Ihwan SPd sukses meraih suara terbanyak dengan perolehan 1.262 suara. Pemuda dengan nomor urut 2 ini mampu menguasai tiga dari lima dusun dengan perolehan suara yang mencolok. Yakni di Dusun Rade Bari sebanyak 395 suara. Sementara empat calon lain yakni nomor 1 hanya meraih 160 suara, nomor 3 sebanyak 239 suara, nomor 4 sebanyak 24 suara dan nomor 5 sebanyak 221 suara. 

Kemudian di Dusun Lewi, Ihwan yang akrab disapa Ompu ini kembali meraih suara terbanyak dengan perolehan 256 suara. Sementara nomor urut 1, hanya meraih 164 suara, nomor 3 sebanyak 141 suara, nomor 4 sebanyak 127 suara dan nomor 5 sebanyak 118 suara.

Sama halnya dengan dua dusun tersebut, di dusun ketiga yakni Dusun Benteng, pemuda kelahiran 1991 tersebut kembali meraih angka kemenangan dengan perolehan suara sebanyak 239. Sedangkan nomor urut satu hanya mampu meraih 153 suara, nomor 3 sebanyak 211 suara, nomor 4 sebanyak 49 suara dan nomor 5 sebanyak 80 suara.

Sementara dua dusun terakhir, dimenangkan calon nomor urut 3, dengan selisih yang cukup tipis. Yakni di Dusun Kabuju nomor urut 1 meraih suara sebanyak 177, nomor 2 meraih 219 suara, nomor urut 3 meraih 295 suara, nomor urut 4 meraih 96 suara dan nomor urut 5 meraih 223 suara. Kemudian di Dusun Sigi, nomor urut 1 meraih suara sebanyak 98, nomor urut 2 meraih 153 suara, nomor urut 3 meraih 160 suara, nomor urut 4 meraih 41 suara dan nomor urut 5 meraih 141 suara.


Secara keseluruhan total perolehan suara lima calon Kades Ngali yakni, nomor urut 1 meraih sebanyak 752 suara, nomor 2, sebanyak 1.262,  nomor urut 3, sebanyak 1.046 suara, nomor urut 4, sebanyak 339 suara dan nomor urut 5 sebanyak 783 suara.

Dengan hasil tersebut, membawa nomor urut 2 sebagai calon dengan perolehan suara terbanyak. Kondisi ini sekaligus mengukuhkan Ihwan SPd sebagai calon kades terpilih yang termuda di Kabupaten Bima. Atas hasil itu pula, dinding Facebook Ihwan Ompu miliknya dibanjiri ucapan selamat. Bahkan beberapa netizen berharap agar calon kades tersebut segera menikah sebelum dilantik. (*) 



Bima, Poros NTB.- Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE, menjadi inspektur upacara, memperingati Hari Ibu yang ke 91, di Halaman Kantor Bupati Bima, Selasa (17/12). Pada momen tersebut Bupati Umi Dinda, menyerahkan Penghargaan kepada 12 Perempuan Inspirasi Kabupaten Bima, yang  telah mengukir prestasi di Tingkat Propinsi maupun Nasional. Saat penyerahan Bupati, didampingi Ketua PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan dan ketua PKK Kota Bima Hj Elly Alwaini.

Bupati Bima pada sambutanya mengucapkan, selamat Hari Ibu kepada seluruh ibu yang ada di Indonesia khususnya di Kab Bima. Menurutnya, hari ini begitu spesial untuk diperingati, karena jasa Ibu tiada tara. Dalam memaknai hari ibu tentunya bukan secara harfiyah, akan tetapi lebih kepada arti bahwa tidak bisa menemukan surga, kecuali kita menempatkan diri kita dalam kepatuhan dan ketaatan pada ibu. 

‘’Semoga hari ini, menjadi momentum terbaik bagi kita untuk mengenang kembali jasa-jasa Ibu,’’ungkap Bupati, ditirukan Kabag Humas Setda Bima,  Chandra Kusuma, Ap,  Selasa (17/12), dan berharapa, kepada ibu-ibu semoga bisa mengikuti jejak 12 tokoh perempuan Inspirasi pada tahun 2019.

Berikut 12 Perempuan Inspirasi Kab Bima tahun 2019 :
1). Kategori Tenaga Kesehatan:  diberikan kepada Najmah, S.ST, dengan prestasi Tenaga Kesehatan Teladan (Nutritionis) Tingkat Provinsi NTB, Juara KB Lestari Provinsi NTB, Juara 2 Lomba Cipta Menu B2SA, Puskesmas dengan Akresitasi Madya dan Juara 1 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. 

2). Kategori Bidan Daerah Terpencil, diberikan kepada Hj. Kartini, A. Md. Keb, sebagai Tenaga Kesehatan dengan inovasi ‘Pelayanan Ke Rumah’, Pelayanan Pasien Dengan System Jemput dan Antar oleh Tenaga Kesehatan.
3). Kategori Tenaga Pendidik, diberikan kepada Dra. Siti Sarah, M. Pd, sebagai Guru Berprestasi dan Guru Hebat 2019; mendapat undangan dari SEAMEO RECMAY Malaysia, Pelatih Instruktur Nasional ke 3, Juara lomba PTK, Ketua Tim Penulis buku Mata Pelajaran, Fasilitator Diklat, Instruktur Penelitian, memiliki 4 buah penelitian dan metode Tindakan Kelas, Juara Nasional Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran.

4). Kategori Dosen, diberikan kepada Mariam, M.Pd sebagai Dosen Terbaik. Telah menulis empat buku dan Inovasi pelajaran Matematika dengan alat penjaga Uma Lengge, menulis Jurnal Internasional. 5). Kategori Pengiat Seni, diberikan kepada Minarni, S.Pd, SD, sebagai Seniman dengan Sejuta Prestasi, memiliki Sanggar La DIHA, Juara 1 Tarian Kreasi, juara Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Provinsi dan Mengikuti FLS2N Tingkat Nasional. Mewakili NTB Pada Lomba Kasidah Nasional di Ambon 2019. 

6). Kategori Pengelola PAUD, diberikan kepada Hayatul Nufah, S.Pd, sebagai pengelola PAUD ARRASYIID Desa Kombo Lambu yang sangat berkembang, Pembina Drum Band MAN 2 Bima, Guru Teladan MAN 2 Bima dan Mendirikan Usaha dan Lapangan Kerja bagi Masyarakat yang kurang mampu. 

7). Kategori Pengelola Perpustakaan Desa, diberikan kepada Nurul Adwiah, sebagai Pengelola Perpustakan Desa Terbaik II Dokumentasi Online Tingkat Provinsi NTB, Pengelola Sanggar Tari Temba Romba, Anggota Komunitas Peduli Yatim Piatu. 

8). Kategori Komunitas Perempuan, diberikan kepada Nurbahja M.Pd, sebagai Pencetus Komunitas Literasi Club Baca Sampela Kampo Nae Sape, Penulis Buku Mata-mata Tahun 2010, Penulis Buku Dear Jodohku 2018, Menulis Antologi Puisi Nyanyian Sunyi Perempuan 2017, Lulusan Terbaik. 

9). Kategori Pengusaha, diberikan kepada Fitriani, SEOwne Tupperware terbesar di Bima, Ketua IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia)  Bima, dan Perempuan Inspirasi 2019 oleh Kementerian Perdagangan. 

10). Kategori Kelompok Usaha Perempuan, diberikan kepada Jubaedah, sebagai Ketua Kelompok Pengelolah Hasil dan Pemasaran Perikanan, Pemilik Merek Usaha “Uma Me’e” Ketua Kelompok UPPKS Bandeng Bima. 

11). Kategori Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), diberikan kepada Rosita Chandra Komala, sebagai anggota Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) dalam upaya Penurunan Pernikahan Anak. Pengurus Perkumpulan SOLUD, Pembicara Nasional Pada Seminar MDG’s, Pembicara Nasional Festival Desa Membangun, Narasumber Pansus RUU Desa di DPR-RI, Fasilitator Pengarusutamaan Gender dan Perencanaan dan Penganggaran Rensponsif Gender. 

12). Kategori Kelompok Disabilitas, diberikan kepada SITI Radiah, sebagai Perias Pengantin, Penyedia Baju Adat, Kader Posyandu, Kader PPKBD, Kader PKK, Penyedia Kebutuhan Pesta. 

Hadir pada upacara itu, Wakil Bupati Bima, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bima, Kepala BNN Kab. Bima, Pimpinan beserta Anggota DPRD Kab. Bima, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Ketua dan Pengurus GOW Kab.Bima, Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Bima dan para Kabag di lingkup Setda Bima. (Poros06/hum)


Bima, Poros NTB.- Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, menghimbau seluruh Camat se-Kabupaten Bima agar segera melaporkan perkembangan keadaan Pupuk Bersubsidi di desa yang ada di tiap kecamatan, serta selalu berkoordinasi dengan pihak terkait.

Hal tersebut ditegaskan Bupati melalui surat himbauan tertanggal 5 Desember 2019. Camat dihimbau tetap turun di tengah masyarakat, memantau gejolak masyarakat terkait adanya Pupuk Bersubsidi menjelang Musim Tanam I dan Kelangkaan Minyak Tanah.

Kabag Humas Setda Bima, M Chandra Kusuma Ap, menyatakan, Camat diminta untuk  menyampaikan kepada seluruh Kades, agar melaporkan jika terjadi penyaluran pupuk bersubsidi dari pengecer desa lain. Selain itu, juga diminta untuk segera melapor  jika ada distributor atau pengecer yang menjual Pupuk Bersubsudi di atas Harga Eceran Tertinggi.

‘’Laporan itu disampaikan kepada Bupati, via Bagian Administrasi Perekonomian Setda Bima,’’ungkap Chandra, Senin (16/12).

Dijelaskannya, distribusi minyak tanah bersubsidi saat ini, akan dibatasi penyalurannya. Kemudian akhir Desember, akan dilakukan penarikan secara penuh menghindari pemberian subsidi ganda sejak adanya penyaluran LPG Tabung 3 Kg.

Ia meminta Kades, agar ikut menyampaikan kepada masyarakatnya beralih menggunakan LPG Tabung 3 Kg sebagai pengganti minyak tanah yang merupakan subsidi dari Pemerintah. (Poros06/hum)

Karnaval budaya pakaian adat Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo) dan parade bertajuk "Kaleidoskop Kepemimpinan NTB" dalam rangka memeriahkan HUT Ke-61 Nusa Tenggara Barat dan Hari Juang Ke-74 TNI AD, Selasa (17/12/2019). (Photo credit : ANTARA/Nur Imansyah).
Mataram, Poros NTB.-  Karnaval budaya pakaian adat Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo) dan parade bertajuk "Kaleidoskop Kepemimpinan NTB" memeriahkan HUT Ke-61 Nusa Tenggara Barat dan Hari Juang Ke-74 TNI AD pada 2019, Selasa.

Karnaval budaya dan defile itu diikuti personel TNI, Polri, dan perwakilan ASN masing-masing kabupaten/kota. Kegiatan itu mengambil tempat di Jalan Penjanggik dengan titik star depan Lapangan Sangkareang menuju Masjid Islamic Center Hubbul Wathon Kota Mataram.

Kegiatan dilepas Gubernur NTB Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana, dan Forkopimda NTB.

"Sebenarnya Peringatan Hari Juang TNI AD pada tanggal 15 Desember, namun karena waktunya berdekatan dengan HUT provinsi, jadi kami padukan sehingga sinergitas, kekompakan, dan kebersamaan terbangun dengan baik," ujar Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Menurut dia, hal menarik pada parade dan defile budaya itu, selain para peserta menggunakan pakaian adat Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo) yang merupakan ciri khas masyarakat NTB, juga dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan zaman gubernur masing-masing.

Misalnya, periode pejabat gubernur pertama membawa kesan pada masa itu, begitu juga dengan gubernurgGubernur berikutnya termasuk tahun berdirinya kabupaten/Kota disesuaikan dengan masa gubernurnya.

Karnaval budaya itu, menampilkan kaleidoskop dan capaian gubernur- gubernur selama 61 tahun NTB berdiri, mulai dari kepemimpinan Ruslan Tjakraningrat ( 1958-1968) hingga saat ini, Gubernur Dr. Zulkieflimansyah.

Suasana selama 1958-1968, digambarkan dengan kehidupan tradisional dan kemiskinan yang melanda daerah itu. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ruslan, NTB digambarkan dalam suasana pascaproklamasi, gejolak politik nasional, dan daerah-daerah masih dinamis. Gubernur pertama kala itu baru mulai melakukan konsolidasi politik dan pemerintahan Provinsi NTB untuk bersatu padu mempertahankan dan mulai mengisi kemerdekaan.

Pada 1968, Gubernur R. Wasita Kusumah menggantikan Ruslan. Gubernur Wasita mulai menggulirkan program pembangunan lima tahun tahap pertama (Pelita I) sebagai langkah perbaikan ekonomi, sosial, politik.

Kepemimpinan Gubernur NTB ketiga, Brigjen (TNI) Gatot Soeherman dengan keberhasilan Program Gora (Gogo Rancah) saat itu, membuat NTB sebagai daerah rawan pangan berubah menjadi swasembada dan lumbung padi nasional.

Pada masa Gubernur Mayjen (TNI) Warsito geliat pariwisata mulai dikembangkan. Kawasan ikonik Lombok, Pantai Senggigi, mulai menarik minat wisatawan lokal dan asing berkunjung ke NTB.

Karnaval berlanjut hingga peserta mengusung periode 2008-2018, di mana Gubernur K.H. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur Badrul Munir, dan Muhammad Amin serta TGB mengusung NTB yang "Beriman dan Berdaya Saing". TGB di kenal dengan pembangunan Islamic Center serta diresmikan KEK Mandalika di Lombok Tengah.

Karnaval tersebut menunjukkan nuansa Gubernur NTB saat ini, Zulkieflimansyah beserta Wagub Sitti Rohmi Djalilah berpacu mengembangkan inovasi-inovasi pembangunan, seperti NTB Ramah Investasi, pengiriman beasiswa ke luar negeri dan program industrialisasi yang diharapkan mengangkat derajat pengusaha-pengusaha lokal untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Karnaval dalam rangka HUT Ke-61 NTB itu, menyedot perhatian masyarakat. Terlihat masyarakat tumpah ruah melihat parade tersebut.

Sumber : KBA Mataram


Mataram, Poros NTB.-  Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah menegaskan, masalah lingkungan, khususnya kerusakan hutan dan sampah akan menjadi perhatian sekaligus tantangan Pemerintah Provinsi NTB dalam usia ke-61 tahun.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah pada Peringatan HUT ke-61 NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Selasa.

Gubernur meminta seluruh kepala daerah, bupati/wali kota agar tidak mengabaikan alam dalam membangun NTB. Sebab, alam berupa hutan dan pohon-pohon yang telah ditebang, harus ditumbuhkan kembali.

"Seperti kita saksikan saat ini, kerusakan hutan di wilayah NTB terbilang cukup parah," ujarnya.

Untuk itu, Gubernur meminta intensifikasi dan eksploitasi alam agar dilakukan secara wajar.

"Tidak ada orang lain yang wajib bertanggung jawab atas kerusakan hutan ini selain diri kita sendiri. Jika kita tidak mau melakukannya, alam akan memaksa kita untuk mempertanggungjawabkannya," ucap Zulkieflimansyah.

Karena itu, Bang Zul berharap, momentum peringatan HUT NTB kali ini, dapat dijadikan sebagai momentum menyatukan langkah bersama untuk memulihkan alam.

Gubernur mengakui, saat ini semua kabupaten/kota lagi berjuang keras untuk mencari kehidupan yang lebih baik secara bersama.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTB terus membangun sinergi untuk mendorong agar semua pihak mencapai titik kemajuan yang membanggakan bersama.

"Mari kita sama-sama memelihara mimpi besar itu, dan menghidupkan dengan kerja keras dan khusuk," katanya.

Menurutnya, pemprov sudah memulai pemulihan lingkungan melalui pencanangan Gerakan NTB Hijau di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa pada 12 Desember 2019.

Sumber : KBA Mataram

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah. (Photo credit : ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram, Poros NTB.-  Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah mengatakan, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi NTB merupakan momentum untuk memperkuat kebersamaan, semangat dan sinergi membangun daerah.

"Usia 61 tahun, sebuah perjalanan yang cukup panjang, mereka para pendahulu kita telah berbuat, dan sekarang masanya kita bersama berbuat," kata Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada acara puncak Peringatan HUT ke-61 NTB di Halaman Kantor Gubernur NTB, Selasa.

Gubernur menegaskan dirinya ingin agar seluruh capaian pembangunan yang diwariskan saat ini, menjadi modal berharga untuk mencapai visi pembangunan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Selain itu, Gubernur NTB juga menyinggung kebersamaan yang dijalin antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota se-NTB. Terutama yang menyangkut dukungan pemerintah kabupaten/kota terhadap program pembangunan yang digagas pemerintah provinsi.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu mengatakan di tengah kompleksitas iklim sosial, politik dan ekonomi saat ini, Pemerintah Provinsi NTB menyaksikan bagaimana warga dan para pimpinan daerah di kabupaten/kota tetap berjibaku mendorong kemajuan demi kemajuan.

"Di Kota Mataram, kita menyaksikan ornamen-ornamen kota yang cukup menarik dan ikonik mulai dibangun. Hal itu dilakukan bersamaan dengan upaya untuk terus membersihkan Kota Mataram melalui gerakan lingkungan sampah nihil alias Lisan. Lisan, tidak lain merupakan perpanjangan nafas dari program zero waste di Kota Mataram," jelasnya.

Begitu juga dengan di Kota Bima katanya. Semua menyaksikan upaya mendorong keseimbangan pembangunan. Di mana kawasan Utara Kota Bima kini semakin mendapatkan sentuhan pembangunan. Ekonomi kreatif dan ikon-ikon wisata lokal juga terus dikembangkan di sana.

"Di Lombok Barat, industrialisasi juga mulai bergema. Air nira yang dulunya dijadikan bahan baku miras, kini diolah menjadi aneka jenis gula. Menjadi permen dan berbagai komoditas yang lebih bernilai tambah serta menghasilkan keberkahan. Kemandirian ekonomi juga mulai diperkuat dengan dorongan untuk membeli produk-produk dari daerah sendiri. Di Lobar, destinasi baru seperti Sekotong kini juga mulai mencuri perhatian dunia," jelasnya.

Di Kabupaten Bima ungkapnya, semua pihak bisa menyaksikan upaya serius untuk memulihkan kerusakan hutan. Bahkan, telah berdiri pabrik pengolahan minyak kayu putih terbesar dunia di daerah tersebut. Pabrik ini akan mendorong tumbuhnya kemauan warga untuk menanam pohon kayu putih sebagai cara untuk menghadapi kerusakan hutan. Mungkin, inilah cara tuhan telah menjawab doa para pemimpin dan warga Kabupaten Bima yang menginginkan alamnya kembali asri.

"Di Lombok Utara, pariwisata di tiga gili kembali bersemi. Terobosan di bidang kependudukan juga menjadi catatan yang menarik di KLU. Dimana, bupati KLU telah berkomitmen bahkan bayi yg belum turun dari ranjang tempat kelahirannya, sudah bisa memiliki akta kelahiran. Upaya ini dilakukan bersama-sama dengan terobosan lainnya," tuturnya.

Di Kabupaten Dompu lanjut Bang Zul, komoditas jagung yang telah menjadi ikon, kini terus dikembangkan menjadi aneka produk olahan. Program revitalisasi posyandu di Dompu juga menuai sukses. Dari 433 posyandu yang ada di dompu, 270 posyandu telah berhasil naik strata menjadi posyandu keluarga dalam kurun waktu 11 bulan saja.

Pembangunan juga terlihat di Kabupaten Lombok Tengah. Saat ini lanjutnya, sedang bersiap menyongsong agenda besar, MotoGP 2021. Ada banyak hal yang sedang dan terus dibereskan untuk menyukseskan agenda besar ini. Dengan antusiasme bersama, ini bisa menyulap Lombok Tengah menjadi ikon pariwisata dan pusat ekonomi baru dunia. Sebuah daerah dengan potensi yang memikat banyak hati.

"Di Sumbawa, komitmen pemerintah daerah memajukan pendidikan anak usia dini (PAUD) telah menuai apresiasi di tingkat nasional," ungkapnya seraya menjelaskan Bunda Paud Sumbawa, baru-baru ini meraih pin emas pada apresiasi bunda Paud tingkat nasional. Dalam waktu dekat, di Sumbawa, Bulog juga tengah mendorong pembangunan pabrik penggilingan padi terbesar se-Asia Tenggara.

Di Kabupaten Lombok Timur jelas Gubernur, kita menyaksikan tumbuhnya ponpes-ponpes besar yang salah satunya, diilhami oleh semangat juang pahlawan nasional kita, Maulana Syaikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Semangat dan dedikasi yang sama juga diikhtiarkan oleh para tuan guru di Pulau Lombok, sebelum dan setelah kehidupan beliau.

Jumlah penduduknya yang sangat besar, adalah tantangan sekaligus potensi demografis yang besar untuk mendorong kemajuan bersama. Baru-baru ini, Desa Kembang Kuning di Lombok Timur juga mencuri perhatian dengan meraih predikat desa wisata (Dewi) berkembang terbaik se-Indonesia.

Terakhir, di Sumbawa Barat, pemerintah setempat dan warganya kata Gubernur, sedang berjuang untuk mewujudkan smelter. Dengan kerja bersama, KSB telah melahirkan kisah sukses membangun sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). KSB merupakan satu-satunya daerah di NTB yang sudah mencapai buang air besar sembarangan (BABS) Nol.

"Dan mereka mendapatkan pengakuan unesco atas capaian ini," katanya.

Sumber : KBA Mataram

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget