--> Prospek Sepak Bola Daerah Bima dalam Perspektif Dokter Timnas U-16, Akademisi Olahraga Bima, dan Pemain Bhayangkara FC | Poros NTB

Prospek Sepak Bola Daerah Bima dalam Perspektif Dokter Timnas U-16, Akademisi Olahraga Bima, dan Pemain Bhayangkara FC

Views

Penulis: Zim Firmansyah (Reporter Bi Talk)

Bi Talks, sebuah wadah bertukar pikiran antar pemuda daerah Bima berhasil mengadakan Talk Show perdana mereka yang bertemakan Bagaimanakah Prospek Sepak Bola Bima/ Narasumber yang dihadirkan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Pertama, beliau adalah Saudara Ifran Akhmad (Dokter Timnas U-16) sebagai perwakilan dari insan kesehatan. Saudara Rangga Muslim (Pemain Bhayangkara FC) sebagai perwakilan dari insan pelaku sepakbola, dan Saudara Rabwan Satriawan (Dosen STKIP Taman Siswa Bima) sebagai perwakilan dari akademisi. Talk Show ini dipandu oleh Saudara Septiyan Firmansyah dan Saudara Nahzim Rahmat. Talk show ini diadakan secara virtual di Zoom Meeting Bi Talk sendiri dengan menghadirkan peserta sekitar 20 orang dan disiarkan secara langsung melalui akun facebook Septiyan Firmansyah pada tanggal 4 Juli 2020 pukul 19.30-21.00 WITA.
Perbincangan berlangsung komunikatif. Para host berusaha membuka pembicaraan dengan menyodorkan sebuah artikel yang menyatakan bahwa terdapat 4 faktor yang memengaruhi prestasi dan kemajuan sepak bola di suatu daerah, yaitu psikologis pemain, sistem pembinaan, sarana prasarana dan manajemen persepakbolaan.
Dari perspektif Rabwan Satriawan selaku akademisi, beliau mengapresiasi terlebih dahulu atas pencapaian Persebi yang berhasil tampil di Final Liga 3 Zona Bali-Nusa Tenggara. Namun, tentunya juga ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti manajemen sepakbola dan pengadaan fasilitas penunjang. Bila ditinjau dari perspektif pendidikan seperti pendidikan kepelatihan dan pembinaan usia dini, juga masih jauh dari harapan.
Hal yang paling menarik adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Rabwan Satriawan dan tim, adalah faktor kearifan lokal yang ternyata cukup memengaruhi prospek sepakbola daerah Bima. Kearifan lokal yang dimaksud adalah budaya sepak bola mini di tengah-tengah masyarakat Bima. Penelitian yang dilakukan oleh beliau bersama tim STKIP Taman Siswa Bima mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 2016-2018, sekitar 85% responden menyatakan sangat berminat pada sepak bola mini. Hal ini dikarenakan frekuensi kompetisi dan turnamen sepakbola mini yang diadakan oleh Kabupaten Bima lebih tinggi dibandingkan dengan  sepakbola resmi di bawah naungan PSSI, sehingga masyarakat Bima terutama pencinta Bola lebihawareterhadapturnamensepakbolaminidibandingkandenganturnamenresmiPSSI.Halini berdampak pada gengsi dari turnamen sepakbola mini juga lebih tinggi dibandingkan dengan turnamen resmi lainnya. Hal ini juga berdampak pada adanya sebagian pemain yang akhirnya menggantungkan sumber penghasilan dan pendapatannya dari turnamen sepak bola mini.
Dengan demikian, beliau dan tim merekomendasikan kepada Bappeda Kabupaten Bima agar mendorong PSSI untuk lebih gencar lagi mempromosikan dan mengadakan turnamen sepakbola resmi. Tentunya juga diiringi dengan perbaikan fasilitas lapangan sepakbola agar sangat layak untuk turnamen dan pertandingan sepakbola resmi. “Lolosnya Persebi ke Final Liga
3 Zona Bali-Nusa Tenggara merupakan salah satu dampak positif dari usaha-usaha yang dilakukan oleh PSSI dalam kurun waktu 2019 hingga sekarang dalam merespon rekomendasi yang telah diberikan” ungkap beliau.
Dari perspektif Saudara Rangga Muslim selaku pemain profesional, beliau sepakat dengan apa yang disampaikan oleh para host sebelumnya yang berkaitan dengan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan sepakbola di suatu daerah seperti psikologis pemain, sistem pembinaan, sarana prasarana dan manajemen persepakbolaan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas dan kepemimpinan seorang pelatih. Ketika jumlah pelatih yang berkualitas dan berwawasan luas melimpah, maka kualitas sepakbola di suatu daerah juga meningkat. Bila ditinjau dari SDM di daerah Bima, beliau menyebutkan bahwa kita memiliki potensi sumber daya pemain yang melimpah. Mereka memiliki kualitas dan skill yang luar biasa dan tidak kalah bila dibandingkan dengan pemain-pemain bola di daerah lainnya. Namun, kembali lagi, karena sistem manajemen persepakbolaan yang kurang mumpuni, maka melimpahnya potensi sumber daya pemain itu tidak diberdayakan semaksimal mungkin. Oleh karenanya, para pemangku jabatan PSSI di tingkat daerah seperti Askab (Asosiasi Kabupaten) harus mengadakan kompetisi yang berkelanjutan, sebab ketika kompetisi itu banyak, melimpah dan berkelanjutan, maka motivasi dari para pemain bola juga akan meningkat karena memiliki tujuan yang jelas. Pemain akhirnya mengerti dan memahami akan tujuan akhir dari pertandingan yang mereka geluti selama ini. Berbeda halnya ketika mereka hanya mengikuti kompetisi sepakbola mini yang tidak berkelanjutan, karena tidak memiliki muara atau tujuan akhir.
Salah satu fakta menarik yang terungkap dari talkshow ini adalah ketika para host bertanya kepada Saudara Rangga Muslim terkait keputusannya merantau ke Yogyakarta setelah menyelesaikan bangku SMA-nya. Para host bertanya,”Seandainya Bang Rangga tidak memutuskan untuk merantau ke Yogyakarta, bisa jadi tidak akan terpantau oleh klub-klub professional di Indonesia ya?” Bang Rangga pun menjawab,”Bukan bisa jadi lagi, memang kenyataannya tidak akan dipantau, realitanya memang seperti itu. Di Yogyakarta, manajemennya dan fasilitasnya memadai, sehingga pemain bisa berkembang selayaknya pemain bola pada umumnya. Sementara, pemain bola di Bima tidak memiliki ruang dan wadah yang memadai untuk berkembang. Wadah yang dimaksud di sini adalah kompetisi-kompetisi yang berkelanjutan baik jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga di sinilah tempat bagi para pencari bakat atau klub profesional memantau bakat-bakat alamidaerah”.
Dari perspektif Saudara Ifran Akhmad selaku insan kesehatan, beliau juga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Saudara Rangga Muslim bahwa Bima memang kaya akan potensi, bakat dan sumber daya pemain bola. Namun, hal yang selalu terngiang dalam pemikiran beliau adalah hal apa sebenarnya yang memengaruhi seorang anak muda pemilik bakat luar biasa ini tidak berani bermimpi lebih tinggi? Selama bertahun-tahun ikut terlibat dalam dunia persepakbolaan profesional, akhirnya terjawab sudah.
Ternyata ada 2 faktor besar yang menurut beliau sangat berpengaruh yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dimaksud seperti skill, fisik, dan mental/psikis yang dimiliki pemain bola. Dari ketiga aspek ini, ternyata aspek mental sangat berpengaruh. Berdasarkan pengalaman beliau, case by case, di dalam diri pemain-pemain di daerah, sudah tertanam sebuah mindset bahwa mereka bukan siapa-siapa dan tidak akan mampu bermain di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional.
Sementara, hal yang berbanding terbalik terjadi pada pemain bola di tingkat nasional (red: timnas), mereka sudah merasa telah menjadi seorang bintang (red: star syndrome), atau dalam kosakata Bima, beliau berujar”watipu na’e wisina, wa’ura na’e ulu tutana, sehingga na moda mabuna, seperti itu kira-kira”. Selain itu, menurut beliau, sebagian pemain bola juga belum mempersiapkan mentalnya dalam menerima kekalahan atau menerima perlakuan yang tidak adil (dicurangi oleh wasit). Sehingga menimbulkan hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya perkelahian antar pemain di tengah lapangan, dan lain sebagainya. Hal inilah yang perlu dibenahi bersama-sama. “Kita harus menanamkan sebuah mindset kepada mereka bahwa tidak ada yang instan di dunia ini, dan untuk menjadi besar butuh proses yang panjang dan tidak mudah. Contoh nyatanya adalah Rangga Muslim dan Ady Setiawan. Mereka adalah pemain bola yang telah berhasil membuktikan bahwa dalam keterbatasannya, mereka tetap mampu berproses, bekerja keras, disiplin dan berhasil mengawinkannya dengan keberuntungan atas izin Allah” ungkap beliau.
Sementara faktor eksternal yang dimaksud Saudara Ifran Akhmad adalah fasilitas penunjang, pembinaan usia dini, kompetisi-kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan, dan wadah untuk memantau bakat-bakat dari para pemain muda, misalnya dengan mengundang para pelatih yang memiliki license, untuk mengadakan semacam coaching clinic, sehingga para pemain mendapatkan banyak pengalaman dari wadah tersebut.
Pada pertanyaan terakhir dari para host berkaitan dengan apakah ada pengaruh dari latihan futsal terhadap kemampuan pesepakbola, terungkap sebuah fakta yang menarik dari Saudara Rabwan Satriawan bahwa ternyata pemberian perlakuan berupa latihan futsal kepada pesepakbola ternyata berbanding lurus dengan kemampuan atau skill yang dimiliki oleh pesepakbola dalam bermain sepakbola berdasarkan hasil penelitian disertasi dari rekan beliau meskipun belum terpublikasi dalam bentuk jurnal terakreditasi, namun ini merupakan informasi awal yang cukup penting bagi perkembangan sepakbola daerah Bima biladiterapkan.
Pada sesi tanya jawab, ada 2 pertanyaan yang diajukan oleh para peserta zoom meeting, pertanyaan pertama diajukan oleh Saudara Lubis (salah seorang akademisi olahraga) tentang keinginan beliau membentuk SSB, namun belum memahami bagaimanakah alur sesungguhnya, lalu pertanyaan kedua berasal dari Saudara Ahmad Dahlan (seorang pengajar mata pelajaran Penjaskesrek di salah satu sekolah di Kecamatan Woha) berkaitan dengan bagaimanakah seharusnya menu yang harus dikonsumsi dan latihan yang harus dijalani oleh pesepakbola, lalu bagaimana sebenarnya alur seleksi pemain dari Persebi. Untuk pertanyaan-pertanyaan ini dijawab sedemikian rupa oleh para narasumber meskipun masih ada sebagian pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan, akibat dari terbatasnya waktu yang tersedia. Bagi para pembaca yang ingin mengetahui dan menyaksikan bagaimanakah jalannya talk show ini, dapat langsung mengunjungi Youtube Channel Bi Talk Official dan mem-follow akun instagram Bi Talk untuk meng-update berita tentang talk show yang akan dilaksanakan berikutnya.(*)

COMMENTS

Nama

#Corona,121,arena,36,Bandara,7,Bansos,30,Bawaslu,15,bhakti sosial,20,bima,2195,bima iptek,4,Bima Pemerintah,81,Bima Pemerintahan,47,Bima: Pemerintah,5,bima. Pariwisata,3,Coro,1,Corona,63,Covid-19,24,Curanmor,3,Demonstrasi,2,des,1,Desa,53,dompu,100,Editorial,2,ekbis,201,Ekonomi,1,Ekonomi.,4,enterpreneur,1,explore,2,featured,91,hukrim,519,huksrim,3,hukum,1,Humaniora,1,HUT RI,1,iptek,24,Keagamaan,15,keamanan,7,kebudayaan,1,Kecelakaan,1,kemanusiaan,4,kepegawaian,1,kependudukan,10,kepolisian,18,Kesehatan,117,Kesenian,1,ketenagakerjaan,2,Kodim,15,Konflik,1,Korupsi,11,kota bima,121,KPU,3,KSB,2,lingkungan,96,lombok,106,Mataram,62,miras,1,Narkoba,7,Nasional,5,NTB,1,olahraga,24,Opini,49,Pariwisata,80,Pelayanan Publik,1,pembangunan,22,pembangunan.,2,pemerintah,37,Pemerintah.,1,pemerintahan,428,Pemerintahan.,5,Pemprov,3,Pemprov NTB,143,pendidikan,354,pendidikan.,8,Perbankan,1,Perguruan Tinggi,3,perhubungan,7,perisstiwa,42,peristiwa,341,Perjudian,2,persitiwa,6,Pertamina,2,pertanian,34,Peternakan,3,politik,255,Politik.,9,Prahara,12,Prestasi,21,Provinsi,1,puisi,1,regional,2,religi,16,religius,41,SAJAK,1,seni,1,SKCK,1,sosbud,186,Sosial,42,Sosok,1,SUDUT PANDANG,1,sumbawa,20,Tajuk,2,Tekhnologi,2,TKI,5,transportasi,2,travel,5,video,5,
ltr
item
Poros NTB: Prospek Sepak Bola Daerah Bima dalam Perspektif Dokter Timnas U-16, Akademisi Olahraga Bima, dan Pemain Bhayangkara FC
Prospek Sepak Bola Daerah Bima dalam Perspektif Dokter Timnas U-16, Akademisi Olahraga Bima, dan Pemain Bhayangkara FC
https://1.bp.blogspot.com/-SBoaPPGj0Zs/XwZ_FZfDGWI/AAAAAAAAIrE/88rGf9lpuPcrseI1KcBLtBtcpiWh1N15ACLcBGAsYHQ/s640/IMG-20200709-WA0012.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-SBoaPPGj0Zs/XwZ_FZfDGWI/AAAAAAAAIrE/88rGf9lpuPcrseI1KcBLtBtcpiWh1N15ACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200709-WA0012.jpg
Poros NTB
https://www.porosntb.com/2020/07/prospek-sepak-bola-daerah-bima-dalam.html
https://www.porosntb.com/
https://www.porosntb.com/
https://www.porosntb.com/2020/07/prospek-sepak-bola-daerah-bima-dalam.html
true
2479742407306652642
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content