--> Deritanya Korban Lakalantas yang Merasa Diabaikan Pemilik Truk. "Untuk BAB Saja, di Samping Tempat Tidur" | Poros NTB

Deritanya Korban Lakalantas yang Merasa Diabaikan Pemilik Truk. "Untuk BAB Saja, di Samping Tempat Tidur"

Views
Beginilah penderitaan M. Nor, saat ingin BAB harus digotong turun dari tempat tidurnya
Bima, porosntb.com.- Korban Lakalantas tunggal yang melibatkan sebuah truk pada medio Juni lalu, menyisakan penderitaan berkepanjangan bagi M. Nor, warga Dusun Tera Luba Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima,

Deritanya berawal saat truk yang ditumpanginya oleng dan terjatuh lantaran tak kuat menanjak ketika melintasi jalan yang biasa dilewati oleh petani setempat untuk mengangkut hasil pertaniannya, tepatnya di Dusun Rasabou Desa Tolowata.

Akibatnya, 2 dari 20 penumpang truk nahas tersebut, termasuk M. Nor mengalami imbas yang paling serius. Ia mengalami luka robek memanjang di kepala bagian kanannya dan harus menerima 30 jahitan di PKM Ambalawi, serta mengalami patah tulang pinggang, yang mebuatnya cacat permanen hingga kini.

Sebenarnya, tutur korban dan keluarganya, jalan yang dilewati truk yang dimiliki oleh orang berinisial ER tersebut tidaklah memiliki kemiringan yang ekstrim. Tanjakannya juga terbilang biasa saja jika dibanding dengan tanjakan Wa’I Kancio di wilayah Kecamatan Monta.

Namun akibat kayu yang dimuatnya kelebihan beban ditambah 20 orang penumpang. Maka truknya menjadi oleh dan terjatuh dalm perjalanan pulangnya dari gunung tempat mengambil kayu.

“Kayu yang dimuat melebihi tinggi bak truk,” ungkap M. Nor kepada pewarta media ini, Jum’at (21/8) kemarin di kediamannya.

Sementara kayu yang dimaksud adalah hasil gotong royong 20 warga Dusun Tera Luba, yang rencananya akan dipakai sebagai kayu bakar untuk keperluan hajat pernikahan dari salah satu keluarga warga setempat.

“Sudah menjadi kebiasaan kami di Tera Luba ini, kalau ada yang menikah, kita bergotong royong untuk mencarikannya kayu bakar,” ujarnya.

Beruntungnya, M.Nor memliliki seorang puteri, Nur Hafidah dan isteri, Hadijah, yang setia menemani dan memenuhi keperluannya, disaat ia sendiri tak mampu berkutik, karena dari pinggang ke bawah anggota tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Jadilah untuk beranjak dari satu tempat ke tempat lain di dalam kediamannya ia dengan sabar digotong oleh puteri dan isterinya.

“Kasihan saya melihat keadaan bapak yang begitu berubah drastis. Bapak dulunya adalah tulang punggung keluarga yang ulet. Tapi sekarang hanya mampu berbaring di tempat tidur dan terus menahan nyeri di pinggangnya karena keseringan kumat. Ibu saya juga tak pernah berhenti menangis karena terenyuh melihat penderitaan bapak dalam dua bulan terakhir ini.” tutur putrinya yang akrab disapa Fida ini.

Untuk mempermudah melayani Bapaknya, kata Fida, ia bersama ibunya sudah mempersiapkan tempat untuk BAB persis di sisi tempat bapaknya terbaring sakit.

Karena mau bagaimana lagi? Ia berujar, jangankan menggotongnya jauh. Menggotongnya turun dari tempat tidur untuk keperluan BAB saja, bapaknya sudah menderita nyeri yang luar biasa.

Niat keluarga untuk meringankan penderitaan M. Nor memang ada, dengan membawanya berobat. Hanya saja kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, membuat niat keluarga pupus begitu saja.

Isteri dan anaknya hanya mampu meringankan rasa nyeri akibat patah pinggang si bapak, hanyalah menggunakan terapi tradisional dengan merendamnya selama kurang lebih 2 jam mengunakan air.

Karena keterbatasan ekonomi keluarga, M. Nor hanya menjalani terapi tradisional dengan direndam selama 2 jam di dalam air
“Itu lah cara yang bisa mengurangi rasa sakit pinggang suami saya yang patah,” tukas Hadijah.

Saat disinggung pewarta media ini, bagaimana tanggung jawab pemilik truk yang diduga karena kelalaian supir truk yang ditumpanginya itu, ia mengalami nasib yang nahas tersebut.

Fida menyebut, hanya menerima santunan sebesar Rp.1 juta dari pemilik mobil, serta dari sohibul hajat sebesar Rp. 800 ribu.

“Pernah juga dijenguk oleh pemilik mobil. Itu waktu di awal-awal kecelakaan. Ia hanya membawa kunyit, kemiri, dan temulawak. Hanya itu!” Timpal istrinya Hadijah.

“Terus terang kita sangat menyesalkan kurangnya perhatian dari pihak pemilik truk. Karena kecelakaan itu bapak tidak bisa lagi beraktifitas seperti biasa. Padahal Bapak adalah tulang punggung bagi keluarga,” kata Fida yang sesekali menyeka air mata, menambahkan.

Ia juga menliai Pemerintah Desa kurang memiliki empati terhadap nasib bapaknya. Padahal bapak bersama 19 warga lainnya pergi mencari kayu bakar sebagai representasi dari sebuah komunitas dalam membantu memenuhi kebutuhan anggotanya yang berhajat.

Kepala Desa yang menjadi pemimpin sebuah komunitas harusnya lebih berupaya untuk membuat bapaknya pulih seperti sedia kala.

“Hanya sekali saja Kepala Desanya menjenguk. Itu saat suami saya berada di Puskesmas Tolowata,” ujar Hadijah kembali menimpal.

Karena menilai pemilik truk kurang bertanggung jawab terhadap nasib Bapaknya, Fida menyatakan akan membawa kasus kecelakaan yang diduga akibat kelalaian supir truk itu ke pihak yang berwajib untuk mendapatkan keadilan.

“Iya kita berniat akan melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Supaya kami bisa mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

Penulis : Teddy Kuswara
Editor : Aden

COMMENTS

Nama

#Corona,121,arena,36,Bandara,7,Bansos,28,Bawaslu,13,bhakti sosial,20,bima,2159,bima iptek,4,Bima Pemerintah,81,Bima Pemerintahan,47,Bima: Pemerintah,5,bima. Pariwisata,3,Coro,1,Corona,58,Covid-19,24,Curanmor,3,Demonstrasi,2,des,1,Desa,53,dompu,99,Editorial,2,ekbis,200,Ekonomi,1,Ekonomi.,4,enterpreneur,1,explore,2,featured,89,hukrim,509,huksrim,3,hukum,1,Humaniora,1,HUT RI,1,iptek,24,Keagamaan,15,keamanan,7,kebudayaan,1,Kecelakaan,1,kemanusiaan,4,kepegawaian,1,kependudukan,10,kepolisian,9,Kesehatan,116,Kesenian,1,ketenagakerjaan,2,Kodim,14,Konflik,1,Korupsi,11,kota bima,120,KPU,3,KSB,2,lingkungan,95,lombok,106,Mataram,58,miras,1,Narkoba,7,Nasional,5,NTB,1,olahraga,24,Opini,49,Pariwisata,79,pembangunan,22,pembangunan.,2,pemerintah,37,Pemerintah.,1,pemerintahan,427,Pemerintahan.,5,Pemprov,3,Pemprov NTB,143,pendidikan,352,pendidikan.,8,Perbankan,1,Perguruan Tinggi,3,perhubungan,7,perisstiwa,41,peristiwa,334,Perjudian,2,persitiwa,6,Pertamina,2,pertanian,34,Peternakan,3,politik,242,Politik.,9,Prahara,12,Prestasi,20,Provinsi,1,puisi,1,regional,2,religi,16,religius,41,SAJAK,1,seni,1,SKCK,1,sosbud,184,Sosial,41,Sosok,1,SUDUT PANDANG,1,sumbawa,20,Tajuk,2,Tekhnologi,2,TKI,5,transportasi,2,travel,5,video,5,
ltr
item
Poros NTB: Deritanya Korban Lakalantas yang Merasa Diabaikan Pemilik Truk. "Untuk BAB Saja, di Samping Tempat Tidur"
Deritanya Korban Lakalantas yang Merasa Diabaikan Pemilik Truk. "Untuk BAB Saja, di Samping Tempat Tidur"
https://1.bp.blogspot.com/-H0oP-E2oGdg/X0BXZqzR53I/AAAAAAAAJUo/VPNtWOy7vSAklgOQSE58pn9DvdsvfMjNACLcBGAsYHQ/s400/Screenshot_1.png
https://1.bp.blogspot.com/-H0oP-E2oGdg/X0BXZqzR53I/AAAAAAAAJUo/VPNtWOy7vSAklgOQSE58pn9DvdsvfMjNACLcBGAsYHQ/s72-c/Screenshot_1.png
Poros NTB
https://www.porosntb.com/2020/08/deritanya-korban-lakalantas-yang-merasa.html
https://www.porosntb.com/
https://www.porosntb.com/
https://www.porosntb.com/2020/08/deritanya-korban-lakalantas-yang-merasa.html
true
2479742407306652642
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content