Dibaca Normal
![]() |
Bima,Porosntb.Com-Sat Polairud Polres Bima Kabupaten jajaran Polda NTB yang terlibat dalam Tim SAR kembali melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang anak berusia tiga tahun yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Sungai Desa Rato, Kecamatan Bolo, Selasa (03/03/2026).
Korban berinisial MI (3), warga Dusun Kampung Sigi, Desa Rato. Berdasarkan informasi yang dari masyarakat sekitar TKP korban diduga terbawa arus sungai saat berada di sekitar bantaran sungai.
Operasi pencarian yang memasuki hari kedua ini dimulai sekitar pukul 08.00 WITA yang diwakili dengan apel dan briefing yang dipimpin Koordinator Pos SAR Bima.
Setelah itu tim gabungan bergerak melakukan penyisiran dari lokasi kejadian awal di Sungai Desa Rato menuju Sungai Rasa Nggaro, Desa Bontokape, dengan jarak tempuh diperkirakan sejauh 2,2 kilometer.
Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Sat Polairud Polres Bima, Pos SAR Bima, TNI, BPBD Kabupaten Bima, TAGANA, potensi SAR, serta masyarakat dan relawan setempat.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima Kabupaten AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH., melalui Kasat Polairud AKP Hari purnomo SH
Kasat meneruskan, sekira pukul 11.00 WITA, tim tiba di titik akhir penyisiran dan melakukan evaluasi serta istirahat singkat. Pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 WITA dengan metode penyisiran ulang pada jalur yang sama guna memastikan tidak ada titik yang terlewatkan.
Namun hingga pukul 16.00 WITA, korban belum berhasil ditemukan. Berdasarkan hasil evaluasi bersama di lapangan, operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali esok hari dengan perluasan area pencarian.
Selama proses penyisiran, tim menghadapi sejumlah hambatan, di antaranya tumpukan material sisa banjir seperti kayu dan ranting yang menutupi aliran sungai serta kondisi dasar sungai yang berbatu dan terjal, sehingga menyulitkan mobilitas personel.
"Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya pencarian secara maksimal". Tegasnya.
Dalam pelaksanaannya tim juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam pengawasan anak-anak di sekitar aliran sungai agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

COMMENTS