Banner iklan disini Banner iklan disini

"Sungguh Terlalu" Diduga, Dua Gadis Bersaudara Diperkosa Iparnya Sendiri


Bima, Porosntb.com.-  Nasib nahas, yang menimpa dua orang gadis di bawah umur di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedua gadis yang diketahui adik-kaka itu di perkosa oleh Iparnya sendiri sejak 2014 lalu hingga 2017.

Parahnya kedua gadis dibawah umur itu diperkosa pelaku ditempat yang sama namun waktu yang berbeda saat korban masih duduk di kelas I dan III  SMP.

Beruntung, dua gadis yang berdomisili di Dusun Nenti Rasa Desa Ntoke, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, itu tak berakibat hamil. Bahkan dengan gigih dan tangguh korban yang diketahui bernama Bunga (19) (Bukan nama aslinya, red) telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA). Sedangkan korban ke dua Mawar (17) (bukan nama asli, red) tiada lain adalah adik korban pemerkosaan pertama dan saat ini masih duduk di Kelas 2 SMU.

Mau tau siapa pelakunya? Menurut pengakuan korban melalui Komnas Perlindungan Anak, Ketua Pokja Bima Salmah M Nur kepada Porosntb.com mengatakan, Pelaku tersebut bernama Mustakim (37) alias Ama Ti'u yang tiada lain adalah iparnya sendiri.

Diceritakanya, bahwa kejadian pemerkosaan berlangsung sejak tahun 2014 lalu setelah kedua korban masih duduk di bangku SMP. Bahkan, pemerkosaan  berlangsung setelah kedua korban pulang dari sekolah.

"Modusnya, Pelaku memanfaatkan kondisi rumah korban sedang kosong alias sepi,"ceritanya.

Lanjut dia, pertama aksi bejad pelaku terhadap kaka korban yang masih duduk di kelas 1 SMP sekitar tahun 2014 lalu. Merasa aksinya mulus dan tidak diketahui orang,  pelakupun kembali melancarkan aksi bejatnya kepada adik kandung Bunga yakni Mawar.

"Dengan modus yang sama, pelaku memperkosa gadis yang diketahui adik-kaka itu hinga tahun 2017," ungkapnya.

Menurut Salmah, aksi bejad pelaku terungkap setelah warga sekitar, mencurigai sikap pelaku. Begitupun dengan kedua korban dengan perubahan drastis wargapun kembali mencurigai dan akhirnya memanggil korban dan mempertanyakan kenapa sikapnya berubah. Setelah diintrogasi, sekitar awal tahun 2018 keluarga korban mengetahui perbuatan biadab yang dilakukan iparnya itu setelah dicerita semua oleh korbab.

Tak lama kemudian,  keluarga korban yang tidak menerima perbuatan Iparnya itu, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wera pada 27/2/2018 dan selain itu keluarga korban juga melaporkan perbuatan bejat pelaku pada 28/2/2018 ke Unit PPA Polres  Bima Kota.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan kasus tersebut masih ngambang dan belum ada kelanjutan proses Hukum yang jelas.

Menanggapi persoalan itu Komnas Perlindungan Anak melalui Ketua Pokja Bima Salmah, mendesak pihak kepolisian agar memproses pelaku sesuai perbuatannya.

"sebelum ada korban lainya, Polisi harus segera menangkap pelaku dugaan pemerkosaan anak dibawah umur tesrebut,"pintanya.

Sementara pihak kepolisian melalui Unit PPA Polres Bima Kota yang hendak ditemui Porosntb.com untuk dimintai tanggapan terkait kasus tersebut belum sempat ketemu dan diupayakan melalui via seluler juga tidak berhasil.(Poros-11)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.