Penuh Kubangan, LSM LMPM Minta Jalan Sudirman di Sape Segera Diaspal, Kalau Tidak…

Ilustrasi Jalan berkubang
Bima, Poros NTB.-  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Merah Putih Nasional (LMPN) menyorot kondisi Jalan Jenderal Sudirman yang menurut LSM tersebut sudah penuh dengan lubang kubangan di sana sini.

Yang paling parah menurut Ketua DPC LSM LMPN Kabupaten Bima, Syamsuddin, S.Sos, MM, akrab disapa Syam, yakni mulai dari Cabang (Desa) Bugis hingga SMPN 1 Lambu yang ada di Desa Rato Kecamatan Sape, yang panjangnya sekitar 5 Km.

“Sudah sejak 3 tahun lalu, masyarakat pengguna jalan yang nota bene jalan provinsi ini mengeluhkan kondisi jalan yang penuh lubang itu,” tutur Syam, saat bertandang di kantor redaksi Poros NTB, Senin (24/9/18) sore tadi.

Selama 3 tahun tersebut Pemerintah provinsi sendiri memang tidak tinggal diam. Namun mereka hanya melakukan perawatan dengan sekedar menempel jalan berlubang, yang nyatanya tidak bertahan lama karena sering dilewati oleh kendaraan yang bermuatan besar.

Menyerap keluhan dan harapan masyarakat pengguna jalan, LSM LMPN menuntut Pemerintah Provinsi NTB lewat dinas terkait, yakni dinas PU Kimpraswil untuk melakukan pengaspalan total.

Kalau tidak, ditakutkan akan berpengaruh bagi geliat perekonomian di 3 kecamatan, Yakni Sape, Lambu, dan Langgudu, serta angka kecelakaan akan terus meningkat.

“Jalan sudirman itu perlu hotmix total. Jangan ditempel-tempel saja. Kasihan masyarakat di Kecamatan Sape, Lambu dan Langgudu sebagai pengakses jalan itu,” ujarnya.

“Jadi dinas provinsi terkait jangan menutup mata dengan keadaan ini. ” tukasnya kemudian.

Karena, kata Syam, Jalan Sudirman ini memegang peranan kunci lancarnya perputaran ekonomi bagi 3 kecamatan. Jadi kalau terus dibiarkan terlantar maka perekonomian 3 kecamatan dimaksud bisa terhambat.

Belum lagi berlubangnya jalan Provinsi ini kerap meneror nyawa warga, karena memicu kecelakaan lalu lintas akibat saling serobot antar kendaraan yang menghalangi jalan berlubang.

“Karena itu LSM kita meminta Dinas PU Kimpraswil Provinsi NTB, agar segera mengaspal jalan itu,” tandasnya.

Pasalnya, imbuh Syam, jalan itu kian hari kian banyak lubangnya. Apalagi musim hujan akan segera tiba. Tentunya akan menambah parah kerusakan jalan.

Untuk diketahui, Dalam Pasal 203 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada ayat 1 disebutkan : Pemerintah bertanggung jawab atas terjaminnya Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Pasal 24 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan: (1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas. Pada ayat (2) disebutkan : Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas. (Aden)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.