SMAN 1 Ambalawi, Sekolah Pinggiran Bertaraf Internasional


 
Kepala Sekolah, Dedy Rosadi MPd MSc
Bima, porosntb.com-Siapa bilang sekolah pinggiran tak mampu bersaing dengan sekolah yang beridiri kokoh dan megah di tengah kota. SMAN 1 Ambalawi Kabupaten Bima contohnya. Sekolah yang terletak di kaki gunung ini mampu berbicara banyak di tingkat nasional hingga internasional.

Bukan saja dari sisi prestasi siswa yang sudah diukir. Tapi juga progresif pembangunan sekolah setempat cukup menjanjikan. Serta penempaan karakter peserta didik yang sangat konsisten.  

Terlebih lagi setelah sukses melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) beberapa waktu lalu, kini sekolah yang terletak di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi ini kembali menatap misi besar. Yakni menggelar ujian semester berbasis online.

Tentu tidak semua sekolah bisa melakukan seperti yang diprogramkan sekolah tersebut. Begitu pun halnya dengan sekolah-sekolah kenamaan yang berada di tengah kota. Jika tidak ditopang dengan leadership yang mumpuni dari seorang pemimpin sekolah. Sehingga tidak berlebihan jika sekolah tersebut mulai menata diri menjadi sekolah bertaraf internasinal dengan segala kegiatan online yang dicanangkan.


Inilah yang langsung dibaca kepala SMAN 1 Ambalawi Dedy Rosadi MPd MSc dalam menata sekolah pinggiran tersebut menjadi sekolah yang patut diperhitungkan di NTB.

“Zaman kian canggih, semuanya serba digital. Inilah yang kami analisa. Para siswa mulai kita perkenalkan soal ujian semester berbasis online,” ungkap Kasek, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/9/18).

Sejauh ini pihak sekolah sudah menyusun perangkat ujian semester secara online. Seperti menyiapkan 30 unit komputer dalam satu ruangan dan dua unit server. Rencananya, ujian online tersebut akan diterapkan saat semester ganjil nanti.
“Saat ini kita terus berupaya menyiapkan segala keperluan ujian semester online. Semoga bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” tutur magister jebolan UGM ini.
Secara teknis sambung pria yang akrab disapa Dedy ini, ujian tak memiliki perbedaan mencolok dengan ujian konvensional. Namun yang membedakan hanya media yang digunakan untuk mengerjakan soal.
Keputusan untuk melakukan ujian semester berbasis online tersebut berbekal keinginan untuk mencoba dan rasa tak pernah puas dari warga sekolah. Sehingga pihak sekolah menggagas sebuah eksperimen dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dewasa ini.
“Disamping mengirit biaya, ujian ini memudahkan para siswa agar tidak ribet dalam mengerjakan ujian. Serta menegajarkan mereka lebih dini mengenal IT,” tutup pria murah senyum ini. (poros-07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.