Banner iklan disini Banner iklan disini

Satnarkoba Polres Kabupaten Bima Kian Gigih Perangi Nakoba

Kasat Narkoba, Ipda Sudarto (dua dari kanan) mengapit terngka AP
Poros NTB.- Upaya Polres Bima Kabupaten lewat Satnarkoba dalam memerangi pengedaran dan penyalahgunaan nakoba layak diapresiasi. Pasalnya, dari tahun ke tahun kasus yang berhasil diungkap satnorkaba menunjukkan peningkatan drastis.

Sebagai gambaran, Tahun 2018 baru lalu, Sat Narkoba Polres Bima Kabupaten, yang dikepalai oleh Ipda Sudarto yang baru menjabat sekitar 7 bulan lalu berhasil mengungkap 24 kasus narkoba yang ada di wilayah hukumnya dan menjeruji 32 orang tersangka.

Sementara, Tahun 2017 lalu, Sat Narkoba Polres Bima Kabupaten, “hanya” mengungkap 20 kasus narkoba yang menjerat 27 tersangka yang terpaksa  merasakan dinginnya lantai tahanan.

Baru-baru ini, Kasat Narkoba, Ipda Sudarto, menggelar konferensi pers, Jum'at, (4/1/19) Pagi tadi, terkait diciduknya seorang residivis kasus narkoba yang juga kerap melakukan aksi kriminalitas lainnya.

Residivis yang dimaksud, berinisial AP, warga Dusun Kenanga Desa Tente Kecamatan Woha, yang diciduk di kediamannya, Rabu (2/1/18) lalu sekira Pukul 21.30.

Menurut Sudarto, penangkapan AP ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah diintai tak kurang dari sebulan dan mendapatkan kepastian keberadaan AP. Akhirnya Tim Satnarkoba dikerahkan untuk menggerebek AP di rumahnya tanpa perlawanan.

“AP ini memang sudah lama jadi target. Dia sudah 3 kali ditangkap dengan kasus yang sama,” ujarnya.

Untuk ukuran Kabupaten Bima, imbuh Sudarto, AP ini termasuk Bandar besar yang diperkirakan memiliki jaringan sekitar 6 orang. Ia juga dikenal “licin” mengelabui petugas dalam melakukan aksinya, sehingga perlu waktu lama untuk meringkusnya.

Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan, tiga paket Narkoba jenis shabu, satu buah alat bong shabu, tiga unit hanphone milik pelaku, dan satu buah isolasi.

Menurut pengakuan tersangka, sudarto menuturkan, AP mendapatkan barang haram  tersebut lewat temannya yang saat ini berada dalam Tahanan Polres Dompu bernama Heli.

"Transaksi yang dilakukan oleh mereka lewat Telepon,terus Heli yang berada dipenjara tersebut, langsung menyuruh anak buahnya mengantar barang haram ke tersangka Andi kosasih," jelasnya.

Akibat kejahatannya tersebut, AP terancam dihukum 20 tahun penjara, karena melanggar Pasal 114 ayat 2 junto 127 ayat 1.

“AP bukan satu-satunya target,” tukas Sudarto.

Karena dia memperkirakan masih ada sekitar 3 orang lagi yang diduga aktif memperjual-belikan barang haram tersebut.

“Saat ini terus kita intai,” pungkas dia. (Aden)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.