Banner iklan disini Banner iklan disini

Milyaran PAD Mandek Pada Tanah Eks Jaminan

Foto:Firman Ayatullah Kasubid Aset BPKAD Kabupaten Bima
Bima,Porosntb.com-Kepala Badan  Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset daerah kabupaten Bima(BPKAD) Adel Linggi Ardi,SE melalui Firman Ayatullah Kasubid Aset mengungkapkan pendapatan daerah melalui aset yang di targetkan 4,5 Milyar hingga saat ini masih ada yang belum masuk sebesar Rp 1,5-1,6 Milyar dan nilai terbesar di dominasi pada dua kecamatan yakni Bolo dan Madapangga," ujarnya di ruangannya pada Selasa(9/4).

Kata Dia, sampai saat ini di dua kecamatan tersebut masih ada tunggakan pembayaran atas aset daerah yang sebagian besar di dominasi pada tanah Exs Jaminan.Nilainya ngga tanggung-tanggung berjumlah ratusan juta bahkan tembus di atas 600-700 juta," Katanya.

Masih kata dia saat ini pihaknya telah melakukan penagihan kepada pengarap tanah Exs Jaminan tersebut." Kalaupun hingga dalam waktu yang ditentukan mereka belum membayar maka akan diminta pada yang mengarapnya terlepas mereka telah mendapatkan hak pemenang tender," tuturnya.

Disinggung,kenapa ini bisa terjadi ada beberapa faktor yakni peralihan dinas yang terjadi pada 2018 lalu serta keterlambatan proses tendernya juga yang membuat adanya penunggakan dari pada pembayaran tanah eks jaminan karena banyak tanah yang telah digarap warga yang tidak ikut tender," jelasnya.

Hal ini juga dibenarkan Kepala bidang Aset BPPKAD Kabupaten Bima Dra Faridah membenarkan hal itu." 2019 ini proses tender akan dimajukan pada bulan 8", target kedepan.

Lanjutnya, proses tender di percepat karena hal ini juga menjadi penghambat PPKAD daerah tercapai mengingat target PAD banyak di dapat dari tanah Exs Jaminan," tegasnya.

Diakui terlambatnya proses tender serta peralihan dinas juga menjadi penghambat terpenuhinya target PAD daerah.Mengingat hal ini Dinasnya terus meningkatkan pelayanan serta akan mengali lagi tanah aset Pemda yang ngga muncul di tender dari 1005 Parsial tanah hanya yang ikut tender hanya 600 parsil aja," Akurnya.

Beberapa kecamatan yang tidak muncul pada proses pelelangan tanah,Sape,Lambu,Wera dan Ambalawi serta ada sebagian di wilayah Kecamatan Bolo dan Madapangga saat ini menunggu penyetoran," ujarnya.

Dra Faridah pihaknya akan mengeluarkan penegasan di dua wilayah di kecamatan Bolo dan Madapangga bagi yang saat ini mengarap tanah eks yang tidak ikut tender apabila belum melakukan pelunasan maka bisa dibayar oleh pihak pengarap." hal ini disebabkan itikad baik dari pengarap yang tinggal sisa musim tanam dan bisa dikurangi," terangnya. (Poros08)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.