Sejumlah Warga Tolotangga Blokir Jalan Tuntut Penangkapan Pelaku Penganiayaan


Bima, Poros NTB.- Sejumlah warga Desa Tolouwi dilaporkan melakukan aksi pemblokiran jalan di desa setempat, Senin (20/5/19) lalu, sekira Pukul 21.30 Wita.

Aksi ini dipicu lantaran aksi penganiayaan yang dilakukan oleh warga Desa Tolotangga terhadap warga Desa Tolouwi, pada hari yang sama sekitar pukul 21.00 Wita.

Selang 30 menit kejadian, keluarga korban dan puluhan warga lainnya melakukan aksi pemblokiran jalan, guna menuntut penangkapan terhadap pelaku.

Pelaku yang dimaksud, adalah FR (20), warga Tolotangga yang melakukan penganiayaan terhadap Abbas, warga Tolouwi.

Awal kejadiannya, dituturkan pihak kepolisian Sektor Monta, Abbas dan temannya berboncengan motor untuk mencukur rambut di Desa Tolotangga. Usai mencukur, Abbas dan temannya hendak beranjak pulang.

Namun nahas, baru sampai di depan SDN Tolotangga, tiba-tiba sebalok kayu dihantamkan dari belakang oleh pelaku dan mengenai Abbas.

“Iya, dipukul dari belakang menggunakan kayu sebanyak satu  kali dan mengenai saudara Akbar Alias Abbas,” beber sumber dari Polsek Monta.

Kaget tak ketulungan lantaran dihantam kayu, Abbas dan temannya langsung geber motor meninggalkan TKP menuju Tolouwi.

Kabar kejadian langsung menyeruak,   dan spontan keluarga korban dan puluhan warga melakukan pemblokiran Jalan menuntut pelaku agar segera ditangkap.

Akibat kejadian tersebut, Abbas sendiri mengalami luka robek di kepala bagian belakang, sedalam 0,5 cm dan luka lecet di punggung sebelah kanan 5 x 0,5 cm.

Mendapat kabar adanya pemblokiran jalan, Kapolsek Monta, Iptu Takim langsung bergegas bersama anggotanya dan tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 Wita.

Sang Kapolsek langsung melakukan upaya negosiasi terhadap massa agar segera membuka pemblokiran jalan, dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Kepolisian.

Sementara untuk menangani kasus penganiayaan tersebut, pihak kepolisian mengantar korban untuk melakukan visum di Puskesmas Monta.

Bagusnya, upaya negosiasi yang dilakukan kepolisian ditanggapi baik oleh massa, dan situasi sementara dinyatakan kondusif.

Hasil pendalaman, pihak Kepolisian menduga penganiayaan tersebut terjadi karena adanya dendam lama antara pelaku, FR, terhadap korban, Abbas.

Karena Abbas, rupanya merupakan pelaku pembacokan terhadap salah satu warga Desa Tolotangga yang menyebabkan Jari warga tersebut putus. Hanya saja kejadian lampau itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Pihak kepolisian mensinyalir, pelaku masih berada di sekitar Desa Tolotangga, dan sudah dikordinasikan dengan pemerintah Desa Tolotangga agar membantu melakukan pencarian terhadap pelaku.

Kepolisian sendiri, mengatakan tidak menutup kemungkinan keluarga korban penganiayaan tersebut akan melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku, jika pelaku tidak ditindak tegas.

Untuk itu, dihimbau kepada keluarga pelaku agar menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian,  mengingat pelaku masih belum menyerahkan diri.


Selain itu, kepolisian juga menghimbau, agar keluarga korban tidak main hakim sendiri sehingga menambah panjangnya masalah. (Teddy)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.