Danramil 1608-07/Monta, Dialog dengan Warga Parado Wane Terkait Insiden Pembakaran Saung


Bima, Poros NTB.- Danramil 1608-07/Monta, Mayor Inf. Syaharudin memiliki cara tersendiri untuk menciptakan situasi keamanan diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Usai kejadian, Minggu (23/06/19), usai insiden pembakaran gubuk saat warga Tolotangga berselisih dengan waarga Paradowane, Danramil beserta jajarannya langsung melakukan langkah-langkah pencegahan agar perseslisihan tersebut tidak meluas menjadi konflik yang lebih besar.


Tepatnya, Senin (24/06/ 19), didepan rumah salah satu warga Parado Wane, Arsyad Ismail,  yang sedang melaksanakan hajatan urunan pengumpulan padi, sebagai rangkaian tradisi setempat dari persiapan kegiatan prosesi pernikahan anaknya. Danramil memanfaatkan momen itu utk memberikan pengarahan kepada sekurangnya 50 warga yang berkumpul, tentang terkait dengan kejadian pembakaran pondok di lahan perbatasan wilayah antara Desa Parado Wane Kecamatan Parado dan Desa Tolotangga Kecamatan Monta.
Danramil menyampaikan beberapa hal, di antaranya, bahwa status lahan yang diklaim merupakan daerah tutupan Negara yang tidak bisa dimiliki secara perorangan.

Lanjutnya, dengan adanya kegiatan perladangan di lahan tutupan, sangat berdampak pada ketersediaan air bersih didaerah sekitarnya, termasuk Tolotangga.

Karena itu ia meminta, agar masing-masing pihak menahan diri dari bertindak sendiri-sendiri, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Kades, Camat maupun kepolisian untuk dapat memberikan solusi yang terbaik.

“Jangan ada yang mengambil langkah diluar jalur hukum karena justru akan merugikan diri maupun masyarakat kita sendiri.” Ujar Danramil.


Dialog berlanjut dengan hangat dan penuh suasana kekeluargaan, yang juga dimanfaatkan oleh para tetua kampung untuk memberikan nasehat serta masukan. (Poros06)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.