Syukuran Hari Jadi Bima, Kemesraan Judul Lagu Dinyanyikan Dinda-Dahlan

Foto: Bupati,Wakil Bupati,Ketua DPRD,Dandim serta Kapolres menyanyikan lagu Kemesraan pada kegiatan Syukuran Hari Jadi Bima ke-379 Pada Malam Sabtu(05/07) di Pemda Bima.
Bima,Porosntb.com-Pada kegiatan syukuran di Pemda kabupaten Bima pada malam Sabtu (05/07) semalam terlihat ada yang unik yang diperlihatkan IDP-DAHLAN di depan tamu undangan.Pada Momen syukura Meraka berdua menyanyikan lagu yang berjudul Kemesraan ini, Janganlah cepat berlalu,Kemesraan ini, Ingin kukenang selalu, Hatiku damai, Jiwaku tentram disampingmu, Hatiku damai, Jiwaku tentram bersamamu, syair lagu yang di nyanyikan Bupati dan wakil Bupati  penuh makna di depan Kapolda,Kejati NTB,Dandim, Kapolres Bima dan Kapolres Kota Bima.

Lirik lagu Penyanyi Legendaris, Iwan Fals sepertinya tepat bila dialamatkan untuk, Hj.Indah Damayanti Putri,SE-Drs. H.Dahlan,M.Noer,  pasangan calon (paslon) yang berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada)Kabupaten Bima 2015.

Dalam Dunia Politik, pro dan kontra, suka atau tidak suka sepertinya sudah lumrah. Jadi tidak mengherankan, apabila disatu sisi ada yang berharap agar kemesraan keduanya segera berakhir.Terlebih, menjelang Pilkada 2020 mendatang. Tetapi disisi lain, kemesraan  Bupati Bima -Wabup Bima tersebut jangan sampai cepat berlalu, tetap dan selalu dikenang. Bukan hanya Satu periode, tapi bahkan  berlanjut hingga 2 periode.

Memang Dua sosok penting itu kerap kali diterpa sorotan, kritikan dan isu miring selama menjalankan tugas, tanggungjawab dalam memimpin Kabupaten Bima. Sebut saja, kabar angin seputar ketidakharmonisan keduanya, salah satu pemicunya diduga kuat karena persoalan “kepentingan”. 

Namun hal itu praktis terbantahkan. Buktinya, setiap momen Dinda-Dahlan tetap terlihat bersama, saling mengisi dan melengkapi satu sama lain serta bekerjasama demi Dou Labo Dana Mbojo. Hasilnya, sederet kesuksesan sebagai wujud nyata pengabdian Dinda – Dahlan telah ditorehkan. Mulai dari sector Pendidikan, Keagamaan, Sosial Budaya, Pertanian, Perkebunan, Peternakan hingga Pembangunan dan  lain sebagainya.

Biasanya, kekompakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati dalam memimpin daerah kerap tidak bertahan lama. Kemesraan antara keduanya biasanya hanya bertahan selama enam bulan pertama pasca memenangkan pilkada.

Di banyak daerah, setelah satu tahun pemerintahan, konflik antara Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah memanas. Bahkan, biasanya Wakil Bupati sudah menyusun kekuatan untuk melawan bupati di Pilkada selanjutnya.

Ada dua hal yang membuat hubungan Wabup dan Bupati di sebuah daerah memburuk. Pertama perebutan proyek yang paling banyak menjadikan hubungan kedua pemimpin itu tak harmonis. Kedua, terkait dengan penunjukan pejabat Kepala SKPD.

Jadi hubungan bupati dan wabup itu tidak baik karena karena proyek dan saat penunjukan kepala dinas.Apabila Bupati dan Wabup lebih mengedepankan hubungan daripada kepentingan, pasti langgeng. Sebaliknya jika tidak, terima saja kehancuran. (Poros08 )


Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.