Gubernur Mampir di STKIP Tamsis, Ibnu Menyebutnya "The Father Of Civilization"


Gubernur NTB saat menerima cenderamata dari STKIP Taman Siswa Bima

Bima, porosntb.com-STKIP Taman Siswa Bima tak pernah henti membuat gebrakan baru dan kejutan kepada mahasiswanya. Di acara Graduation Gathering wisudawan angkatan XII tahun ini, kampus yang berlokasi di Desa Padolo Kecamatan Palibelo itu memberi kejutan manis, khusus buat para calon wisudawan/wisudawati setempat. 

Gubernur NTB saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa 


PTS Pendidikan satu-satunya di Kabupaten Bima itu mengundang resmi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah untuk memberikan orasi ilmiah di hadapan para calon wisudawan/wisudawati. Kedatangan orang nomor satu di NTB itu disambut antusias para civitas akademika setempat. Lebih khusus para mahasiswa yang akan di wisuda dalam waktu dekat.


Gubernur NTB foto bersama wisudawan terbaik

Ketua STKIP Tamsis Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si mengundang sang Gubernur NTB untuk melihat langsung keadaan kampus Tamsis Beradab dan untuk memberi inspirasi kepada ratusan mahasiswa dan dosen dalam acara Graduation Gathering Sarjana Beradab. Dengan harapan agar ratusan mahasiswa dan dosen terinspirasi dalam menatap masa depan yang Gemilang.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu pun langsung memberikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa. Dalam isi orasinya, Bang Zul membakar semangat mahasiswa untuk terus meningkatkan jenjang pendidikan. Selain itu, putra asli Pulau Sumbawa ini menantang mahasiswa setempat untuk mengejar beasiswa ke luar negeri yang sudah dia siapkan. 

Kondisi ini praktis membuat suasana gemuruh dengan suara tepuk tangan. 

Sejumlah mahasiswa saat mengikuti kegiatan graduation gathering yang dipandu Gubernur NTB

Pada kesempatan itu, Ketua STKIP Tamsis Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi bahkan menyebut jika Gubernur NTB merupakan Father of Civilization. Karena dinilai sebagai tokoh dalam peradaban pendidikan di NTB. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat program Gubernur yang baru satu tahun menjabat ini sudah banyak mengirim mahasiswa Bima ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah. Tidak terkecuali mahasiswa kampus setempat.

Di hadapan gubernur yang didampingi Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer itu, Dr Ibnu memaparkan kondisi di kampus setempat. Mulai dari biaya kuliah yang paling ringan di seluruh PTS di NTB hingga sumber daya mahasiswa juga ikut disampaikan.

"Kami tetap berjalan mesti tertatih. Kendati mahasiswa kami rata-rata adalah petani, tapi mereka mampu memberikan kemampuan terbaiknya. Soal SDM, boleh diadu," tegas Dr Ibnu. 

Diungkapkan, seluruh civitas akademika merasa bangga atas kedatangan Gubernur dan Wakil Bupati di kampus setempat. 

Foto bersama


"Rasanya, bahwa pertemuan ini seperti representasi dari pertemuan tiga visi besar, yaitu NTB Gemilang, Bima Ramah, dan Tamsis Beradab. Meskipun dengan biaya SPP terendah dunia akhirat, kampus Tamsis Beradab ini terus berjuang untuk Go Internasional," tuturnya. 

Dr Ibnu memberi apresiasi tinggi terhadap Gubernur atas sepakterjang dan gaya kepemimpinannya menjelang satu tahun bertugas di DR 1.  

"Atas nama Lembaga STKIP Taman Siswa Bima dengan kesadaran penuh memberi penghargaan kepada Bapak Gubernur sebagai “Bapak Peradaban” (The Father Of Civilization). Sepertinya bapak Gubernur tidak pernah capek untuk bertemu rakyat dan melakukan gebrakan percepatan pembangunan SDM hingga membuka akses kerjasama dengan dunia Internasional," ujar dosen ilmu politik ini.

Sementara Wakil Bupati Bima, menambahkan, SDM yang handal akan membawa dampak yang bagus bagi percepatan pembangunan pada semua aspek kehidupan. Salah satu tantangan bagi terwujudnya Visi Bima Ramah adalah masih banyak SDM birokrasi dan ASN yang belum handal. 

"Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, jangan hanya mengejar ijazah tapi harus mengejar ilmu sebanyak-banyaknya," tegas Wabup yang akrab disapa Babe ini. 

Foto bersama civitas akademika STKIP Tamsis Bima


Ditegaskan Babe, sudah empat tahun dia dan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri mensosialisasikan Bima Ramah. Dia.menilai, ini sebuah cita-cita dan mimpi di siang bolong jika tidak ada upaya serius. 

"Semoga seluruh mahasiswa benar-benar memiki SDM yang handal. Kita bangun SDM yang unggul mulai PAUD hingga perguruan tinggi. Jika SDM bagus, yakin saja semuanya akan bagus," tuturnya. 

Meski demikian, orang nomor dua di Kabupaten Bima ini mengakui jika masalah utama yang dihadapi saat ini adalah SDM. 

"Birokrasi yang itu-itu saja, belum mau berubah. Ini tantangan yang harus kita hadapi. Kejarlah ilmu dan pengalaman. Kalau mau hasilnya bagus, kita harus belajar pada apa yang disampaikan guru dan dosen. Ini adalah jalan terbaik. Ini semua bisa terwujud jika semua mensupor dan menggerakkan untuk mencapai cita-cita itu," pungkansya. (ADV/poros07)


Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.