Pembacokan Tangga, Evakuasi Pelaku Bapak dan Anak Berlangsung Dramatis

0 Viewers
Kondisi korban saat mendapatkan perawatan medis


Bima, porosntb.com-Pembacokan kembali terjadi di Kabupaten Bima. Warga Desa Tangga Kecamatan Monta, Safrudin alias Kevin 30 tahun harus bersimbah darah akibat menderita luka bacok di sekujur tubuhnya, Jumat (26/6/20) malam.

Korban sebelumnya dikabarkan meninggal dunia dan memicu emosi keluarga. Hingga blokir jalan pun tak terhindarkan. Namun setelah dikonfirmasi informasi kondisi  korban masih hidup dan menunjukan kondisi yang baik.

Sementara itu, pelaku pembacokan diduga adalah bapak dan anak yakni berinisial Is dan Jn, yang juga warga Desa Tangga RT 04. Kini, kedua terduga pelaku sudah diamankan jajaran kepolisian Polres Bima Kabupaten.

Meski begitu, evakuasi para pelaku berlangsung dramatis. Aparat kepolisian kesulitan karena dihadang keluarga korban. Kondisi ini juga diperparah oleh adanya pemblokiran jalan di desa setempat sehingga menyulitkan aparat kepolisian. Namun, polisi akhirnya mengevakuasi pelaku lewat jalur alternatif yakni jalur Langgudu untuk mengantisipasi amukan massa.

Informasi yang dihimpun dari aparat kepolisian, pembacokan tersebut terjadi di lapangan Desa Tangga. Saat itu, korban sedang duduk, namun dua orang terduga pelaku menyamperi korban dan langsung membacok.

"Pelaku datang langsung bacok, tanpa basa-basi. Korban ini pendiam tapi suka Miras," ujar aparat kepolisian yang ogah mempublikasikan namanya kepada media ini.

Sedangkan, Kapolsek Monta IPTU Takim membenarkan kejadian tersebut. Namun bagaimana motif dan kronologinya, pihaknya sedang mengumpulkan keterangan saksi. "Sementara ini kami masih fokus dengan pengamanan wilayah agar tidak berbuntut main hakim sendiri," paparnya.

Takim juga menjelaskan, bahwa pihak kepolisian telah mengamankan tiga orang. "Bukan dua orang yang dievakuasi tapi tiga. Ayah berikut dua orang anaknya, saat ini telah diamankan di Makopolres Bima," ujarnya.

Kapolsek berharap agar semua persoalan hukum dipercayakan sepenuhnya pada aparat kepolisian. "Kami harapkan seluruh keluarga dapat menahan diri, percayakan semua pada aparat penegak hukum," harap Takim.

Sementara itu, kondisi luka korban mulai hidung hingga pipi kanan sudah dijahit. Saat ini, yang masih dibersihkan bagian kepala dari jidad sampai ubun kepala. Bagian tubuh lain tidak ada luka, namun dua jarinya mengalami luka. Dan kondisi di Desa Tangga berangsur membaik dan pemblokiran jalan mulai dibuka(*)

Penulis Edo

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama