Kepolisian Ungkap Motif dan Rentetan Kasus Pembacokan di Desa Tangga

0 Viewers
Ilustrasi kasus pembacokan

Bima porosntb.com.- Motif pembacokan yang terjadi di Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang berlangsung Jum’at sekitar Pukul 20.20 Wita malam tadi mulai terkuak.


Kronologis kejadian berdasarkan hasil pendalaman kasus oleh Kepolisian Sektor Monta, lewat rilisnya yang diterima media ini Pukul 03.23 Wita dini hari tadi, menyampaikan rentetan kejadiannya.

Pada awalnya, menurut kepolisian, AR yang merupakan anak dan adik pelaku, pergi mengambil Sepeda Motor di dekat lapangan Sepak Bola Desa Tangga (TKP).

Sesampainya, AR tiba-tiba dicaci maki oleh korban dengan melontarkan kata-kata "s***n dan b**i" dan kemudian korban mengejar AR sampai di atas rumahnya.

Namun korban tidak mendapati AR, sehingga korban kembali ke TKP.

AR lantas mengadukan kejadian yang menimpanya kepada ayah dan kakaknya, masing-masing berinisial IS dan JN, yang saat ini berstatus pelaku.
Sementara di TKP, salah satu Tokoh pemuda di Desa Tangga. Suharlin, S.Sos, yang juga Pimpinan Redaksi dari Media Online Jerat NTB mencoba menyabarkan korban dan berusaha menuntun korban untuk pulang.
Sayangnya, di saat yang sama tiba-tiba kedua pelaku sambil membawa sebilah parang langsung menghampiri korban dan membacoknya bertubi-bertubi.

Setelah puas membacok korban, kedua pelaku langsung meninggalkan TKP.

Personil Polsek Monta yang mendapatkan informasi adanya kasus pembacokan tersebut, tanpa membuang waktu langsung mengevakuasi kedua pelaku.

“Saudara IY diamankan sementara di kediaman Kapolsek Monta, IPTU Takim. Sedangkan pelaku atas nama saudara IN. dibawa oleh pamannya untuk diserahkan langsung kepada Kanit Provos Polsek Monta. Brigadir Imron di kebun yang berlokasi di So Oi Roko Desa Tangga,” beber Kepolisian Sektor Monta dalam rilisnya.

Selanjutnya kedua pelaku diserahkan kepada Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bima sekitar Pukul 20.40 Wita untuk diamankan di Mako Polres Bima Kabupaten.

Kembali kepada korban, Pukul 20.30 wita korban sempat dibawa ke PKM Monta untuk dilakukan tindakan medis. Namun karena kondisi korban yang sangat parah, akhirnya dirujuk ke RSUD Bima.

Pihak keluarga korban yang mendapat “kabar liar” sekitar Pukul 21.50 Wita, yang mengatakan korban telah meninggal dunia, langsung melakukan aksi pemblokiran Jalan lintas Tente-Parado di depan rumah Korban di RT 13 RW 04 Desa Tangga dengan menggunakan batu dan kayu.

Kanit Pulbaket Polsek Monta dan Unit Intelkam Polres Bima yang tiba di lokasi Pukul 22.00 Wita. berusaha melakukan penggalangan terhadap paman korban agar bisa mengarahkan keluarga korban untuk membuka pemblokiran jalan.

Kapolsek Monta. IPTU Takim bersama Kapolsek Woha, IPTU Edy Prayitno bersama Kasubsektor Wilamaci AIPTU Syahril juga ikut tiba di lokasi Pukul 22.15.

Kedua Kapolsek tersebut menyampakan bahwa korban yang dikabarkan meninggal itu, masih ditangani oleh Tim Medis di RSUD Bima.

“Kabar itu bohong. Dan para pelaku sudah diamankan dan saat ini dalam perjalanan menuju Polres Bima,” terang Takim di hadapan massa.

Iapun menghimbau pihak keluarga korban agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan meminta agar jalan yang diblokir untuk dibuka.

Ia juga mengarahkan pihak keluarga korban untuk melaporkan kejadian tersebut tersebut ke SPKT Polres Bima.

Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, akhirnya keluarga korban kembali membuka pemblokiran jalan, Pukul 22.50 Wita.

Keluarga korban didampingi oleh personil Polsek Monta akhirnya menuju Polres Bima untuk melaporkan kasus pembacokan tersebut, Pukul 23.10 wita.

“Situasi sampai saat ini di Wilayah hukum Polsek Monta pasca tidak pidana Penganiayaan masih terpantau aman.” Pungkas pihak Polsek Monta.

Penulis : Teddy Kuswara
Editor : Aden

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama