SMPN 1 Woha Jadi Pioneer Kelas Model "SMART CLASS"

Dari kiri ke kanan, Ketua Bidang Studi Smart Class, Junaidin, S.Pd, Kepala Sekolah SMPN 1 Woha, Drs, Mukhtar Pua, Wali Kelas Smart Class, Wahidin, S.Pd, saat berpose di ruang Kepala Sekolah, Kamis (29/8/2019)
Bima, Poros NTB.- Sebagai salah satu sekolah model di Kabupaten Bima, SMPN 1 Woha kini tengah membentuk Kelas Model “Smart Class”, yang menurut Kepala SMPN 1 Woha, Drs. Mukhtar Pua, saat ini tengah memasuki tahap akhir seleksi siswa yang akan tergabung dalam model dimaksud.

Lahirnya inisiatif untuk membentuk Smart Class ini sendiri, lanjut Mukhtar, adalah untuk merealisasikan rencana program Pemerintah Kabupaten Bima tentang 20 Revolusi Gerakan Pendidikan.

“Jadi salah satunya, satu sekolah wajib ada satu (model) Smart Class. Apa yang diajarkan di Smart Class itu, tergantung pada masing-masing sekolah yang meramunya. Mungkin di sekolah lain ingin (mengajarkan) Bahasa Inggris, Indonesia, atau Arab. Tapi untuk di SMPN 1 Woha, kita memilih Bahasa Inggris Pola Kursus, TIK Pola Kursus, dan Hafis Juz 30,” paparnya, saat ditemui di Ruang Guru SMPN 1 Woha, Kamis (29/8/19).

Dalam satu Smart Classroom akan memuat 36 siswa, yang nantinya, imbuh Mukhtar, akan diajarkan dengan sistim computer.

Rencana pembentukan Kelas Model Smart Class ini, telah digagas oleh Mukhtar sejak pendaftaran siswa baru dimulai. Dengan cara menyeleksi siswa baru berdasarkan nilai NEM SD siswa yang tertinggi.

“Kita kumpulkan nilai tertinggi lalu ditest, dipadukan dengan nilai NEMnya di SD. Diambillah yang terbaik,” terangnya.

Lanjut Mukhtar, ada 82 orang siswa yang dijaring dalam seleksi awal. Setelah ditest, yang lolos seleksi kemudian berjumlah 40 orang, dimana nantinya mengerucut pata 36 siswa Kelas VII saja. Karena Smart Class ini baru dirintis Tahun 2019 ini.

Nantinya, setelah naik ke Kelas VIII akan tetap mengikuti Smart Class. “Nanti waktu pendaftaran kelas 1 (VII) akan kembali dijaring 36 siswa lagi untuk mengisi smart Kelas di kelas 1. Sementara yang kelas 1 sekarang saat naik kelas 2 akan tetap mengikuti Smart Class. Untuk kelas 3 tidak ada, karena hanya sampai Kelas 2,” urai Mukhtar lebih lanjut.

Terkait KBM, disebutkannya siswa Kelas VII akan tetap mengikuti KBM regular seperti biasa. Yakni, mulai pagi hingga jam pulang sekolah Pukul 12.15 Wita. setelah itu, siswa yang mengikuti Smart Class setelah makan, istirahat, dan sholat, akan memasuki Smart Classroom hingga Pukul 15.00 Wita, yang akan dijadwalkan 4 kali dalam seminggu. Yakni Hari Senin sampai Kamis.

Akibat adanya Smart Class ini, siswa Kelas VII yang biasanya masuk sore hari, akan ditarik masuk pagi.

“Sekarang nama-nama 36 siswa yang lolos seleksi akhir sudah ada. Tinggal besok (Jum’at, 30/8/19) kita panggil orang tuanya untuk mensosialisasikan tentang model Smart Class ini. September ini sudah mulai berjalan. Minggu pertama (September) mereka (siswa Smart Class) sudah pisah,” Cetus Mukhtar.

Rencananya, agenda pertemuan dengan orang tua siswa ini selain untuk mensosialisasikan terkait model Smart Class, juga untuk membahas masalah akan adanya tambahan biaya.  
“Sebab, anak-anak akan makan di sekolah dan lainnya. Nanti akan ada tambahan biaya yang akan dibahas dengan orang tua murid. Harus, sebab ini yang mengajar kan di luar jam dinas, jadi harus ada semacam insentif,” kata Mukhtar.

“Mereka masuk di tempat lain saja bayar sekitar 300 ribu per bulan. Tapi saya nggak akan minta sebanyak itu. Karena nantinya akan berjalan berbarengan, dana BOS sebagian, dan sumbangsih orang tua murid sebagian,” imbuhnya membandingkan.

“Yang pasti kita akan buat siswa Smart Class ini senyaman mungkin. Ruangannya akan kita instalasi dengan piranti computer, ada tempat minumnya, pokoknya kita buat mereka nyaman. Baik dari sarana maupun dari sisi teknik mengajarnya,” kata dia lagi

Karena Smart Class ini dalam proses KBM-nya akan menggunakan Pendekatan Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, atau yang biasa disingkat PAKEM.

Menyinggung Hasil akhir yang diharapkan dari siswa Smart Class ini, Mukhtar mengatakan dalam jangka panjang, siswa yang lulus dari SMPN 1 Woha tentunya memiliki bekal berupa “Life Skill” yang memadai atau kemampuan dasar yang mumpuni untuk menjejaki jenjang pendidikan selanjutnya.

“Jadi ada siswa yang sudah mahir computer, ada siswa yang sudah pintar bahasa inggris, ada siswa yang hafal juz 30,” harapnya.

Sementara untuk tujuan jangka pendeknya, menurut Mukhtar, dengan adanya model Smart Class ini, SMPN 1 Woha akan memiliki siswa-siswa yang “Siap Pakai”.

Siap pakai yang dimaksudnya adalah, jika ada lomba-lomba yang melibatkan siswa Tingkat SMP, maka SMPN 1 Woha sudah memiliki siswa Smart Class untuk diutus. “Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi. Kalau ada lomba-lomba semacam olimpiade, lomba Dai, atau lomba Bidang Studi kita tinggal utus mereka ini,” ujarnya.

Senada dengan Kepsek, Ketua Bidang Studi Smart Class, Jainuddin, S.Pd, menyatakan tujuan utamanya yakni untuk melahirkan siswa-siswa yang memiliki “kemampuan lebih”. “Sehingga jika ada kegiatan lomba apapun, mereka siap semua,” ujarnya menimpali.

“Misalnya terkait kegiatan Imtaq, debat-debat bahasa inggris. Jadi sesuai dengan kompetensi yang diajarkan di Smart Class,” imbuhnya.

Terkait tenaga pengajar, untuk Pelajaran Bahasa Inggris pola kursus, akan ditangani oleh guru internal SMPN 1 Woha. Yakni akan dikoordinir langsung oleh Wali Kelas Smart Class, Wahidin, S.Pd, yang juga merupakan guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris.

“Begitu pula untuk TIK kita akan pakai guru sendiri. Karena guru SMPN 1 Woha ini, syarat utamanya dalam mengajar harus menguasai computer. Jadi kita tidak susah kalau untuk TIK,” terang Mukhtar.

Yang menurutnya masih ada pertimbangan untuk mengambil  orang luar sebagai tenaga pengajar, yaitu pelajaran Hafis juz 30. Meski ada guru sendiri yang berpotensi untuk mengajar, namun dikhawatirkannya tidak maksimal.

“Untuk pelajaran Hafis Alkuran, kalau memang guru internal sekolah kurang, maka akan dipanggil orang luar. Sudah ada Qori juara 1 Kabupaten yang sudah saya tarik dan ada guru yang hafis alkuran yang memang mengajar di sekolah ini,” ungkapnya.

“Mungkin metode hafalannya, cara hafalannya, kalau guru internal mampu memanage itu, ya saya tidak akan panggil orang luar. Tapi kalau tidak mampu akan kita pakai orang luar sesuai dengan kebutuhan,” pungkas Mukhtar.

Untuk diketahui, SMPN 1 Woha merupakan sekolah di Kabupaten Bima yang menjadi pioneer atau yang mengawali Kelas Model “Smart Class” yang dijadwalkan berjalan minggu pertama September ini. Pihak Dikbudpora Kabupaten Bima sendiri baru akan melaunching Smart Class ini pada Bulan Oktober. Tapi nampaknya Kepala Sekolah SMPN 1 Woha ingin berinovasi lebih awal dengan Smart Class ini, tentunya dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki sudah memadai. (ADV)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.