Temui Pimpinan Media, Bupati: Wartawan Jangan Doble Job

Suasana pertemuan Bupati Bima dengan pimpinan Media di Bima



Bima, porosntb.com-Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE bertemu dengan sejumlah pimpinan media di Kota dan Kabupaten Bima. Pertemuan yang dikemas dalam acara Coffee Morning itu berlangsung di ruang rapat Bupati, Sabtu (28/9/19).

Dalam pertemuan itu, banyak agenda yang dibahas bupati bersama media. Salah satunya soal keberimbangan berita menyambut Pilkada 2020 mendatang. Bupati berharap agar Media berperan aktif dalam menyuguhkan berita-berita positif.

Selain itu, bupati juga mengingatkan agar wartawan tidak rangkap profesi alias Doble Job.

"Yang perlu diingat, wartawan jangan Doble Job, apalagi jadi anggota parpol. Wartawan harus benar-benar independen dan harus menjunjung tinggi keberimbangan berita," ujar Umi Dinda di hadapan puluhan wartawan.

Menurutnya, informasi yqng disajikan media menjadi salah satu sumber bagi pemerintah maupun masyarakat.
"Wartawan harus mampu memposisikan dirinya sebagai wartawan," tandasnya.

Disampaikan pula, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan sinergitas dan kemitraan antara media dan pemerintah. Sebab selama ini peran media sangat luar biasa dalam memberikan informasi. Khususnya dalam pembangunan yang ada di Kabupaten Bima.

"Kita harap kemitraan ini terus terjalin baik. Namun bukan berarti adanya kemitraan menghilangkan profesinal dan indepedensi media," tegasnya.

Bahkan, bupati meminta khusus bagian Humas Protokol untuk menggelar kegiatan jurnalistik dengan mengundang wartawan senior sebagai pemateri. Ini diharapkan agar SDM para kulitinta di Bima lebih baik.

"Nanti tolong agendakan kegiatan itu. Cari wartawan yang benar-benar kompeten dan sudah senior untuk diundang," pesannya.

Sejumlah wartawan yang hadir ikut memberikan pandangan terhadap dinamika pemberitaan selama ini. Serta memberikan masukan terhadap pemerintah daerah dalam rangka sinergitas kinerja media dan pemerintah. Salah satunya datang dari pimpinan Media Jerat Group, Suharlin, S.Sos.

Dia menyampaikan bagaimana peran media Bima dalam meredam pemberitaan konflik antar warga. Menurut dia, upaya wartwan dalam meredam pemberitaan itu terbukti sukses. Karena dengan tidak adanya berita konflik warga tentu membawa prestasi tersendiri bagi pemerintah daerah. Salah satunya adalah, Bima bisa keluar dari status zona merah.

"Upaya wartawan KAE khususnya dalam mengerem berita konflik antar warga saya nilai sukses. Kita sudah sepakat bahwa berita-berita seperti itu tidak lagi harus dinaikkan walaupun retting pembacanya sangat tinggi. Tapi ini bagian dari upaya kita memajukan Bima dan mendukung program kepala daerah," tutur pria yang akrab disapa Leo ini.

Selain itu, dalam pertemuan itu juga dirangkai dengan acara perpisahan Kabag Humas yang akan purna tugas per 1 Oktober 2019. Dalam kesempatan itu, Hj Sita Erna berpamitan dan menyampaikan permohonan maaf. (Poros07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.