Bandara Bima Dalam Balutan Tangan Dingin Kadek


Kepala Bandara Bima, I Kadek Yuli Sastrawan, S.IKom

Bandar udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima kini bisa disejajarkan dengan bandara di kota-kota besar. Meski belum berstatus internasional, bandara kebanggaan masyarakat Bima, Kota Bima dan Dompu tersebut terus mengalami pembenahan total. Baik dari pelayanan keamanan hingga infrastruktur pendukung. Dibalik perubahan yang mencolok tersebut, ada sosok I Kadek Yuli Sastrawan yang memiliki peran penting di belakangnya. Berikut catatannya. 


Bima, porosntb.com-Pengerjaan Bandara Bima terus digenjot. Mulai pembangunan tempat ibadah, pagar keliling hingga perpanjangan runway. Pengerjaan sejumlah item tersebut ditargetkan rampung tahun ini. 

Selain pengerjaan fisik, bandara juga sudah siap memberikan pelayanan keamanan prima terhadap pengguna jasa angkutan udara. Dengan menjalin kemitraan dengan pihak imigrasi dan memperketat pengamanan di dalam lingkungan bandara. Hal ini sudah tampak sejak bandara Bima dinahkodai I Kadek Yuli Sastrawan, S.IKom.

Dalam rentang waktu setahun ini, kepala Bandara yang akrab disapa Kadek tersebut mampu menyulap wajah bandara Bima. Selain banyaknya progres positif di bidang infrastruktur, bukan menjadikan Kadek puas untuk terus membangun. Bahkan, plan besar ke depan adalah pembenahan total di sisi terminal. 

Rencananya, terminal mewah bandara Bima akan dibangun berlantai dua di sisi utara. Dari master plan, desain terminal akan dibangun sesuai ciri khas Bima. Sementara terminal saat ini akan diratakan untuk kargo dan perluasan parkir.

Hanya saja kendala saat ini menurut Kadek, ada pada penggunaan VIP yang tidak teratur dan petani tambak yang masih keluar masuk lintasan runway. Menurutnya, saat ini penggunaan VIP belum diatur oleh Pemda. Seperti pejabat setingkat mana yang boleh menggunakan VIP. Karena selama ini, hampir sejumlah pejabat eselon satu hingga pejabat teras di daerah masih sering menggunakan VIP. Padahal kata Kadek, hal ini sangat riskan soal keamanan, sehingga perlu dibuatkan aturan khusus bagi penumpang yang bisa menggunakan VIP.

"Ini menjadi tantangan kita di Bandara dalam menciptakan keamanan. Pemerintah daerah yang memiliki VIP, mestinya mengatur pejabat setingkat mana yang boleh melalui VIP. Biar lebih tertib lagi," ujar Kadek saat ditemui di ruang kerjanya. 

"Begitu juga soal petani tambak. Idealnya, aktivitas ini tidak boleh ada di areal bandara. Tapi karena memang belum ada jalan tani di luar areal bandara, sehingga terpaksa para petani kami izinkan keluar masuk lintasan bandara. Bahkan, kami antar jemput agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur pria yang punya visi konstruktif ini. 

Kadek berharap persoalan tersebut segera ada solusi. Pihaknya siap mendukung, jika Pemda bersedia. Demi pembangunan Bima yang berkemajuan. 

Terkait soal terminal baru berlantai dua yang akan dibangun, kepala bandara Low Profile ini menargetkan pengerjaannya pada tahun 2020. Meski demikian, pria asal Pulau Dewata tersebut berharap dukungan dan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menyukseskan apapun pembangunan di bandara. 

"Semuanya tergantung masyarakat. Jika ingin maju, ayok kita sama-sama mendukung kegiatan di bandara. Kami pastikan bandara ini akan jauh lebih baik, lebih tertib, lebih aman, selama kita mau berubah sedikit-sedikit," harapnya. 

Sementara untuk menyambut pesawat berbadan lebar, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima sudah memperpanjang runway. Tahun 2020 ini diproyeksikan untuk diaspal. 

Saat ini, bandara yang digunakan oleh tiga daerah administrasi tersebut baru memiliki landasan sepanjang 1600 meter. Meski begitu, bandara ini mampu menghadirkan pesawat Boeing 737 seri 500. Dan saat ini, landasan bandara setempat sedang dikerjakan perpanjangan menjadi 2200x30 meter. 

Perpanjangan Runway ini merupakan impian masyarakat Bima, Kota Bima dan Dompu. Dalam waktu tidak lama lagi, landasan yang akan didarati pesawat Boeing 737 seri 800 ini akan segera terwujud. Pihak bandara sendiri sudah siap menyambut perubahan besar tersebut.(*)

Penulis : Edo

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.