Muhammad, Pelopor Program Iklim Dzikir

Sukses Tanamkan Karakter Islami pada Mahasiswa

Beginilah suasana iklim dzikir di STKIP Tamsis Bima


Tiga tahun sudah program iklim dzikir mewarnai dunia perkuliahan di STKIP Taman Siswa Bima. Program yang digagas oleh sang ketua Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi ini sukses membawa dampak positif bagi kampus. Khususnya para mahasiswa dalam mengenal Alquran untuk mendekatkan diri pada Allah. Sudah banyak mahasiswa bahkan dosen yang pandai membaca dan bahkan menghafal Alquran melalui program ini. Di balik suksesnya program tersebut, ada sosok penting di belakangnya. Dia adalah Muhammad MPd.I. berikut ulasannya. 

Bima, porosntb.com- Muhammad, M.Pd.I., sudah mendampingi program Iklim Dzikir Mahasiswa di STKIP Tamsis Bima selama tiga tahun terakhir. Program Islami yang mengedepankan belajar membaca dan menghafal Alquran tersebut dalam rangka pengamalan nilai alquran dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Berkat kegiatan yang dibangun itu, banyak mahasiswa yang lancar membaca dan berhasil menghafal pegangan umat islam itu.

"Saya sudah menjalankan program iklim dzikir untuk mahasiswa, hampir 3 tahun. Metode  yang digunakan dengan meminta mahasiswa menyetor hafalan alquran. Biasanya, surah arrahman, Juz 30, Yasinn dan ayat-ayat lainnya," papar dosen di Prodi PGSD itu saat ditemui media ini di Masjid Sudirman, Jumat (28/12/2019).

Menurut Muhammad, via program tersebut yang dibina adalah terbentuknya karakter Dinul Islam pada mahasiswa. Atau, nilai-nilai Qurani tertanam. "Mahasiswa yang mampu menyelesaikan hafalan, hampir 90 persen dari semua mahasiswa yang mengikuti program ini (Iklim Dzikir, red). Kami ada dalam program ini sejak akhir 2017 sampai sekarang," ungkapnya.

Disinggung terkait ketertarikan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahannya itu, Muhammad mengaku mendapat banyak tanggapan yang positif. Nuansa baca alquran mahasiawa menurut pandangannya, sangat besar. Karena ada mahasiswa yang mengaku, di STKIP Tamsis Bima baru mendapatkan bimbingan Alquran.

 "Menurut mereka (mahasiswa, red) di SMA malah merasa kurang. Bahkan, ada mahasiswa yang belum pernah memegang Alquran, setelah masuk STKIP Tamsis Bima baru dilatih memegang, membaca, menghafal dan memgamalkan nilai Quran," terangnya seraya mengaku pernah juga memegang mahasiswa bidik misi pada tahun 2018 lalu.

Apa tujuan dari dilaksanakan program ini? Jelas dia adalah bagaimana karakter mahasiawa yang awalnya acuh dengan Alquran, dengan cara ini diajarkan mahasiswa untuk mengerti landasan dasar dalam beragama dan sosial. Makanya, tujuannya adalah untuk membangun karakter mahasiswa yang beradab demi peradaban yang baik," jawab Muhammad.

Masalah arah riset, Muhammad mengaku pernah meneliti tentang kemauan membaca alquran. Dirinya juga pernah terlihat dalam PKM. "Iklim Dzikir adalah luaran dari penelitian yang pernah kami lakukan. Harapannya, dosen yang lain membantu berjalannya Iklim Dzikir yang ada di Masjid Sudirman," tekannya seraya menyebutkan matakuliah yang diampunya.
"Saya mengampu matakuliah Pendidikam Karakter, Pendidikan Ketamansiswaan, Pendidikan Agama dan Pendidikan Anti Korupsi," pungkasnya.

Berikut riwayat organisasi dari Muhammad, M.Pd.I.
pernah ketua BEM fakultas Tarbiayah di UIN Alauddin Makassar, 2007-2008; pernah menjabat ketua DPK BKPRMI Kecematan Makassar, 2012-2013; pernah Kabid P3A di HMI komisariat Tarbiyah; pernah pengurus LAPMI Lembaga Pers Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiayah; anggota lembaga dakwah Kota Makassar; pengurus harian KNPI Kota Makassar; sekaran menjadi Majelis Pertimbangan Organisasi BKPRMI Kecematan Madapangga. (*)

Penulis : Humas STKIP Tamsis Bima
Editor : Edo

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.